
Di Resto delicious mirna sudah datang lebih dulu, dia menempati meja di pojok depan dekat kasir. Tak lama Reza sudah sampai disitu dan segera menghampiri Mirna.
"tumben gak milih tempat VIP" ucap Reza sambil mendudukkan tubuhnya di samping Mirna.
"lagi pengen duduk disini, sayang... kamu mau pesan apa?"tanya Mirna sambil membuka buku menu.
"pesankan seperti biasanya." jawab Reza sambil memandang Mirna.
Mirna pun memanggil waiters dan segera memesan makanan kesukaannya dan Reza.
"yank... aku kangen banget" ucap Mirna sambil bergelayut di lengan Reza.
"kamu sibuk terus jarang ketemu kan jadinya." ucap Reza sambil mengelus rambut Mirna.
"maaf ya sayang, kamu kan tau aku benar-benar jatuh cinta dengan pekerjaanku ini" kata Mirna sambil menatap Reza.
"iya, aku tau... ayo makan dulu nanti kita ngobrol lagi." ajak Reza.
Mereka berdua akhirnya mulai makan makanan yang di pesan, sesekali Reza tersenyum menatap Mirna. Dia masih terhanyut dengan rasa kangen dengan kekasih nya dan lupa kalau statusnya sekarang adalah suami orang. Setelah beberapa saat akhirnya mereka menyelesaikan makan siangnya.
"kamu di bali tinggal dimana yank?" tanya Reza sambil mengusap sudut bibirnya dengan tissu.
"A..aku tinggal apartemen, aku sewa untuk beberapa bulan saja." jawab Mirna agak gugup.
"kalau ada waktu aku akan pergi kesana ya" ucap Reza.
"ja..jangan yank!!" ucap Mirna sedikit terkejut.
"kenapa?" tanya Reza sambil mengangkat satu alisnya. "ada yang kamu sembunyikan dari aku?" lanjut Reza dengan tatapan penuh selidik.
"ah tidak mungkin aku menyembunyikan sesuatu dari kamu sayank... " elak Mirna dengan senyum palsu nya.
"kalau begitu beritahu aku berapa pasword nya. Kalau ada waktu luang aku akan kesana" ucap Reza.
"memang kapan kamu akan datang kesana?" tanya Mirna.
"ya kalau tidak sibuk aku akan kesana,tapi tidak dalam waktu dekat ini" jawab Reza.
"kalau bisa gak usah kesana tapi aku harus memberikan dia pasword apartemenku, kalau tidak pasti dia akan curiga denganku, lagian dia juga tidak mungkin kesana dalam waktu dekat" gumam Mirna dalam hati.
"akan ku kirim kan lewat chat berapa sandinya..." ucap Mirna sambil mengetik di ponselnya.
"baiklah, tunggu aku di sana ya..." jawab Reza ."aku tau Mirna, kamu pasti menyembunyikan sesuatu" gumam Reza dalam hati
Reza dan Mirna akhirnya mengobrol dengan menikmati makanan ringan yang di pesannya. Mirna begitu manja kepada Reza, dia menyandarkan kepalanya di bahu Reza, sesekali mereka bercanda dan tersenyum.
Viona dan temannya baru saja sampai di restoran yang sama dengan reza. Awalnya Viona tidak tahu jika suaminya sedang ada di situ dengan seorang wanita. Saat matanya tidak sengaja mengedarkan pandangan ke arah kasir, Viona begitu terkejut melihat suaminya bermesraan dengan seorang wanita sexy.
Viona terus menatap suaminya tanpa mengalihkan pandangan ke arah lain, Reva dan Mela baru menyadari kehadiran Reza ketika Viona tiba-tiba meremas remas tisu yang ada di meja mereka.
Mereka berdua hanya diam sambil ikut memandang ke arah Reza. Tiba-tiba Viona berdiri sambil membawa gelas minumannya dan berjalan menuju ke arah suaminya.
Saat sampai di sebelah Mirna, tanpa di duga Viona pura-pura terjatuh di samping Mirna dan dengan sengaja menumpahkan minumannya ke baju Mirna.
"Eh maaf... maaf saya tidak sengaja, maaf saya tadi tersandung" ucap Viona dengan wajah yang di buat buat memelas. Betapa terkejutnya Reza, ketika mendongakkan badannya, "astaga viona" gumam Reza dalam hati. Seketika Reza diam mematung pura-pura tidak mengenal Viona.
"eh punya mata itu di pakek, jangan di anggurin dong!! ihat baju gue kotor kan!!" seru Mirna sambil menatap tajam ke arah Viona.
"saya benar-benar minta maaf" ucap Viona dengan nada yang di buat-buat
"Asal elo tau ya, baju ini mahal, semua ini baju branded!!" ucap Mirna dengan nada tinggi.
"Nanti saya ganti deh bajunya tante..." seloroh Viona.
"apa kamu bilang??tante?coba katakan sekali lagi?" seru Mirna dengan wajah yang memerah menahan amarah.
"loh saya salah ya?kan dandannya kayak tante tante, saya harus panggil apa dong?" ledek Viona.
"kurang ajar ya..." ucap Mirna sambil mengangkat tangannya ingin menampar Viona, dengan cepat Reza menangkap tangan Mirna.
"sudah... jangan ribut, malu di lihat orang." ucap Reza sambil memegang tangan Mirna
"tante... kalau kencan sama cowok hati-hati ya, jaman sekarang cowok banyak yang jadi buaya, jangan mau sama laki laki yang sudah beristri. " ucap Viona sambil melirik Reza.
"heh!!! asal elo tahu ya, dia bukan suami orang, dia pacar gue" jawab Mirna sambil berkacak pinggang.
"ups... kirain suami orang." ucap Viona sambil menutup mulutnya. Reza tau kalau Viona sedang menyindirnya, saat itu Reza begitu bingung dengan situasi yang di hadapinya.
"pergi sana, sebelum gue murka lihat muka elo yang sok cantik itu" teriak Mirna.
"biasa aja kali ngomongnya, gue gak budeg..." jawab Viona dengan sinis.
Setelah membayar tagihan di kasir, Reva dan Mela segera menghampiri Viona. Mereka mengajak Viona pergi dari resto dan segera pulang ke rumahnya. Sebelum pergi meninggalkan suaminya, Viona menatap Reza dengan tatapan membunuh.
"ahhh sial sial sial... gue ketahuan" gerutu Reza dalam hati.
π₯π₯π₯π₯π₯π₯
πΏπΏπΏπΏπΏ