
Masih berdiam di kamar sang istri, Reza mencari make-up Viona di meja rias berwarna putih itu, ia bingung harus membawa yang mana, karena banyak sekali perlengkapan make up milik Viona.
"Viona pakek bedak yang mana sih ini?banyak banget macemnya, lipstiknya juga banyak banget warna nya, jadi seribet ini ya jadi wanita." gerutu Reza sambil memilih make up Viona.
Reza keluar dari kamar Viona dengan membawa beberapa perlengkapan untuk istrinya pagi ini. Sebelum melangkahkan ke kamarnya, Reza terlebih dahulu pergi ke dapur mencari bu Mina.
"bu mina....tolong nanti sarapannya di antar ke kamar saja ya..." ucap Reza.
"inggih tuan muda..." jawab bu Mina.
Reza berjalan meninggalkan dapur dan segera melangkah menuju kamarnya.
"eh Sri sini Sri, lihat tuan muda sekarang sudah satu kamar sama non Viona..." ucap bu Mina pada mbak Sri sambil terkekeh. Mbak Sri adalah asisten rumah tangga yang lebih muda dari bu Mina, yang biasanya bertugas membersihkan rumah.
"wah...sebentar lagi bakal ada bayi dong bu, hi...hi...hi..." jawab mbak Sri sambil tersenyum geli.
kedua asisten rumah tangga ini mengamati Reza yang mulai menaiki tangga menuju kamarnya.
**
Ceklek... suara pintu yang di buka oleh Reza sambil membawa perlengkapan Viona di tanggannya.
"kamu ganti baju disini saja, aku mau mandi" ucap Reza sambil meletakkan barang-barang Viona di atas ranjangnya. Viona hanya menganggukkan kepalanya pelan.
Tidak memakan waktu lama Reza sudah selesai mandi dan ganti baju, begitu pun dengan Viona. Mereka berdua sama-sama sudah rapi dan sedang sarapan di sofa yang ada di kamar Reza.
"Kamu masih demam?" tanya Reza sambil memandang Viona yang minum air putihnya.
"tidak... Aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing." jawab Viona sambil meletakkan gelas yang di pegang nya dari tadi.
"Apa perlu aku panggilkan dokter?" tanya Reza lagi sambil menatap wajah Viona.
"tidak usah, aku hanya butuh istirahat saja." jawab Viona
"Aku akan berangkat ke kantor kalau begitu, kamu istirahatlah dulu disini Vi..." ucap Reza sambil berdiri dari sofa.
"Hati-hati.." ucap Viona singkat tanpa memandang wajah suaminya.
Sesampainya di kantor Reza segera melangkahkan kaki nya dengan cepat untuk memasuki ruangannya.
"Dit... jadwal keberangkatan ku ke bali kapan?" tanya Reza sambil berjalan menuju kursi kebesarannya.
"bapak berangkat besok jam 6 pagi..." jawab Adit sambil membuka tab di tangannya.
"Ubah jadwalnya Dit, aku mau berangkat ke bali sore ini, carikan aku hotel di dekat apartemen Mirna". perintah Reza.
"Baik pak,akan saya ubah jadwal keberangkatan bapak." ucap Adit yang kemudian berlalu meninggalkan ruangan Reza.
Hari ini Reza tidak ada meeting, hanya menandatangani beberapa berkas yang menumpuk di mejanya. Di saat sedang fokus pada berkasnya tiba-tiba Reza di kagetkan suara dari pintu masuk.
"Woee... sok sibuk banget loe..." teriak Gilang sambil berjalan menuju meja Reza.
"Bos apa kita menggangu bos??" seloroh Juna yang ada di belakang Gilang.
"ckk.. kalian ternyata..." ucap Reza sambil menyebikkan bibirnya.
"Tumben kalian diem diem kesini..." tanya Reza sambil menutup berkas di mejanya.
"Gak ada kerjaan gue,vjadi tadi gue nyamperin Gilang dan ngajak dia datang kesini..." jelas Juna sambil mendaratkan tubuhnya di sofa.
"Elu gak ngabarin Farhan kalau kesini.." tanya Reza sambil membuka ponsel nya untuk menghubungi Yola agar di bawakan minuman untuk teman-teman nya.
"Dia masih ada kerjaan, nanti juga bakal nyusulin kesini bro.." jawab Gilang.
Tak lama ternyata benar juga ucapan Gilang, tiba-tiba Farhan muncul bersamaan dengan Yola yang membawa minuman untuk mereka.
"Hay bro..." sapa Farhan sambil menjabat tangan teman-teman nya.
🔥
🔥
🔥