Wheel Of Love

Wheel Of Love
Bibit pelakor. ...



Matahari tengah memancarkan sinarnya dengan penuh semangat. Lalu lalang kendaraan tiada habisnya seperti yang di amati Viona dari kaca ruangan Reza.


Saat ini Viona sedang berdiri sambil memandang jalanan ibukota yang tiada sepi nya, selalu banyak orang berlalu lalang di jalan meskipun cuaca panas seperti saat ini.


"Mas...mau di bikinin minum apa?" tanya Viona saat membalikkan tubuhnya.


"Kopi hitam enak kayaknya Vi." jawab Reza tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang sedang di pelajari nya. Setelah makan Siang Reza buru-buru menyelesaikan berkas yang menumpuk di mejanya agar cepat selesai.


"Pantry nya dimana mas?" Tanya Viona sebelum keluar dari ruangan Reza.


"Tepat di sebelah ruangan Adit. Dari sini kamu belok kanan aja." ucap Reza.


"Ok kalau begitu aku ke pantry dulu ya mas.."


"Jangan lama-lama sayang...cepatlah kembali!!" ucap Reza.


Viona hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya, ia tidak menyangka Reza bisa mempertahankan diri nya. Dulu di awal pernikahan bayangan menjadi janda muda selalu menghantui dirinya.


Viona tengah sibuk di dalam pantry, ia membuat kopi kesukaan suaminya dan jus apel untuk dirinya.


Saat sedang asyik mengaduk kopi hitam dirinya di kagetkan oleh seseorang yang ada di belakangnya.


"Sedang apa kamu disini?" tanya Yola dengan tidak sopan nya.


"Kamu tidak lihat saya sedang apa?" Jawab Viona dengan sinis. ia tidak suka dengan kepribadian Yola yang tidak tahu sopan santun.


"Itu kopi untuk Pak Reza??" tanya Yola lagi.


"iya." jawab Viona dengan singkat.


"Pak Reza tidak suka kopi yang terlalu manis, biar aku saja yang membuatkan, karena biasanya pak Reza hanya mau minum kopi buatanku." ucap Yola


"Heh...Aku ini istrinya!!!jadi aku tahu kesukaan suamiku itu apa!!" ucap Viona dengan ketus.


"Oh ya ampun godaan apa lagi ini!! Ulet bulu sudah menghilang eh sekarang ganti sekretaris kecentilan ini. Ayo Viona jangan terpancing emosi!!bersikaplah tenang seperti biasanya." gumam Viona dalam hati sambil memandang sinis wanita yang ada di hadapannya.


"Apa benar kamu istrinya?" Yola masih tidak percaya dengan status hubungan Reza.


"Memang nya kenapa?" tanya Viona sambil memasukkan potongan apel ke dalam blender.


"Ya sekedar ingin tahu aja!! Jangan cemburu yaa kalau pak Reza sering berdua denganku di kantor." ucap Yola sambil membenarkan kerah kemeja nya.


"Ohh jadi kamu tertarik juga sama mas Reza??Berjuanglah!! semoga kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan!!" Viona menyeringai.


"Jadi kamu ingin bersaing denganku?" tanya Yola sambil memandang Viona dari atas kebawah.


"Bagaimana mungkin pak Reza memiliki istri dengan tampilan seperti kamu!! lihatlah pak Reza di kantor setiap hari denganku, setiap hari dia melihatku begitu menggoda. Apa mungkin pak Reza akan tetap setia denganmu?" Yola berkata dengan tidak tahu malu nya.


"Lalu kenapa mas Reza dari dulu tidak memilihmu?" sarkas Viona yang sudah selesai membuat jus apel nya. Mendengar pertanyaan Viona membuat Yola diam mematung tanpa mengeluarkan suara. ia sadar bahwa saat ini ia sudah di skakmat oleh Viona. ia tidak ada jawaban lagi untuk melawan Viona.


"Saya permisi dulu ya nona sekretaris!!" pamit Viona dengan senyum mengejek di hadapan Yola. Dengan membawa nampan di tangannya ia berjalan meninggalkan pantry dan Yola yang termanggu di sana.


"Dih bisa-bisanya ada wanita seperti itu, spesies ulat bulu kok masih ada ya?? Wah wah wah pelakor sekarang terang-terangan ya kalau mau beraksi!!" gerutu Viona di sepanjang jalan menuju ruangan Suaminya.


Viona masuk ke dalam ruangan Suaminya dengan di sambut oleh senyum yang indah oleh Reza. Viona meletakkan kopi dan jus apel nya di meja yang ada di depan sofa panjang.


"Kamu bikin kopi kok lama banget yank?" Tanya Reza yang sudah menghampiri Viona di sofa, ia duduk di samping Viona dan mulai menikmati kopinya.


"Iya kan sambil bikin jus apel mas!!" ucap Viona sambil mengaduk jus apelnya. Sejenak mereka berdua menikmati minumannya dengan di iringi gelak tawa keduanya.


"Mas...kenapa sih sekretaris kamu kok pakaian nya seperti itu??" Viona mulai melancarkan aksinya.


"Memang kenapa??" tanya Reza dengan wajah datarnya.


"Aku gak suka deh mas kau kamu deket-deket sama si Yola itu." ucap Viona.


"Aku tidak tergoda dengan dia sayang!!!" Reza meyakinkan.


"Ya tapi aku gk suka kalau mas Reza tiap hari liat dia pakek baju seketat itu." Viona memanyunkan bibirnya.


"Hmmm sepertinya istriku sedang cemburu!!" ucap Reza sambil memandang wajah Viona.


"Pokoknya aku gak suka kalau mas Reza tiap hari dekat-dekat dengan wanita sexy!!" Viona pura-pura merajuk kepada Suaminya.


"Iya..iya..iya nanti mas akan kasih tahu dia untuk tidak memakai pakaian sexy lagi" ucap Reza untuk menenangkan istrinya yang sedang cemberut.


"YESSS!!!langkah pertama berhasil...kita lihat saja wahai bibit pelakor siapa yang menang!!" gumam Viona dalam hati.


_


_


_


terima kasih sudah mampir di karya aku😀😀😀 jangan lupa like, Vote dan komennya ya kak😘😘😘😘


🔥🔥🔥🔥