
Berendam air hangat salah satu cara untuk merileks kan tubuh yang sedang di landa rasa lelah. Sama halnya dengan Viona, ia cukup lama berendam di dalam bath up dengan air hangat. hampir setengah jam ia berada di dalam kamar mandi.
Setelah di rasa cukup, Viona segera membilas tubuhnya di bawah shower, ia meraih bathrobe yang ada di sebelahnya. ia keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar dari sebelumnya.
"Mas siapa yang merapikan ranjang kita?"Tanya Viona setelah mendudukkan tubuhnya di sebelah Reza.
"Tadi aku nyuruh mbak Sri yang..." jawab Reza dengan santai nya.
"Haahhh!!!Mbak Sri??jadi mbak Sri tahu tempat tidur kita berantakan seperti tadi mas?" Tanya Viona yang membeliak kan matanya ke arah Reza.
"Kenapa sih yang?" tanya Reza lagi.
"Duh mas Reza, Aku malu mas!!pasti mbak sri tahu bercak darah yang ada di sprei tadi. Duh gimana dong mas." Viona menutup mukanya dengan ke sepuluh jarinya.
"Gak usah malu sayang, kita itu suami istri jadi wajar dong kita melakukan hubungan suami istri." Reza menenangkan Viona yang terlihat panik.
"Dari pada kamu mikirin hal yang tidak penting, mending kamu makan dulu deh yang..tuh kasian cacing kamu udah protes dari tadi." Ucap Reza sambil membuka ke sepuluh jari Viona dari wajahnya.
"Suapin mas..." ucap Viona dengan suara manja nya.
"Duh istriku manja banget ya..." Reza mencubit dengan gemas pipi Viona. Dan benar saja, Reza benar-benar menyuapi Viona saat ini. Ia senang melihat wanitanya bersikap manja seperti ini. Reza terus saja tersenyum melihat Viona makan dengan lahapnya. Mereka makan satu piring berdua dengan sendok yang sama.
Kegiatan sarapan telah selesai, Viona beranjak dari duduknya dan berjalan menuju almari besar yang ada di kamarnya. Ia memilih memakai dress rumahan tanpa lengan berwarna ungu. Viona duduk di depan meja riasnya untuk memoles wajahnya dengan sedikit make up, rambutnya di kuncir ke atas menampilkan leher mulus miliknya.
Reza mengamati Viona dari tempatnya saat ini, gairahnya sudah bangkit lagi ketika melihat leher belakang Viona yang terekspos dengan jelas. Namun dengan sekuat tenaganya ia menahan gairah yang sudah menggebu itu karena kasihan melihat keadaan Viona yang tenaga nya belum sepenuhnya pulih.
"Apa hari ini kamu benar-benar tidak ke kantor mas?" tanya Viona yang masih ada di depan meja riasnya.
"Tidak sayang, aku hari ini akan di rumah untuk menemani kamu." Ucap Reza yang sedang bersandar di sandaran sofa nya.
"Turun yuk mas, bosen di kamar." Ajak Viona yang sudah berdiri di hadapan Reza.
"Kamu bisa jalan?" tanya Reza.
"Ini sudah lebih baik dari tadi pagi mas, bengkaknya juga sudah berangsur hilang." Ujar Viona.
"Baiklah kita turun sekarang." ucap Reza yang tersenyum pada Viona.
Dengan bergandeng tangan mereka berdua keluar dari kamarnya, mereka menuruni tangga dengan senyum yang mengembang di wajah keduanya. Sementara itu kedua asisten rumah tangga nya tengah mengamati interaksi Reza dan Viona, Mbak Sri terkekeh ketika teringat keadaan kamar Reza.
"Bu min... sepertinya sebentar lagi beneran ada tangisan bayi deh bu.." ucap mbak Sri
"Wah pasti suasana rumah ini akan terasa lebih hangat Sri, Nyonya besar pasti sudah menantikan kehadiran cucu pertamanya Sri." sahut bu Mina yang terus mengamati kedua majikannya keluar dari rumah.
"Kita doakan saja bu mudah-mudahan non Viona cepat hamil." Ucap mbak Sri sambil membersihkan meja dapur.
"Iya Sri mudah-mudahan saja Sri." sahut bu Mina.
*
*
"Bagus kan mas taman baru kita." ucap Viona tanpa memandang suaminya.
"Iya bagus, rumah kita jadi terlihat lebih asri yang..." Ucap Reza setelah selesai menyalakan rokok nya.
"Mas kalau aku sudah wisuda aku boleh gak kerja?" tanya Viona.
"Tidak!!Aku tidak mengizinkan istriku bekerja." ucap Reza dengan tegas.
"Terus aku ngapain mas??aku bosen mas kalau di rumah setiap hari." ujar Viona
"Kamu bisa ikut mas ke kantor atau kamu bisa menanam tanaman apapun yang kamu sukai yang." Reza menghisap rokoknya.
"kamu tidak lihat mas rumah kita hampir seperti hutan, banyak banget yang sudah aku tanam mas." ucap Viona yang mengedarkan pandangannya.
"Pokoknya aku gak mau kalau kamu kerja, aku ingin kamu fokus menjadi istri dan ibu yang baik yang, jadi biarkan aku yang berkerja, kamu di rumah aja."
Ucap Reza panjang lebar.
"Baiklah mas, aku akan menuruti apa yang Mas Reza katakan." Viona akhirnya menyerah karena keinginannya untuk bekerja tidak mendapat restu dari sang suami.
"Sayang...nanti malam lagi ya!!" Bisik Reza di telinga Viona dengan suara yang lirih.
Viona tersipu mendengar permintaan Suaminya itu. "Apa sih mas??"
"Seperti yang tadi malam, drama kelinci makan wortel." Seloroh Reza.
"Nanti mas ajarin gaya yang lain deh, gaya kelinci makan wortel dari atas ya...ya...ya...ya Sayang." ucap Reza yang menaik turunkan alisnya sambil memandang Viona yang ada di samping nya.
"Iya deh nanti malam lagi. Tapi enak gak mas??" pertanyaan Viona yang berhasil membuat Reza tertawa dengan renyah nya.
_
_
_
Jangan lupa like Vote dan komennya makk😀maaf yaa kalau episode kali ini kurang feel nya, othor lagi oleng nih😌di episode selanjutnya di tulis apa gak nih mak adegan Kelinci makan wortel dari atas??🤔🤔🤔jawab di komen makkkk😉
_
_
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥