
Masih dalam suasana bahagia untuk seluruh mahasiswa yang telah resmi bergelar Sarjana. Semuanya belum ada yang pulang dari kampus, masih asyik ngobrol dengan teman-teman nya.
Viona berjalan keluar dari aula untuk menemui kedua temannya. Pak Surya dan Bu Yuni sudah pulang terlebih dahulu karena ada tamu yang menunggu di rumah.
"Vi sini Vi!!!foto yuk!!" Teriak Reva ketika melihat Viona sedang berjalan ke arahnya. Juna hanya menggelengkan kepalanya melihat kekasihnya yang berteriak di depan banyak orang.
Saat Viona sudah sampai di tempat kedua temannya, langsung saja mereka berfoto untuk mengabadikan momen terakhir mereka di kampus. Tentu nya dengan pasangan mereka. Entah sudah berapa foto yang sudah mereka ambil, yang jelas ketiga pria yang ada di situ sudah merasa bosan.
"Cari tempat ngerokok yuk!!" Ajak Gilang kepada Juna dan Reza.
"Boleh!!" jawab Juna.
"Sayang, kita cari tempat dulu ya!!mau ngerokok." pamit Reza kepada Istrinya yang di jawab anggukan oleh Viona.
Sepeninggalan Suaminya, Viona mengajak kedua teman nya untuk mencari bangku kosong yang ada di depan aula. Mereka duduk di dekat pintu keluar aula. Mereka masih melanjutkan berselfi untuk di unggah di sosial media milik masing-masing.
"Ini buket dari suami lu Vi?" tanya Reva sambil memegang lalu menghirup aroma bunga yang sangat wangi itu.
"Iya dong!! nih coba liat mas Reza ngasih hadiah apa??" Viona mengeluarkan kotak pemberian Reza dari tas nya.
"Waaaww bagus banget Vi!!! ahh jadi pengen!!" Mela melihat cincin pemberian Reza yang masih ada di dalam kotak.
"Entar malem kan elu dapat dari pacar lu." ucap Reva yang masih memegang buket milik Viona.
"Wahh ada yang bahagia diatas penderitaan orang lain nih!!" Sahut seseorang yang tiba-tiba muncul di samping bangku Viona. Suara itu milik Dinda atau yang di panggil Tomat oleh Mela.
"Eh kalau punya mulut di jaga dong!!" Ucap Mela yang sudah berdiri dengan mata yang melebar kepada si tomat yang ada di depannya.
"Eh kenapa lu yang nyolot!! Emang elu yang gue maksud haa??" Dinda berkacak pinggang menghadap ke Mela.
Viona memasukkan kotak cincinnya ke dalam tas, lalu ia berdiri untuk melerai Mela yang sudah siap bertempur dengan Dinda.
"Eh udah udah!! Duduk Mel, santai santai santai...." ucap Viona sambil mendorong Mela untuk duduk kembali di bangkunya. Viona membalikkan badannya untuk menghadap Dinda yang sedang berkacak pinggang.
"Ada masalah apa lu sama gue?" tanya Viona yang bersekedap.
"Elu itu gak tahu diri banget ya!! udah buat pak Andre masuk penjara, sekarang lu pamer kemesraan dengan suami lu di kampus ini." Ucap Dinda dengan wajah sinis nya.
"Trus masalah nya sama elu apa? gue mesra juga sama suami gue bukan sama pacar lu!!" Ucap Viona yang tak kala pedasnya. Mela dan Reva diam menyaksikan Viona yang sedang menghadapi si Tomat.
"Ya gak usah dong elu mesra di depan umum seperti tadi, pakek ngecup bibir lagi!! Emang elu gak malu apa setelah masalah apa yang menimpa lu sama pak Andre!!" ucap Dinda dengan sewot nya.
"Enggak tuh gue gak malu!!" Ucap Viona dengan menatap Dinda dengan tajam.
"Dasar gak tahu malu!! elu itu udah ngrebut pak Andre dari gue, sekarang pak Andre di bui gara-gara elu juga!! dan tadi elu bermesraan dengan suami lu di sini tanpa memikirkan perasaan pak Andre!! wanita macam apa elu itu Viona???" ucap Dinda dengan kobaran api amarah dalam dirinya.
"Udah selesai?" tanya Viona dengan wajah datarnya. Mela sejak tadi sudah gatal ingin meremas mulut si tomat yang tak tau malu itu.
"Jadi gini ya Adinda yang terhormat!! Gue tidak pernah merebut pak Andre dari elu, apalagi menarik perhatian pak Andre!! dan untuk masalah pak Andre yang di bui itu juga bukan salah Gue, itu konsekuensi yang harus di terima pak Andre karena sudah melakukan kejahatan!!" Ucap Viona dengan mata yang terus memandang si Tomat.
Mela, Reva dan Viona pergi meninggalkan Dinda yang terdiam di tempatnya. Sebelum menuruni tangga Mela dan Reva membalikkan badannya untuk menatap Dinda, mereka berdua menjulurkan lidah nya untuk mengejek Dinda, hal itu berhasil membuat Dinda semakin kesal dengan Viona and the geng.
Reza melihat wajah masam istrinya dari kejauhan. Ia menerka apa yang sudah terjadi dengan ketiga wanita yang sedang berjalan ke tempatnya saat ini.
"Kenapa wajah kalian di tekuk gitu?" tanya Gilang setelah membuang putung rokoknya.
"Tuh di atas ada tomat yang ngajak Ribut." ucap Mela dengan wajah cemberutnya.
"Mending sekarang kita pulang aja beb!!nanti kan ada acara di rumah." Gilang mengajak Mela pulang untuk mempersiapkan acara pertunangan mereka nanti malam. Karena rencana surprise sudah ketahuan Mela jadi tunangan nya langsung di laksanakan secara resmi nanti malam.
"Baiklah." Mela mengulas senyum nya.
"Oh iya guys nanti malam jangan lupa datang ya ke rumah gue ya." Mela mengingatkan kedua teman nya.
"Oke.." jawab Viona dan Reva dengan mengacungkan jempol nya.
Akhirnya semua masuk mobil masing-masing untuk meninggalkan kampus kebanggaan Viona. Selama dalam perjalanan Viona diam sambil menatap keluar jendela.
"Ada apa sih yang?" Reza penasaran dengan apa yang sudah terjadi.
"Mas apa aku jahat karena melaporkan pak Andre ke kantor polisi hingga pak Andre harus dipenjara dan mengalami gangguan jiwa?" tanya Viona sambil memandang wajah suaminya.
"Tidak. Pak Andre sendiri yang membuat dirinya masuk ke dalam penjara. Bukankah kita sudah memaafkan kesalahan pertamanya?kenapa dia tidak berubah malah dia dengan berani melecehkan dan menyakiti kamu. Dia sudah sepantasnya mendapatkan hukuman di penjara." ucap Reza sambil sesekali memandang wajah Viona.
"Kita bisa memaafkan kesalahan orang lain, tapi jika dia mengulang yang kedua apa lagi yang ketiga kali kita boleh sedikit membuat mereka Jera untuk tidak mengulang kesalahannya lagi, Begitu pun juga Aku yang, aku pernah membuat kesalahan besar di awal pernikahan kita dan kamu memaafkan tapi jika suatu saat aku membuat kesalahan yang sama maka kamu boleh menghukum ku sesuka hatimu." Reza mengusap lembut Rambut Viona dengan senyum yang mekar di bibirnya.
"Apa itu berarti mas Reza juga akan mengulangi kesalahan seperti saat itu?" tanya Viona.
"Tentu tidak sayang!! aku tidak akan membiarkan rumah tangga kita di ganggu oleh pelakor atau pun pebinor. Kamu mau berjuang bersama dengan ku untuk tidak membiarkan orang ketiga masuk di hubungan kita sayang?" Reza memandang wajah Istrinya dengan seksama ketika berhenti di lampu merah.
"Tentu sayang!! kita akan berjuang bersama." Viona menyandarkan kepalanya di lengan Reza dengan senyum yang terbit dari bibirnya.
_
_
_
Terima kasih kak sudah mampir kesini๐jangan lupa Like, komen dan Vote nya๐๐๐
_
_
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ