Wheel Of Love

Wheel Of Love
Pagi hari di Hotel



Matahari perlahan naik dari ufuk timur. Semua orang dengan semangat memulai kegiatan pertamanya di hari ini. Langit gelap perlahan berubah menjadi warna biru karena sang surya telah menampakkan cahaya nya.


Sepasang suami istri yang baru saja menggelar pesta pernikahan terlihat masih nyaman di bawah selimut tebalnya, menikmati kehangatan yang tengah mengalir di tubuh masing-masing.


Matahari semakin naik tanpa bisa di hentikan. Waktu terus berlalu tanpa henti. Sudah jam sembilan lebih namun Reza dan Viona belum ada yang sadar dari alam mimpinya. Suara ponsel yang sejak tadi berdering berhasil mengusik indra pendengaran Reza. Dengan mata yang masih terpejam tangannya meraih ponsel yang ada di atas nakas.


Sejenak matanya terbuka melihat siapa yang telah menelfon nya dan ternyata mama Salma yang sejak tadi menghubungi nya.


"Assalamualaikum ma..." ucap Reza dengan suara serak khas bangun tidur.


"Waalaikumsalam... Kamu baru bangun za?" tanya mama Salma di sebrang sana.


"Reza masih merem ini ma..." jawab Reza dengan mata yang masih terpejam.


"Ya ampun Reza ini sudah jam berapa?" Tanya mama Salma.


"Ini masih Gelap ma, masih terlalu pagi. Subuh juga belum ma!" ucap Reza lagi.


"Kamu tadi malam selesai berapa ronde sih za sampai tidak tahu waktu, coba lihat jam berapa sekarang!" kelakar mama Salma.


Mendengar ucapan mama nya, Perlahan Reza membuka mata dan melihat jam di ponselnya. Mata nya terbeliak ketika melihat waktu yang sudah menunjukkan hampir pukul setengah sepuluh.


"Astaga sudah siang ternyata..." Ucap Reza.


"Jadi masih subuh atau sudah siang za?" tanya mama Salma sambil terkekeh di sebrang sana.


"Kita semua saat ini sedang sarapan di resto hotel, kamu mau di tungguin apa enggak za?" tanya mama Salma.


"Mama duluan aja, kelamaan kalau nunggu kita, lagian Viona juga masih tidur." jawab Reza.


"Ya sudah kalau begitu, mama dan keluarganya Viona mau pulang duluan ya, kalian santai aja disini." ucap Mama Salma.


"Iya ma..." Ucap Reza sebelum mengakhiri panggilan dari mama nya. Reza meletakkan lagi ponselnya diatas nakas. Pandangannya beralih pada sosok wanita yang ada di pelukannya saat ini.


Reza menengadahkan kepalanya, pikiran nya melayang jauh membayangkan bagaimana proses yang sudah ia lalui untuk bisa memilik Viona seutuhnya. Ia terkekeh ketika teringat bagaimana ia menghajar pak Andre yang sudah berani mengusik miliknya.


"Sayang...aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut mu dariku." gumam Reza sambil terus mengusap lembut rambut Viona yang berantakan. Berkali-kali ia kecup puncak rambut Viona.


"Sayang...bangun yuk!!" ucap Reza dengan sedikit menggoyangkan bahu Viona. Bukannya bangun Viona malah mengeratkan pelukan nya kepada Reza.


"Sayang...bangun dulu!! Sayang...." ucap Reza lagi. Karena merasa ada yang menggangu tidurnya Viona dengan pelan mengerjapkan matanya. Ia menatap Reza dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Selamat pagi Suamiku..." ucap Viona dengan tangan yang terulur membelai pipi Reza.


"Selamat pagi juga istriku..." ucap Reza dengan seulas senyum yang terbit dari bibirnya.


Reza turun dari ranjangnya dan berjalan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Viona masih bermalas-malasan diatas ranjang, Kakinya terasa pegal semua. ia membuka ponselnya untuk melanjutkan membalas pesan- pesan yang masuk.


Dua puluh menit Reza sudah menyelesaikan ritual di kamar mandinya. Ia berjalan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk putih yang melilit di pinggangnya. Ia mencari baju santai di dalam kopernya.


Viona menutup mata dengan sepuluh jarinya ketika Reza membuka lilitan handuknya.


"Mas!!! kenapa ganti disini sih!!" Teriak Viona.


"Tadi lupa gak bawa baju ganti sayang... Emang kenapa kalau ganti disini, kan sebentar lagi kamu juga akan tahu tekstur dan rasanya." Kelakar Reza.


"Aku masih malu mas... aku belum terbiasa melihat kamu telanjang." ucap Viona.


"Sekarang cepat mandi, aku sudah lapar yang..." ucap Reza yang sedang menyisir rambutnya si depan meja rias.


"Mas... makan di sini aja ya, aku males turun kaki ku bengkak mas." ucap Viona sebelum masuk kamar mandi. Reza melihat ke arah kaki yang Viona yang bengkak di bagian jari-jari nya.


"duduk dulu yang...Coba aku lihat!!" ucap Reza yang menggiring Viona duduk di sofa. ia duduk di hadapan Viona yang sedang menyelonjorkan kakinya.


"Ini pasti kelamaan pakai high heels kan Vi?" tanya Reza.


"Sepertinya begitu mas, kok bisa ya mas padahal biasanya pakek high heels lama gak bengkak gini mas." ujar Viona.


"Mungkin kamu terlalu kecapekan yank." ucap Reza sambil memijit punggung kaki Viona. Beberapa menit Reza memijat kaki Viona yang mulus itu.


"udah mas aku mau mandi dulu ya." ucap Viona.


"Kamu pengen makan apa yank, biar mas pesan kan." tanya Reza saat melihat Viona yang sudah berdiri dari tempat duduknya.


"Terserah mas, emm Sama in aja deh sama mas Reza." ucap Viona. Reza membuka ponselnya untuk memesan makanan di restoran hotel. Sambil menunggu Viona mandi, Reza membuka ponselnya untuk melihat sosial medianya yang sedari kemarin tak di bukanya.


Reza tersenyum ketika melihat akun teman-teman nya yang mengunggah videonya bersama Viona. Ia tidak menyangka akan melakukan hal seperti itu di hadapan banyak orang. Selama ini Reza tidak suka mengumbar kemesraan dengan pasangannya tapi entah mengapa beberapa bulan ini ia sangat suka menunjukkan perasaan nya di hadapan semua orang.


Beberapa menit kemudian Viona keluar dari kamar mandi. Hari ini ia memakai jamsuit polos berwarna merah muda, ia terlihat seperti ABG saat ini.


Makanan Datang ketika Viona sudah menyelesaikan kegiatannya di depan cermin. ia menghampiri Reza yang sejak tadi duduk di sofa.


Sarapan di waktu makan siang telah mereka selesaikan. Mereka duduk bersandar di sofa sambil membuka ponsel masing-masing.


"Mas yang di box besar itu apa?" tanya Viona ketika pandangannya tertuju ke sudut ruangan.


"Itu kado dari orang-orang kemarin yang." ucap Reza yang sibuk membalas pesan dari Adit.


"Biar aku lihat dulu mas." Viona bangkit dari duduknya, ia memilih kado yang ingin dia buka saat ini, ia memilih membuka kado dari Gilang, Farhan, Juna, Mela, Reva dan pak Andre. ia membawa nya menuju sofa tempat Reza berada.


"Di buka yuk mas, aku penasaran deh sama kado dari orang-orang ini." ucap Viona. Ia pertama kali membuka kado Gilang dan seketika matanya membeliak.


"Apa ini????" Gumam Viona ketika berhasil membuka kotak kadonya.


_


_


_


Jeng..jeng...jeng... Wah apa ya kira-kira kadonya???


๐Ÿ˜


๐Ÿ˜


Terima kasih kak sudah mampir di karya aku๐Ÿ˜€jangan lupa like, vote dan komennya yaa๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Mamacih kakak atas semua dukungannya๐Ÿ’‹


_


_


๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ