Wheel Of Love

Wheel Of Love
Bonus untuk semua karyawan



Reza terus menatap layar monitor yang ada di hadapan nya dengan mata yang berbinar. ia menatap gambar seperti kacang yang sangat kecil. Dokter kandungan yang bernama Grace itu tengah menempelkan alat USG di perut Viona untuk memastikan usia janin Viona.


Setelah pemeriksaan selesai, Viona dan Reza duduk di hadapan Dokter Grace yang sedang tersenyum dengan ramah.


"Selamat ya Bu Viona, usia kandungan ibu sudah berjalan empat minggu." ucap Dokter Grace sambil menatap Viona.


"Bagaimana keadaannya dok?apa baik-baik saja?" tanya Viona memastikan.


"Baik bu, tapi bu Viona tidak boleh melakukan aktivitas yang berlebihan ya karena di usia ini rawan sekali terjadi keguguran." Dokter Grace menjelaskan tentang kehamilan Viona.


"Dok, istri saya kalau pagi suka muntah-muntah, apa itu tidak berbahaya?" Kali ini Reza yang bertanya.


"Itu nama nya morning sickness pak, ibu hamil biasanya mengalami hal itu. Jadi bapak tidak usah khawatir, nanti saya Resepkan Vitamin untuk bu Viona. Jangan lupa asupan gizi nya juga di jaga dengan baik ya bu." ucap dokter Grace sebelum menuliskan resep vitamin untuk Viona.


Setelah mendapatkan resep dari dokter Grace, Viona dan Reza keluar dari ruangan dokter Grace dengan raut wajah yang bahagia. Reza terus menggenggam tangan Viona saat berjalan di koridor rumah sakit.


"Nanti obat nya kita beli lewat aplikasi saja ya yang, sekarang kamu iku mas ke kantor sebentar." ucap Reza ketika keluar dari lobby rumah sakit.


"Iya mas, tapi entar kita kerumah mama ya..pasti mama seneng kalau tau aku hamil." ucap Viona setelah masuk ke dalam mobilnya.


"Boleh, asal kamu tidak kelelahan di jalan ya sayang." Reza menyalakan mobil nya.


Reza segera melajukan mobil nya arah kantornya, karena ada beberapa berkas yang sudah menunggu persetujuannya.Viona duduk sambil menatap jalanan yang ada di hadapannya. ia terlihat begitu bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu muda.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Reza sudah sampai di kantor nya. ia masuk ke dalam kantornya dengan menggandeng tangan Viona. Keduanya memancarkan aura kebahagiaan di wajah masing-masing.


Reza segera masuk ke ruangan nya, sedangkan Viona pergi ke pantry untuk membuatkan kopi suaminya. Reza memanggil Adit dan Yola untuk masuk ke ruangannya karena ada sedikit pemberitahuan.


"Maaf pak ada apa bapak memanggil saya?"tanya Adit yang sudah di persilahkan duduk oleh Reza di hadapannya. Begitupun dengan Yola, ia segera duduk di hadapan bos nya itu.


"Jadi begini Dit, bulan ini tolong tambahkan Bonus untuk semua karyawan kita, baik karyawan tetap, kontrak atau pun OB, pokoknya semua harus dapat." ucap Reza sambil menatap Adit.


"Dalam rangka apa ya ini pak?" tanya Adit.


"Istri saya hamil dit, jadi saya ingin memberikan bonus untuk semua karyawan sebagai bentuk rasa syukur atas kehamilan istri saya." ucap Reza kepada Adit.


"apa??istri nya hamil??jadi pak Reza benar-benar mencintai istrinya." gumam Yola dalam hati yang sedikit terkejut mendengar Istri bos nya tengah hamil muda.


"Wah selamat ya pak, akhirnya bapak akan menjadi seorang ayah." ucap Adit dengan raut wajah yang ikut bahagia.


"Terima kasih Dit, tolong segera urus masalah bonus ini dengan kabag keuangan." ucap Reza


"Dan untuk kamu Yola, tolong Ganti aturan sesuai dengan yang sudah saya kirim kan lewat e-mail." Perintah Reza untuk Yola.


"Baik pak. Selamat pak atas kehamilan istri bapak." ucap Yola dengan wajah yang di buat se manis mungkin untuk menyembunyikan ketidaksukaan nya. Ketiga nya melanjutkan membahas seputar proyek baru yang sedang mereka kerjakan.


Viona masuk ke dalam ruangan suaminya ketika mereka bertiga selesai membahas masalah pekerjaan. Viona berpapasan dengan Yola yang akan keluar dari ruangan suaminya. Yola menatap Viona dengan sinis, ia semakin tidak suka terhadap Viona karena kehamilannya.


"Dasar perempuan aneh!!" gumam Viona ketika memandang punggung Yola yang hilang di balik pintu. Viona meletakkan secangkir kopi dan jus alpukat di meja suaminya.


"Terima kasih Mi.." ucap Reza.


"Ih mas Reza, kan anak nya belum lahir, masak iya udah panggil mami." Viona menyebikkan bibirnya.


"Ya gak papa dong Mi, kalau anak kita sudah lahir biar sudah terbiasa." ucap Reza tanpa menatap Viona.


"Terserah mas Reza lah." Viona pasrah.


Akhirnya obrolan mereka tidak berlanjut. Viona masuk ke dalam kamar pribadi Reza untuk istirahat karena tiba-tiba saja kepala nya merasa pusing.


Karena khawatir dengan kondisi istrinya, Reza sejak tadi mondar mandir sambil menandatangani berkas di meja nya. setiap selesai mengecek satu berkas ia masuk ke dalam kamar pribadi nya untuk melihat Viona yang sedang terlelap, sungguh Berlebihan tindakan Reza kali ini.


Waktu terus berlalu, tidak terasa jam pulang dari kantor telah tiba, Reza membereskan meja nya dan berjalan ke kamar pribadi nya untuk menghampiri istrinya.


Viona sudah rapi setelah mencuci mukanya. ia sudah siap untuk pergi ke rumah orangtuanya. Tanpa menunggu lama Reza pun mengikuti istrinya yang sudah membuka pintu kamar pribadi. Mereka berjalan menuju mobil yang ada di tempat parkir khusus untuk Reza.


Perjalanan menuju rumah pak Surya lumayan padat. Viona beberapa kali mendengus kesal karena terjebak macet.


"Duh, macet terus!!" gerutu Viona


"Sabar dong sayang, sebentar lagi juga sampai." ucap Reza sambil menatap Viona yang menekuk wajahnya.


Lima belas menit kemudian mereka akhirnya sampai di halaman luas milik pak Surya. Viona tidak sabar ingin segera masuk ke dalam rumahnya.


"Assalamualaikum ma...mama..." Teriak Viona yang sudah berada di ruang tamu.


"Maa.....mama...papa..." Teriak Viona dengan kencang nya. Ia terus masuk ke dalam rumahnya. Suasana nya begitu sepi.


"Hay anak mama!!" Teriak Bu Yuni dari lantai dua rumahnya. Bu Yuni Segera turun menyambut Anak nya yang baru saja datang.


Reza membungkukkan badannya untuk mencium punggung tangan Bu Yuni dengan hormat yang diikuti oleh Viona.


"Papa kemana ma?kak Dika dan kak Riki juga kemana?" Viona mengedarkan pandangannya untuk mencari kedua kakaknya.


"Papa belum pulang sayang, kak Dika juga masih belum pulang, kalau kak Riki tadi pergi ke sentul." ucap bu Yuni sambil memandang Wajah putrinya.


"Kalian ke kamar dulu gih, istirahat sama mandi. mama mau menyiapkan makan malam dulu." ucap Bu Yuni.


"Oke ma..." Viona mengacungkan jempolnya sebelum berjalan menuju kamarnya.


_


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥