Wheel Of Love

Wheel Of Love
Di ajak ke kantor.



Hari semakin sore, Langit biru sudah berubah berwarna jingga, Setelah makan siang dan bercengkerama bersama kedua orangtuanya, Reza dan Viona pamit untuk kembali pulang.


"Ma, pa, kita pulang dulu ya." ucap Viona di pelukan mamanya.


"Kamu hati-hati di jalan ya, Ingat harus jadi istri yang baik." ucap Bu Yuni sambil mengurai pelukan anaknya.


"Sampaikan salam ke kak Dika dan kak Riki ya ma, Vio kangen banget sama dua kakak tengil ku itu ma." Ucap Viona


"Iya, biar Dika dan Riki main ke rumah kamu nanti kalau mereka gak sibuk." ucap Bu Yuni sambil menoel hidung anaknya dengan gemas.


Setelah Berpamitan, Viona dan Reza berjalan menuju mobilnya. Reza menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah pak Surya. Kedua pasang orangtua ini menatap mobil anaknya yang perlahan hilang dari pandangan dengan raut wajah yang bahagia.


"Akhirnya ya jeng anak kita saling menerima satu sama lain." ucap Bu Yuni kepada bu Salma.


"Iya jeng, saya juga gak menyangka mereka berdua bisa secepat ini untuk saling menerima, mengingat di awal dulu mereka sama-sama menolak untuk di nikahkan." ucap Bu Salma.


"Semoga mereka berdua selalu bahagia ya jeng." ucap bu Yuni sambil menyunggingkan senyum nya.


Bu Salma dan pak Danu juga ikut berpamitan pulang karena hari sudah semakin sore.


***


Di Mobil


"Vi, ikut aku ke kantor sebentar ya, ada hal yang harus aku selesaikan." ucap Reza sambil fokus mengemudikan mobilnya.


"Aku malu mas, masa iya aku kesana dalam keadaan seperti ini, belum mandi juga." Viona menolak permintaan Reza.


"Udah lah gak papa, lagian disana juga sepi, mungkin udah banyak yang pulang saat ini." ujar Reza sambil melirik jam tangan nya.


"Aku gk PD ah mas, jelek banget loh aku." Viona masih saja menolak.


"Enggak, kamu itu tetap cantik meskipun belum mandi, udah lah cuma sebentar aja kok. mau ya?" Bujuk Reza.


"Terserah deh mas, entar gk usah nyesel ya kalau kamu di gosipin karyawan kamu." ucap Viona.


"Mereka di bayar untuk bekerja, bukan untuk bergosip Vi." kelakar Reza.


Viona tidak lagi menjawab ucapan Reza, ia sibuk mengeluarkan beberapa Make up yang ada di tas nya, membuka tissu basah yang selalu ia bawa.


Sekilas Reza menatap Viona dengan ekor matanya, ia menahan tawa nya ketika melihat Viona yang kesusahan memakai eyeliner nya.


"Mas Reza berhenti sebentar dong, aku mau pakek eyeliner ini loh susah, pegangin kacanya mas." ucap Viona sambil menyodorkan kaca kecil kepada Reza.


"Vi, nanti kalau kita berhenti disini bisa kena tilang Vi, tuh lihat ada simbol di larang parkir." ucap Reza sambil menunjuk rambu di depannya.


"Udah gak usah pakek bulpen itu Vi." lanjut Reza.


"ish...ini bukan bulpen kali mas, ini namanya e-ye-li-ne-r." Ucap Viona sambil mengeja kata eyeliner pada suaminya. Mendengar hal itu membuat Reza tertawa dengan renyah nya.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, mobil Reza sudah sampai di tempat parkir khusus untuk dirinya. ia bergegas turun dan menunggu Viona yang masih sibuk dengan make up nya. Reza membuka ponselnya untuk menghubungi Adit agar dia menyiapkan berkas yang harus di tanda tangani oleh Reza.


"Ayo mas, aku udah siap." Viona menepuk Pundak Reza.


"Kenapa dari tadi sibuk make up kalau sekarang malah pakai masker?" tanya Reza ketika menoleh kepada Viona.


"Aku malu mas ihh." ucap Viona dengan kesal.


Reza hanya menyungging kan senyum nya melihat Viona yang sedang dalam mode insecure. Di raihnya tangan Viona, lalu dengan bergandeng tangan ia masuk ke dalam kantornya.


Suasana di dalam terlihat sepi, hanya ada beberapa karyawan saja yang belum pulang. Semua orang terkejut melihat Reza yang sedang menggandeng seorang wanita, karena mereka semua tahu bahwa Reza tidak pernah sekalipun membawa wanita masuk ke dalam kantornya.


"Tuh kan mas, kamu lihat kan tadi semua orang yang bertemu kita pasti ngelihatin aku." ucap Viona ketika sudah masuk ke dalam lift.


"mungkin mereka heran melihat aku membawa wanita masuk ke kantor." ujar Reza.


"Emang nya si ulat bulu itu gak pernah mas ajak ke kantor?" tanya Viona penasaran.


"Enggak, aku tidak suka mengumbar hubungan yang belum jelas di depan umum." Reza menjelaskan sambil terus berjalan ke ruangan nya.


"Terus sekarang kenapa mas membawa aku kesini?" tanya Viona.


"Ya karena kamu istriku, semua orang harus tahu bukan siapa Nyonya muda Atdmaja." ucap Reza dengan serius. Mendengar ucapan Reza membuat hati Viona merasa hangat, ia merasa menjadi wanita spesial di hidup Reza saat ini.


"Good bye ulat bulu...seperti nya kamu benar-benar hilang dari hati nya mas Reza. ah aku bahagia..." gumam viona dalam hati.


⭐⭐⭐


Terima kasih kak sudah membaca karya aku, jangan lupa Vote, like dan komennya ya😘😘😘


🔥🔥🔥🔥🔥