Wheel Of Love

Wheel Of Love
Kelinci yang berdarah...



Satu hari menjadi Raja dan Ratu memang sangatlah indah, Rasa lelah harus di tahan sampai selesainya rangkaian acara yang sudah di susun dengan matang.


Malam kian larut, Acara gala dinner telah selesai di selenggarakan. Gurat kelelahan terlihat di wajah Viona. Reza menghampiri Viona yang sedang duduk di salah satu meja yang ada di tengah ruangan.


"Kita ke kamar yuk!!Kita istirahat." ajak Reza. Viona menganggukkan kepalanya tanda ia setuju dengan ajakan sang suami.


Viona bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan di samping Reza, tangan keduanya saking bertautan, menegaskan kepada semua yang melihat bahwa mereka saling memiliki satu sama lain.


Viona berjalan dengan bertelanjang kaki, ia melepas high heels yang sejak tadi di pakainya. Reza hanya tersenyum melihat kelakuan lucu istrinya itu.


Pintu kamar sudah terbuka, mereka berdua masuk ke dalam kamar, Reza melepas sepatu dan kemejanya sementara Viona sedang menghapus make up nya di meja rias yang ada di dalam kamar hotel ini.


Dengan bertelanjang dada Reza menghampiri Viona yang sedang duduk sambil berkali-kali menuangkan air pembersih make up di kapas yang di pegang nya.


Reza berdiri di belakang Viona. Tangan nya di letakkan di kedua bahu milik Viona. Reza mengamati Viona lewat pantulan cermin di depannya.


"Mana sisirnya?biar mas bantu." ucap Reza yang sedang menatap Viona lewat cermin. Viona hanya tersenyum mendengar Reza yang berinisiatif membantunya. ia memberikan sisir yang ada di meja kepada sang suami.


Dengan Pelan Reza mulai melepas gulungan rambut Viona, ia mengurai rambut panjang milik istrinya itu.


Reza mulai menyisir rambut Viona dengan gerakan yang sangat lembut dan pelan. Di tatapnya rambut hitam yang harum dan lembut itu sampai rambut Viona terurai dengan rapi.


"Makasih mas udah di bantu." Viona mengulas senyum nya sambil menatap Reza dari pantulan cermin di depannya.


"Aku mau mandi dulu mas." lanjut Viona


"Jangan!!ini terlalu larut untuk mandi. Besok aja ya mandinya." Reza menghawatirkan kesehatan Viona.


"Ya sudah kalau begitu aku gosok gigi aja deh mas sama cuci muka." Viona berdiri dari tempat duduknya. Reza hanya diam sambil memandang Viona yang sudah berlalu ke kamar mandi.


Sambil menunggu istrinya, Reza melepas celana nya dan mengganti dengan celana kolor pendek yang di padu dengan kaos tanpa lengan.


Tidak lama setelah itu Viona keluar dari kamar mandi dengan piyama tidurnya. Sebelum masuk ke kamar mandi Viona mengambil piyama nya terlebih dahulu karena ia masih malu untuk mengganti pakaiannya di hadapan Reza.


Kali ini Giliran Reza yang membersihkan diri di kamar mandi. Ia menggosok gigi nya sebelum tidur dan membasuh muka nya.


Viona menyandarkan Tubuhnya di headboard ranjang. ia membuka ponsel yang seharian ini di abaikannya. Terlihat banyak nya pesan masuk dan notifikasi dari sosial medianya. Belum sempat ia membalas pesan nya tapi Reza sudah keluar dari kamar mandi. Viona meletakkan lagi ponselnya di atas nakas.


Reza naik ke atas Ranjang dan ikut duduk di samping Viona. Ia merentangkan tangannya dan memberi isyarat kepada Viona untuk mendekat dan masuk dalam dekapannya. Di cium nya Puncak kepala Viona berkali-kali dengan penuh cinta.


"Mas...Apa Vio boleh minta sesuatu?" tanya Viona yang sedang bersandar di dada Reza.


"Katakanlah apa yang kamu inginkan sayang?" jawab Reza yang sedang membelai rambut Viona.


"Berjanjilah satu hal kepadaku mas!" ucap Viona.


"Apa yang bisa aku janjikan untukmu sayang?" Reza mengusap lembut pipi Viona dengan jarinya.


"Jangan mengucapkan kata perceraian ataupun perpisahan meskipun kita sedang dalam masalah yang besar, cukup sekali aku mendengar mas Reza mengucapkan kata perceraian. Mulai hari ini dan seterusnya jangan lagi mengucapkan kata-kata itu mas meskipun itu terucap dalam hatimu mas." ucap Viona sambil menatap manik hitam milik Reza.


Reza meraih kedua tangan Viona, di genggamnya kedua tangan Viona dan di kecup nya satu persatu punggung tangan milik Viona.


"Maafkan aku pernah mengatakan kata menyakitkan itu sayang." ucap Reza


"Aku tidak bisa menjanjikan apapun untuk kamu, tapi aku akan berusaha dengan keras untuk melupakan kata itu dalam otakku. Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan anak-anak kita kelak. Aku tidak berani mengucapkan janji di hadapanmu sayang karena itu akan menjadi beban, Aku tidak mau kita menjalani pernikahan ini dengan beban di dalamnya." Ucap Reza dengan panjang lebar.


"Kalau ada masalah kita selesaikan bersama, Ingat jangan menyembunyikan hal sekecil apapun dalam pernikahan ini. Kita harus terbuka demi mewujudkan rumah tangga yang bahagia sayang..." Lanjut Reza.


Viona langsung saja memeluk suami yang ada di hadapannya. Ia terharu mendengar apa yang di ucapkan oleh Reza.


"Terima kasih mas sudah memberikan semua ini untukku." ucap Viona di dada suaminya.


"Jangan takut karena kesalahan di masa lalu, sekarang mari kita menata masa depan bersama. Oke sayang??" ucap Reza yang di jawab anggukan oleh Viona.


"Sekarang tidurlah, sebelum aku berubah pikiran." ucap Reza saat mengurai pelukannya.


"Lagian si kelinci kan lagi berdarah jadi tidak bisa dong makan Wortel nya mas Reza." ucap Viona sambil membenarkan posisi bantalnya.


"Ckk. Aku jadi kesal mengingat kelinci mu yang berdarah itu." Reza berdecak Kesal.


Reza menarik tubuh Viona agar masuk kedalam dekapannya. Mereka berdua tidur dengan posisi tubuh saling berpelukan. Tidak terjadi apapun diantara mereka berdua malam ini karena tragedi kelinci yang sedang berdarah. Hanya ada Good night kiss sesaat sebelum mereka sama-sama terlelap dalam tidurnya.


_


_


_


Jadi ikutan ngantuk nih othor😴😴😴Maaf ya baru bisa up malam iniπŸ˜€


_


_


_


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯