Wheel Of Love

Wheel Of Love
Khawatir dengan nasib Wortel...



Dingin nya angin malam semakin terasa menusuk tubuh. Setelah keluarga besarnya pulang, Reza dan Viona masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan tubuh mereka, saat ini Viona tengah berendam air hangat di dalam bath up dan Reza sedang mandi di bawah guyuran shower yang ada di dekat bath up.


Mereka hanya mandi bersama, tidak ada kegiatan suami istri yang mereka lakukan. Tidak ada ketegangan dalam diri Reza tak kala melihat beberapa tanda memar di tubuh polos Viona.


"Sayang, Apa semua masih terasa sakit?" tanya Reza ketika melihat Viona yang menengadahkan kepalanya dengan mata terpejam.


"Lumayan mas, tubuh ku rasa nya nyeri semua." jawab Viona yang masih terpejam.


"Ayo cepat kamu selesaikan mandi nya sayang, nanti aku bantu ngasih salep dari dokter." ucap Reza sambil melilitkan handuk putih di pinggang nya. Reza membantu Viona berdiri untuk membilas tubuh nya di bawah guyuran shower.


"Pakai bathrobe nya yang!!" Reza menyerahkan bathrobe putih kepada Viona.


"Mas jangan gendong aku!!aku pengen belajar jalan aja mas." ucap Viona ketika Reza akan mengangkat tubuhnya.


"Kamu yakin bisa?" Reza memastikan ucapan Viona.


"Iya mas, bantuin tapi!!" ucap Viona dengan suara manja nya. Reza hanya tersenyum menanggapi permintaan istrinya. Reza membantu Viona berjalan dengan memapahnya pelan, sesekali Viona terpejam karena merasakan sakit di pergelangan kaki nya.


Viona duduk di pinggiran ranjang, sementara Reza sedang ganti baju dan mengambilkan piyama terusan untuk Viona.


Reza duduk di samping Viona, ia membuka bathrobe Viona dan mulai mengoleskan salep untuk memar yang ada di beberapa bagian tubuh Viona terutama di lengan nya.


"Pelan-pelan mas jangan di tekan!!" ucap Viona ketika Reza menekan kulitnya.


"Duh kurang ajar si Andre itu!!bisa-bisa nya dia menyakiti kamu seperti ini." gerutu Reza yang focus dengan salep di tangannya.


"ih ngeri aku kalau ingat muka nya pak Andre waktu marah mas, sumpah deh ngeri banget!!" Viona bergidik ngeri ketika mengingat wajah pak Andre.


"Mas harap dia di beri hukuman yang setimpal." ucap Reza yang telah selesai mengoles salep di punggung Viona.


Viona segera memakai piyama terusan nya tanpa memakai penutup bukit dan penutup segitiga nya, ia sudah terbiasa tidur dengan keadaan seperti ini.


"Mas...Maafin aku ya, gara-gara kejadian hari ini aku jadi tidak bisa melaksanakan kewajiban ku sebagai istri." ucap Viona dengan menundukkan kepalanya. Melihat wajah sendu istri nya, Reza langsung mendekat dan memeluk Viona dari belakang.


"Jangan sedih begitu, aku baik-baik saja sayang! Tenanglah tidak usah memikirkan hal itu ya..." ucap Reza di ceruk leher Viona.


"Apa mas Reza kuat harus menahan sampai aku sembuh?" Tanya Viona sambil menggenggam erat tangan suaminya.


"Tentu, lagian aku tidak ada keinginan melakukan itu sayang, melihat kamu kesakitan seperti ini wortelku rasanya ingin tidur terus." kelakar Reza untuk menenangkan Viona yang mengkhawatirkan nasib Wortel nya.


"Mas Reza gak boleh tergoda sama Yola ya kalau di kantor!!" ucap Viona ketika mengingat Yola yang tanpa malu mengatakan menyukai suaminya.


"YOLA??" Reza sedikit melebarkan matanya ketika Viona menyebut nama Yola.


Viona memiringkan wajah nya menatap suaminya yang menatap penasaran ke arah nya.


Hati Reza terasa menghangat ketika mendengar istrinya mengungkapkan kecemburuan nya.


"Ya biarin aja, lagian mas gak minat sama dia sejak pertama dia bekerja di kantor mas." ucap Reza sambil menatap wajah Viona yang terlihat lucu.


"Beneran nih?" Viona meyakinkan suaminya.


"Iya serius sayang!! kalau pun mas minat mungkin udah dari dulu mas pacaran sama dia, buktinya mas gak pernah tuh dekat dengan dia." Reza mengangkat kepalanya dari ceruk leher Viona.


"Jangan berfikir yang aneh-aneh, mas hanya mencintai kamu saja, tidak ada yang lain." ucap Reza yang sudah duduk di samping Viona.


"Makasih ya mas...." ucap Viona dengan senyum yang mengembang di pipinya.


"Sekarang mari kita istirahat, kamu butuh istirahat saat ini." Reza membantu Viona merebahkan tubuh di ranjangnya.


Reza mengecup kening Viona dengan penuh kasih sayang, Viona tersenyum menatap wajah suami nya yang tampan itu.


"Good night kiss nya mana?" tanya Viona dengan menahan tengkuk Reza.


"hmmm kamu mancing-mancing sayang!!" ucap Reza sebelum meng*cup bibir istrinya, di lum*tnya dengan pelan bibir yang menggoda itu.


"Cukup sayang!!aku bisa memakanmu malam ini jika ini di teruskan." ucap Reza ketika berhasil melepaskan bibirnya. Viona tersenyum memandang suaminya yang berjalan memutar untuk tidur di sebelahnya.


"Tidurlah yang nyenyak istriku." ucap Reza ketika berhasil mendekap tubuh montok istrinya. Perlahan Viona memejamkan matanya untuk segera berkelana di alam mimpi nya.


"Maafkan aku Sayang...lagi lagi aku tidak bisa melindungi mu, kamu harus merasakan sakit di sekujur tubuhmu karena pria brengsek itu." gumam Reza sambil membelai rambut Viona pelan. Tidak lama kemudian ia juga ikut menyusul Viona untuk pergi ke alam mimpi yang sudah menanti nya.


_


_


_


Hay kak terima kasih sudah mampir😘jangan lupa like Vote dan komen nya yaa😀lope yu kak readerku❤️


_


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥