Wheel Of Love

Wheel Of Love
Kamu menggoda pagi ini...



Hari minggu hari yang di nanti oleh semua orang, Hari yang biasa di gunakan untuk berkumpul dengan keluarga,teman atau orang-orang terkasih.


Saat ini Viona membantu bu Mina untuk menata makanan ringan dan minuman di ruang tamu, ia masih memakai baju olahraganya.


"Sayang mandi dulu gih!!" Ucap Reza saat sampai di ruang tamu, ia baru saja menyelesaikan olahraga di ruang gym nya tadi bersama Viona.


"Iya mas Sebentar lagi." ucap Viona yang masih sibuk menata makanan di meja.


"Udahlah kan bu Mina sudah di bantu mbak Sri juga, aku gak mau ya kalau sampai teman aku datang lihat kamu pakai baju ketat seperti ini." Ucap Reza dengan posesif nya. Mendengar Ucapan Reza membuat Bu Mina menahan tawanya.


"Masih pagi mas mukanya jangan di tekuk gitu, cepat tua loh entar." Kelakar Viona.


Tanpa banyak bicara Reza meraih tubuh Viona yang saat ini sedang membungkuk di depan meja, diangkatnya tubuh Viona hanya sekali hentakan.


"Mas turunin mas, aku bukan karung beras mas!!!" teriak Viona sambil memukul punggung Reza. Kedua asisten rumah tangganya terkekeh melihat majikannya yang kian hari bertingkah lucu.


"Mas turunin mas!!"


"Oh ya ampun mas Reza aku bukan karung mas!!" Teriakan Viona menggema di ruang keluarga.


"mangkanya gak usah bandel!!kalau di suruh itu cepat di lakukan!!" ucap Reza yang masih tetap memikul Viona.


Setelah sampai di dalam kamar, Reza menghempaskan Viona di atas ranjangnya, ia berkacak pinggang melihat Viona yang terkekeh di atas ranjangnya, Seringai menggoda muncul di wajah Reza ketika ia menemukan ide untuk mengerjai Viona.


Pelan-pelan ia mendekat ke ranjang, ia mulai naik ke atas ranjang untuk mengungkung tubuh Viona. Viona tersentak melihat Reza sedang ada diatas tubuhnya. Viona menahan tubuh Reza dengan kedua telapak tangannya.


"M-*** Reza mau ngapain?" tanya Viona dengan nada terbata.


"Kenapa pagi ini kamu menggoda sekali dengan pakaian ketat seperti ini!!Aku jadi ingin memakan mu sayang!!" Ucap Reza dengan tatapan ingin memangsa.


"Mas minggir mas!!Aku mau mandi ah!!" Viona gelagapan melihat Reza yang semakin mendekat dengannya.


"Apa itu kode untuk mengajakku mandi bareng?" Tanya Reza dengan wajah yang semakin mendekat.


"Mas..." Ucap Viona dengan degub jantung yang berpacu dengan cepat. Reza tertawa dalam hati nya ketika melihat ekspresi Viona yang gelisah.


Tangan Viona tak lagi menahan tubuh Reza walaupun masih ada di dada bidang milik suaminya. Ia diam terpaku menatap wajah Reza yang semakin dekat dengannya, hembusan nafas Reza terasa di wajahnya.


Cukup lama Reza mengungkung tubuh Viona, Sialnya ia terbawa suasana yang ia ciptakan sendiri, ia semakin mendekatkan bibirnya dengan bibir Viona.


"Ah sial!! hanya dengan menindihnya kenapa wortel ini sudah menegang ingin di gigit kelinci Viona." umpat Reza dalam hati. Niat hati ingin menggoda Viona malah ia sendiri yang tergoda.


"Mas...mas Reza jangan sekarang mas!!belum saatnya kita melakukan ini." ucap Viona lirih ketika merasakan ada sesuatu yang bergejolak tengah menekan pahanya.


Reza tak menghiraukan ucapan Viona, bibirnya sudah menyentuh bibir kenyal milik Viona. Saat sedang asyik mengecup bibir Viona tiba-tiba ia di kagetkan ketukan pintu dari luar.


tok...tok...tok...tok...tok...


"Maaf non, tamu nya sudah datang, sekarang sedang menunggu di ruang tamu." ucap Mbak Sri dengan suara lantangnya.


"Astaga!!!mereka datang di saat yang tidak tepat!!SIAL!!" Reza menggeram kesal diatas tubuh Viona.


"Minggir dulu mas, Aku mau lihat tamu nya dulu." Ucap Viona sambil mendorong tubuh suaminya menjauh, ia terkekeh melihat wajah suaminya yang masam.


"Biar aku saja, kamu cepat mandi. Gak usah dandan yang cantik apalagi pakai baju sexy." ucap Reza sambil menarik tangan Viona untuk bangun dari ranjangnya.


"Iya mas iya...oh ya ampun suamiku kenapa berubah posesif sih!!" Viona menangkup pipi Reza dengan gemas nya.


"Aku ke depan dulu, kamu buruan mandi nya." ucap Reza dengan berjalan keluar dari kamar Viona.


Reza berjalan menuju ruang tamu dengan wajah yang di tekuk, ia sedikit kesal karena sudah gagal bermesraan dengan Viona.


"Wah Jun sepertinya ada yang gagal nyelup nih." Kelakar Gilang tanpa memandang Reza yang sedang berkacak pinggang memandang ketiga temannya.


"Ada yang nanggung dong Lang ha...ha...ha..ha!!!" sahut Farhan dengan tawanya yang menggema di ruang tamu.


"Lagian masih pagi masak iya udah main celap celup aja!!" timpal Juna yang sedari tadi menatap Reza yang masih memakai celana bola pendeknya.


Reza berjalan menghampiri ketiga temannya, Ingin rasanya ia menimpuk satu persatu dari mereka.


"Entar kan bisa Za di lanjut lagi." ucap Juna dengan santainya.


"Gue belum pernah nyelup Wortel sama istri gue, nganggur hampir 3 bulan." Reza mendongakkan wajahnya menatap langit-langit ruang tamu nya.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Reza membuat ketiga teman nya terbahak-bahak.


"Udah punya istri tapi nganggur!!" Seloroh Juna.


"Sepertinya ada yang sering main solo di kamar mandi nih ha..ha..ha..ha...." kelakar Gilang.


"Diam kalian!!! gue mandi dulu, kalian tunggu sebentar." ucap Reza sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Mandi apa ngelanjutin yang tadi." Farhan menggoda Reza yang sudah berlalu.


Hampir dua puluh menit Reza sudah selesai membersihkan diri, ia turun dari kamarnya bersamaan dengan Viona yang keluar dari kamarnya. Reza menggandeng tangan Viona menuju ruang Tamu untuk menemui teman-teman nya.


"Vi...kenalin ini namanya Farhan, yang tengah itu Namanya Juna dan yang paling pojok itu nama nya Gilang." Reza memperkenalkan semua teman nya pada Viona. Lalu Viona menjabat tangan satu persatu teman-teman Reza.


Belum sampai Viona duduk terdengar suara Mela dan Reva dari luar rumahnya, ia berjalan keluar untuk menyambut kedua temannya.


Mereka semua sedang berkumpul di ruang tamu, berkenalan satu sama lain dan mengobrolkan banyak hal. Viona teringat akan penjelasan yang di tunggu dari Mela, dengan segera Viona mengajak Mel dan Reva untuk ngobrol di Teras belakang rumahnya.


"Bentar ya bang Gilang, si Mela aku pinjem sebentar." ucap Viona pada Gilang.


"Jangan lupa di kembalikan, aku akan rindu jika jauh darinya." kelakar Gilang. Semua yang ada di ruang tamu mendengar Gilang yang membual.


Mereka bertiga duduk di depan kolam Renang, tak lupa membawa beberapa makanan ringan dan minumannya.


"Jadi Mel gimana elu bisa mendadak jadian sama sepupunya kak Husein?"


"Tunggu tunggu...Jadi yang tadi itu pacar baru elu Mel?" tanya Reva dengan penasaran.


"Iya gue jadi seminggu yang lalu." jawab Mela


"Kok bisa??Doni elu kemanain?" tanya Viona


"Jadi gini gengs cerita nya, Gue pertama kali ketemu kak Gilang tuh di club malam, waktu itu Doni maksa gue buat masuk ke kamar yang ada di lantai dua club itu, lebih tepatnya dia ngajakin gue making love." Mela menatap kedua temannya.


"Wah kurang ajar di Doni!!" Seru Reva


"Iya untung ada kak Gilang yang nolongin gue, kalau tidak pasti gue udah gak perawan saat ini." ucap Mela sendu.


"Setelah itu gue di anter pulang sama kak Gilang, kita tukeran nomer ponsel terus ya gitu kita jadian karena sama-sama nyaman. Gue juga baru tahu kalau kak Gilang itu sepupunya kak Husein." lanjut Mela.


"Wah dunia ini sempit ternyata." ucap Viona.


"Yakkk Gue jones sendirian dong!!Astaga padahal Gue gk jelek jelek amat loh kenapa bisa ya gue belum punya pacar!" ucap Reva dengan wajah yang di buat sesedih mungkin.


"Ha..ha..ha...ha..kasian banget sih lu Re." kelakar Mela.


_


_


_


Ada yang mau gak nih jadi pacarnya Reva????


_


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥