
Dua minggu telah berlalu, setelah kejadian malam itu Viona dan Reza sama sekali tidak bertemu, tidak memberi kabar satu sama lain. Reza sibuk dengan pekerjaan nya sedangkan Viona sibuk dengan kuliahnya.
Hari ini Reza dan Viona akan mengurus surat surat pernikahan mereka, tadinya Reza menyuruh Adit untuk mengurus semua ini tapi orangtuanya melarangnya karena setelah mengurus surat pernikahan, mereka akan melakukan fitting baju untuk acara lamaran sekaligus ijab qabulnya.
Viona di jemput Reza dirumahnya, hari ini Viona bolos kuliah. Suasana di mobil begitu canggung, baik Reza maupun Viona sama-sama enggan untuk berbicara, hanya ada suara lagu yang di putar di dalam mobil.
Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, mereka sampai di gedung KUA, mereka mulai memasuki ruangan tempat pengurusan surat-surat pernikahan. Hanya membutuhkan waktu sebentar mereka sudah menyelesaikannya. Kemudian Reza melajukan mobilnya menuju Butik tempat mama nya memesan baju pengantin.
"kita mau kemana lagi mas?" tanya Viona sambil menatap Reza.
"fitting baju pengantin."jawab Reza singkat. Hanya itu saja percakapan mereka karena setelah bertanya kemana tujuannya, Viona terdiam lagi.
Se sampainya di butik, Viona dan Reza sudah di tunggu oleh bu Salma dan bu Yuni.
Viona hanya pasrah saja ketika pilihan kedua ibu-ibu ini jatuh pada kebaya simpel tapi elegan berwarna putih tulang. Viona dan Reza hanya mengikuti pilihan orangtuanya yang sangat antusias itu.
Setelah selesai fitting baju,bu Salma dan bu Yuni segera pergi untuk membeli perlengkapan seserahan dan pernak pernik lainnya sedangkan Reza dan Viona pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli cincin pernikahan mereka. Tidak lama mereka berada di tempat itu karena sudah menemukan cincin yang cocok dengan selera mereka.
Semua perlengkapan pernikahan sudah selesai, kini keduanya pergi untuk keluar dari gedung besar ini, mereka berdua berhenti ketika ponsel Reza tiba-tiba bergetar, Reza agak menjauh dari Viona karena panggilan tersebut dari Mirna kekasihnya. Setelah panggilan dari Mirna berakhir, Reza segera menghampiri Viona.
"Kamu pulang sendiri gak papa kan Vio? aku ada urusan mendadak." tanya Reza.
"Iya gak papa, mas Reza pergi aja dulu, aku bisa pulang sendiri kok." jawab Viona.
Kemudian dengan buru-buru Reza melangkahkan kakinya keluar ke parkiran. Viona tidak langsung pulang, dia menghubungi kedua sahabatnya untuk nongkrong di tempat biasanya, Viona naik taksi online untuk sampai ke cafe tempat mereka biasa berkumpul.
Viona sampai duluan di cafe, dia segera menuju balkon favoritnya. Setelah menunggu hampir 20 menit Reva dan Mela telah sampai, kemudian mereka segera memesan makanan dan minuman kesukaan masing-masing.
"Loe kenapa Vi tadi bolos ke kampus?" tanya Mela memulai obrolan.
"Cie.... yang mau jadi pengantin beneran." goda Reva sambil menaikkan turunkan satu alisnya.
"Eh loe gak usah cia cie ya,gue bungkam mulut loe pakek gelas ini mau loe?"Seru VIona dengan kesal.
"santai sis...santai... gak usah marah-marah sis". ejek Reva.
"Vi, gue masih gk percaya loe bakalan nikah bukan dengan Husein." ucap Mela dengan menatap Viona.
"Udah ah...jangan bahas Husein lagi." ucap Viona
"Emang calon suami loe gimana sih vi, udah om-om apa masih mudah nih?" tanya Reva dengan konyolnya.
"tuh mulut emang perlu di sumpal deh Vi..." sahut Mela yang ikut kesal melihat kekonyolan Reva.
"Ampun deh ampun.." ucap Reva sambil mengangkat dua tangannya.
"Jangan sampai pernikahan gue bocor ke teman-teman ya, gue pengen ngerahasiain ini dulu." pinta Viona.
"apapun keputusan loe kita bakal mengikuti Vi." jawab Mela.
Mereka bertiga asyik dengan obrolan nya terlepas dari obrolan seputar pernikahan. Viona tertawa lepas ketika sudah berkumpul dengan sahabatnya.
"terus tertawalah Vio...mungkin setelah ini kamu belum tentu bisa tertawa lepas seperti ini..." gumam Mela dalam hati sambil menatap sendu ke arah Viona.
😂😂😂
jangan lupa vote,like dan komen nya kakak😉😘