
Siang ini matahari tengah bersemangat menyinari bumi dan isinya. Cuaca panas tengah di rasakan seluruh warga jakarta. Setelah mampir dari Restoran seafood untuk makan siang, Viona dan Reza melanjutkan perjalanan menuju rumah pak Surya.
Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit mereka berdua sudah sampai di halaman luas rumah pak Surya. Terlihat mobil kedua kakak Viona terparkir rapi di sudut halaman.
"Assalamualaikum..." Teriak Viona dari luar pintu.
Tidak ada sahutan dari dalam. Viona menarik tangan suaminya untuk masuk ke dalam rumah papanya. Suasana di ruang tamu sepi, ia berjalan terus masuk ke ruang keluarga.
Tatapan mata Viona tertuju pada sofa putih yang ada di ruang keluarga milik papanya. Ia melihat dua pria yang memakai celana kolor sedang rebahan sambil memainkan ponselnya.
"Hmmm pantesan di panggil gak ada yang dengar, ternyata telinganya pada di sumpel pakek headset." Gerutu Viona.
Viona berjalan mendekati kedua kakaknya yang tengah asyik memainkan game online nya. ia mencabut headset yang telah terpasang di telinga Riki.
"Woe...woe...!!" teriak Viona di telinga Riki.
Tentu saja Riki langsung terperanjat dari sofa yang ia tempati karena terkejut.
"Astaga panci rombeng!!! salam dulu kenapa kalau datang!!" ucap Riki sambil mengelus dadanya.
Dika segera melepas headset nya ketika sekilas melihat kakaknya berdiri.
"Eh ada Viona" Dika nyengir tanpa dosa.
"Dikasih telinga itu di pakek kak, bukan malah di sumpel pakek jenset!!" Viona ngedumel sambil berkacak pinggang.
Reza menghampiri Viona yang sedang memarahi kedua kakaknya. "Sayang udah!! gak baik sama kakaknya kok gitu!!" bisik Reza sambil menurunkan tangan Viona dari pinggangnya.
"Sini Za duduk. Maaf tadi gak tahu kalau kalian datang." ucap Dika
"Santai aja kak.." jawab Reza
"Kok aneh ya dengernya kalau kamu manggil aku dengan kata kakak.." Dika terkekeh
"Terus gimana...kamu kan kakaknya Viona, masak iya aku gak ikut manggil kakak." ujar Reza yang ikut terkekeh.
"Mama kemana kak?" Viona menyela pembicaraan suami dan kakaknya karena sejak tadi ia tidak menemukan sang mama.
"Mama baru aja masuk kamar, baru pulang tadi dari Surabaya." ucap Riki.
Viona duduk di sofa di ikuti oleh Reza di sampingnya. Mereka bertiga akhirnya berbincang bersama membahas tentang otomotif, bisnis dan hal gak penting lainnya.
"Kalian istirahatlah dulu, kalian pasti capek." ucap Dika saat melihat Viona yang sudah menguap berkali-kali.
"Ide yang sangat bagus!!" Viona mengacungkan jempolnya ke arah Dika.
"Ck. Putri tidur telah kembali!" Riki berdecak
"Ayo mas!!" Viona menepuk paha suaminya, ia beranjak dari tempat duduknya di ikuti oleh Reza.
"Kami ke kamar dulu." Pamit Reza kepada kedua kakak iparnya.
Riki dan Dika menatap adiknya yang sedang berjalan menuju kamarnya, mereka berdua menaikkan sudut bibirnya.
"Kak sepertinya kita sebentar lagi bakalan beli BMW untuk Viona." ucap Dika
"Sepertinya begitu, kelihatannya mereka sudah saling jatuh cinta." Sahut Riki.
*
*
Viona merebahkan tubuhnya di atas ranjang setelah mengganti bajunya dengan pakaian rumahan. ia memakai kaos tanpa lengan dan Hotpan hitam setengah paha.
Tanpa menunggu lama Viona juga ikut terlelap menyusul suaminya yang sejak tadi berkelana ke alam mimpi.
Matahari perlahan bergerak ke arah barat, menandakan waktu ashar segera tiba. Karena merasa ada yang berat di perutnya perlahan Reza mengerjapkan matanya. ia mencoba meraba apa yang sedang ada di perutnya.
"Apa ini ya??Kayak kaki!!" gumam Reza yang masih terbaring.
Dengan malas ia bangun dan duduk bersandar di sandaran ranjangnya. Matanya membeliak ketika tahu yang sudah menimpa perutnya adalah kaki Viona. ia terperangah melihat posisi Viona yang sudah berubah. Kepalanya sudah di pinggiran ranjang dan kaki yang menimpa perut Reza.
"Dia ini tidur apa gimana ya kok bisa posisinya jadi muter gini!!padahal bantalnya juga disini." gumam Reza dengan heran. Sebuah ide muncul di kepalanya, Reza segera meraih ponsel yang ada di nakas. Diam-diam ia memotret Viona yang sedang tidur dengan posisi yang tak karuan.
"Sayang...bangun!!" ucap Reza sambil menggoyangkan kaki Viona.
"Yank...cepet bangun udah sore!!" kali ini Reza menggelitik telapak kaki milik Viona.
Viona menggerakkan kakinya karena merasakan gelitikan di telapak nya.
"Apa sih mas Reza!!Vio masih ngantuk ih.." ucap Viona yang masih terpejam.
"Lihatlah posisimu sekarang dimana." ucap Reza. Dengan malas Viona membuka matanya, ia melihat ke sisi kanan dan kirinya dan langsung saja Ia terperanjat ketika menyadari posisinya saat ini
"Jadi kakiku dari tadi ada di paha mas Reza?" tanya Viona dengan muka bantalnya.
"Tadi ada di perutku, karena aku duduk jadi ya ada di pahaku, coba kamu bayangin seandainya kakimu menimpa wortel ku...bisa patah tuh!!" Kelakar Reza.
"ihh mas Reza!!" teriak Viona sebelum ia beranjak dari ranjangnya. Viona berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena hari juga sudah mulai sore. Reza keluar ke balkon untuk menikmati rokoknya sambil menunggu Viona yang masih mandi.
πππππππππππππππ
Suasana di ruang keluarga terasa begitu hangat dan ramai, Gelak tawa tengah menggema di dalam ruangan ini. Sejak tadi Riki dan Dika menggoda adiknya yang sudah menjadi istri orang ini.
Viona terlihat cemberut karena sejak tadi ia di serang oleh kedua kakaknya. Tak ada pembelaan dari suaminya, hal itu yang membuat Viona semakin kesal.
Bu Yuni dan pak Surya terlihat bahagia ketika melihat anak-anaknya rukun seperti ini Apalagi ketika melihat Viona dan Reza yang saling menunjukkan tatapan cintanya, sungguh hal itu membuat Hati pak Surya merasa sangat bahagia. Beliau sempat merasa khawatir jika Viona tidak akan bahagia dengan pernikahan nya ini.
Malam semakin larut, semua beranjak ke kamar masing-masing untuk istirahat. Viona juga sudah merasakan kantuk sejak tadi. Setelah membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan piyama tidur di kamar mandi, ia segera membaringkan tubuhnya di sebelah Reza.
Reza masih sibuk membalas pesan di ponselnya, banyaknya pesan yang sejak tadi masuk ke ponselnya membuat Reza sibuk membalas satu persatu dari bawah.
"Hmmm cepet banget tidurnya!!" gumam Reza yang melihat Viona yang sudah terpejam. Ia meletakkan lagi ponselnya di atas nakas dan ikut terpejam seperti Viona.
_
_
_
_
Maaf ya kak kalau membosankanπππnanti malam up lagiπ
_
_
_
_
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯