Wheel Of Love

Wheel Of Love
Juna dan Reva jadian?



Waktu terus berlalu, langit berubah menjadi gelap. bintang bertaburan di langit yang gelap tengah menghiasi malam yang terang karena bulan.


Setelah menikmati makan malam nya, Reza dan Viona duduk santai di ruang keluarga yang ada di lantai dua rumahnya. Reza benar-benar tidak mengizinkan Viona untuk turun. Viona hanya melakukan kegiatannya di lantai dua, hal itu membuatnya merasa bosan padahal baru sehari ia berada di lantai dua.


Saat ini keduanya sedang bermesraan di ruang keluarga lantai dua rumahnya, Viona membaringkan kepalanya di atas paha Reza. Mereka bersenda gurau untuk mengusir suasana sepi di rumahnya.


Reza menggelitik perut Viona karena gemas melihat istrinya yang sejak tadi menggoda nya. Tawa lepas keluar dari mulut Viona.


"Ehem...ehem..ehem...!!!!" Tiba-tiba suara deheman terdengar dari tangga rumah Reza, hal itu berhasil membuat Reza menolehkan kepala nya untuk melihat siapa yang datang.


"Sepertinya kita datang di saat yang tidak tepat!!" seru gadis berambut panjang yang tak lain adalah Mela.


Viona bangun dari pangkuan Reza karena mendengar suara temannya juga ada di situ. Reza bangkit dari tempat duduknya untuk menyambut tamu agung yang tak di undang. Memang tadi Reza berpesan kepada Bu mina jika ada tamu langsung saja di suruh naik ke atas.


"Ck. para pengganggu datang!!" Reza berdecak ketika sampai di hadapan Juna, Gilang, Farhan, Mela dan juga Reva.


"Nanti kan bisa di lanjut lagi mesra-mesra nya bro." ucap Farhan.


"Jadi kita tidak boleh duduk nih??" Juna bersekedap menatap Reza yang berkacak pinggang.


"Kita kesini tuh mau jenguk Viona loh Kak Reza." ucap Reva.


"Ayo kita duduk di sana." ucap Reza sebelum berjalan menuju sofa tempat Viona berada.


"Hay guys!!!" Viona melambaikan tangan nya kepada Reva dan Mela. Keduanya langsung saja berjalan dengan cepat untuk segera menghampiri Viona. Mereka berdua duduk di sisi kanan dan kiri Viona.


"Gimana keadaan elu Vi?" tanya Reva.


"Apa elu baik-baik aja Vi?" tanya Mela juga.


"Aku gak papa kok tapi ya gitu jadi gak bebas gerak, gue gak boleh banyak Gerak." Viona menjelaskan keadaannya.


"Yaaaa ada yang puasa dong!!" Sahut Gilang yang baru saja duduk di sofa yang berada di hadapan ketiga wanita cantik itu.


"Huahahahaha!!! ada Wortel yang berdiam diri di sarangnya." Sahut Farhan yang tidak bisa menahan tawanya.


"Jadi kalian kesini cuma ingin mengatakan itu?" Reza bersekedap memandang ketiga teman nya.


"Tenang bro!!kita kesini mau jenguk istri elu, katanya habis jatuh?" ucap Juna dengan tenang.


Mereka bertiga akhirnya ngobrol santai sambil menikmati makanan dan minuman yang baru saja diantar oleh mbak Sri. Reza menceritakan kejadian yang menimpa istrinya, hal itu membuat ketiga teman nya menjadi geram. Namun Viona bisa membuat mereka tenang kembali dan membahas hal lain yang menyenangkan.


Viona sejak tadi mengamati tatapan mata antara Juna dan Reva yang tak biasa. Awalnya ia tidak sengaja melihat tatapan Juna kepada Reva yang berbeda dari biasanya. Viona terus mengamati keduanya sampai akhirnya ia tidak sanggup lagi menahan rasa penasarannya.


"Sebentar...sebentar!!! sepertinya ada sesuatu disini yang tersembunyi." ucap Viona tiba-tiba


"Ada apa sayang?" tanya Reza setelah meletakkan gelas berisi minuman di tangannya.


"Reva...Ada hubungan apa elu sama kak Juna?" tanya Viona yang menatap Reva di samping nya. Semua orang memandang ke arah Juna dan Reva.


Pertanyaan Viona berhasil membuat Reva gelagapan karena menyembunyikan sesuatu dari mereka semua.


"Ti-tidak a-da apa-apa Vi!!" Reva tergagap


"Bohong!!dari tadi aku mengawasi kalian, tatapan kalian sepertinya ada yang beda. Kalian pacaran?" Sarkas Viona. Pertanyaan Viona membuat semua melebarkan matanya, mereka semua tidak percaya jika semua itu benar. Karena Juna tidak semudah itu untuk jatuh hati kepada wanita apalagi ia belum lama mengenal Reva.


"Iya kami pacaran!!" Jawab Juna yang berhasil membuat semua ternganga.


"Kami baru jadian kemarin." lanjut Juna.


💠FLASHBACK ON💠


Beberapa bulan yang lalu waktu hari minggu Juna datang ke rumah Reza dengan kedua teman nya. Ia melihat ada teman Viona yang membuatnya tertarik ingin mengenalnya lebih jauh. Ia terus menatap gadis bernama Reva yang sedang ngobrol dengan Viona. Namun belum sempat ia berkenalan Viona membawanya ke dalam rumahnya.


Karena ada prahara yang menimpa istri sahabatnya, akhirnya mereka semua berinisiatif pulang agar suami istri itu menyelesaikan permasalahan yang di buat oleh mantan kekasih Reza yang bernama Mirna.


Dalam perjalanan pulang ia melihat gadis yang berhasil menarik hatinya sedang berdiri dengan muka yang di tekuk di depan kap mobilnya. Juna tau ada yang tidak beres dengan mobil gadis itu, akhirnya ia menepikan mobilnya di pinggir jalan dan turun dari mobilnya. Ia menghampiri Reva yang menekuk wajahnya.


"Kamu teman istrinya Reza kan?" tanya Juna ketika sudah sampai di dekat Reva.


"Ah iya, kakak yang tadi di rumah Viona itu ya?" Tanya Reva sambil menatap wajah Juna.


"Kenalin aku Juna." Juna mengulurkan tangan nya kepada Reva.


"Reva." ucap Reva sambil menjabat tangan Juna.


"Kenapa mobilnya?" tanya Juna setelah melepaskan tautan tangan nya.


"Coba aku lihat, buka kap nya." ucap Juna sambil membuka kancing tangan kemeja nya.


"Ah iya kak." Reva buru-buru membuka kap mobil dari dalam.


Juna mencoba mengotak atik mesin mobil Reva, agak lama Juna membenarkan sesuatu yang tidak beres yang ada di mobil Reva.


"Coba kamu nyalakan mesin nya." ucap Juna setelah membenarkan mesin mobil Reva.


"Ah iya kak." Reva segera berjalan ke tempat kemudinya, ia menyalakan mobilnya dan ternyata berhasil.


"Wah mobilnya bisa nyala lagi kak, makasih kak." ucap Reva ketika Juna menutup kap mobil Reva.


"Iya sama-sama." ucap Juna sambil membenarkan kancing kemejanya lagi.


"Wah harus membayar dengan apa nih kak??" kelakar Reva.


"Bagaimana kalau nanti malam kamu nraktir aku di cafe D'loodts?" Tanya Juna sambil bersandar di kap mobil Reva.


"Boleh kak, nanti kita ketemu di sana jam delapan malam ya." ucap Reva dengan wajah yang berseri, tak tau kenapa hatinya terasa bahagia ketika Juna mengajaknya ketemu di cafe.


"Aku boleh minta no. ponsel kamu?siapa tahu nanti aku terlambat, jadi bisa ngabarin kamu." ucap Juna sambil mengeluarkan ponselnya.


"Boleh kak." ucap Reva, lalu ia mengetik no. ponselnya di ponsel milik Juna.


"Ya sudah kak aku pamit duluan ya. Sekali lagi terima kasih sudah membantuku kak." Reva menjabat tangan Juna.


"Sama-sama." ucap Juna dengan senyum indah yang mengembang di wajahnya. ia memandang mobil Reva yang terus berjalan membelah jalanan sampai hilang dari pandangannya.


Setelah pertemuan itu, akhirnya Juna memutuskan untuk mendekati Reva karena hatinya terasa nyaman berada di dekat Reva, Namun Juna menyuruh Reva untuk merahasiakan semua itu dari teman-temannya terlebih dahulu.


Hanya beberapa bulan mengenal Reva berhasil membuat Juna yakin ingin memiliki Reva se utuhnya. Ia memutuskan untuk menikahi Reva maka dari itu kemarin ia datang ke rumah Reva untuk menemui orangtua nya. Juna mengatakan keinginannya untuk menikah dengan Reva tanpa harus pacaran terlalu lama.


Awalnya orangtua Reva ragu untuk menerima Juna, namun melihat tatapan Reva yang mencintai Juna berhasil membuat hati orangtua Reva luluh dan akhirnya merestui hubungan mereka.


💠FLASHBACK OFF💠


Semua terngangah mendengar cerita Juna yang akan menikahi Reva secepat itu. Mereka semua hampir tidak percaya dengan tindakan Juna yang tiba-tiba namun mereka semua tahu kalau Juna bukan orang yang suka main-main dengan wanita.


"Terus kapan kalian akan menikah?" tanya Reza ketika Juna selesai bercerita.


"Setelah Reva selesai wisuda." jawab Juna.


"Wah sebentar lagi dong!!" Sahut Mela.


"Gila lu bro!!elu mau nyalip gue nih ceritanya??" tanya Gilang.


"Elu kelamaan sih!!" jawab Juna dengan wajah datarnya.


"Elu aja yang udah kagak nahan!!" Sarkas Gilang


"Elu jangan lama-lama Lang pacaran sama Mela, buruan lamar sana keburu di rebut Farhan tuh!!" sahut Reza yang berhasil membuat semua melebarkan matanya.


"SIALAN LU ZAA!!" teriak Farhan sambil melempar bantal sofa ke arah Reza.


Mereka semua tertawa melihat Wajah kesal Farhan yang sejak tadi diam mendengarkan cerita Juna.


_


_


_


Kira-kira di tulis gak nih kisah Juna-Reva dan Gilang-Mela??apa fokus ke cerita Viona dan Reza aja??


Komen di bawah ya kak jawabannya😀😉


_


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥