
Suasana pagi di taman milik Viona terasa sejuk dan menenangkan. Banyak nya tanaman yang tertata rapi membuat siapapun yang berada di situ akan merasa nyaman, apalagi di saat setres tengah melanda diri.
Bu Salma merasa nyaman berada di taman ini, pandangan nya sejak tadi tak lepas dari bunga yang sedang mekar di hadapan nya. Bu Salma merasakan kenyamanan hati dan jiwa nya.
"Nak, kamu beli bunga itu dimana?bagus banget." ucap Bu Salma tanpa memandang Viona yang ada di sampingnya, namun tak ada jawaban dari Viona.
Bu Salma mengalihkan pandangan nya ke samping, beliau melihat Viona sedang melamun dengan sendok yang masih ada di tangan nya. Bu Salma diam sambil menatap Viona dengan tajam.
"Pasti ada yang tidak beres." Gumam Bu Salma dalam hati.
Karena tak kunjung tersadar dari lamunan nya, akhirnya bu Salma memutuskan untuk menepuk pundak Viona dengan pelan.
"Eh iya ma ada apa ma?" Viona tersentak dari lamunannya karena terkejut dengan tepukan bu Salma di bahu nya
"Ada masalah apa?" tanya bu Salma menyelidik
"Ah tidak ada apa-apa ma." Viona berbohong kepada bu Salma. Semua keluarganya tidak ada yang tahu tentang masalah yang di hadapi oleh Reza saat ini. Baik Reza maupun Viona mereka ingin menutup masalah ini agar keluarga nya tidak khawatir dengan kondisi nya perusahaan nya saat ini.
Tiba-tiba Viona memegang perutnya yang terasa kram, hal itu membuat bu Salma khawatir melihat ekspresi kesakitan di wajah Viona.
"Ada apa nak?apa perutmu sakit?" Tanya Bu Salma sambil memegang perut Viona.
"Tiba-tiba perutku kram ma." jawab Viona.
"Rileks kan pikiranmu nak, sekarang tarik nafas lalu buang." ucap Bu Salma yang kemudian di ikuti oleh Viona. Ia melakukan berkali-kali apa yang di ucapkan oleh mertuanya itu.
Beberapa saat kemudian perut Viona sudah kembali normal lagi. Viona bernafas lega karena tidak terjadi sesuatu yang serius pada dirinya. Ia menatap Bu Salma dengan senyum yang mengembang dari bibirnya.
"Terima kasih ma." ucap Viona.
"Jangan terlalu banyak fikiran nak, ingat kamu sedang hamil jadi tidak boleh setres ya pikiran nya." Bu Salma mengusap rambut Viona dengan penuh kasih sayang.
"Jadi sekarang beritahu mama, apa yang sedang terjadi?" Imbuh bu Salma. Viona tertegun mendapat pertanyaan seperti itu dari mertuanya. Ia menjadi bingung harus bagaimana menyikapi keadaan ini.
"Reza pergi ke bali bukan untuk menemui investor baru kan?" Bu Salma semakin penasaran karena sejak tadi Viona hanya diam mematung.
"Iya ma, disana sedang ada masalah serius." Viona menunduk kan kepalanya.
"Disana sedang terjadi korupsi besar yang menguras keuangan perusahaan ma." lanjut Viona.
Bu Salma tersentak mendengar ucapan menantunya itu, Beliau terkejut mendapat berita bahwa putra nya sedang di rundung masalah yang serius.
"Kenapa kalian tidak cerita ke mama dan papa?kenapa kalian menyembunyikan ini dari mama?" tanya Bu Salma dengan suara yang agak keras, beliau sedikit kecewa dengan sikap anak dan menantunya itu.
"Maaf kan kami ma, kami hanya tidak mau membuat semua orang khawatir." Viona menatap wajah bu Salma dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Viona tidak bisa lagi menahan air mata nya dan setetes air mata berhasil turun ke pipi nya.
"Maafin mama nak, mama tidak bermaksud untuk membentak mu, mama hanya syok karena tahu masalah ini dengan terlambat." Bu Salma meraih tubuh menantunya untuk masuk ke dalam pelukan nya.
"Jangan khawatir nak, Kamu jangan ikut stres karena hal ini, jaga kandungan mu dengan baik ya." ucap Bu Salma yang sedang menepuk pelan lengan Viona.
"Kamu tidak usah khawatir, pasti Reza akan menjaga dirinya dengan baik. Papa dan Mama pasti akan membantu menyelesaikan masalah ini. Jadi kamu harus fokus menjaga kandungan mu agar tetap sehat ya nak..." Bu Salma menenangkan menantunya yang sedang terisak di dada nya.
"Sekarang kita masuk Yuk!!" ucap Bu Salma sambil mengurai pelukan nya. Beliau menatap wajah sendu menantunya itu sambil mengusap sisa air mata yang ada di pipi Viona.
"Apa yang sebenarnya terjadi disana??aku kecolongan satu langkah karena terlalu lengah melihat kebahagiaan Reza beberapa bulan ini." Gumam Bu Salma dalam hati sambil berjalan masuk ke rumah anak nya itu.
"Nak, kamu masuk dulu ya, mama mau ambil barang dulu di mobil, tadi ada yang ketinggalan." ucap Bu Salma saat baru sampai di teras rumah Viona.
"Baik ma." Viona segera masuk ke dalam rumahnya.
Bu Salma berjalan keluar menuju mobilnya. Disana Bu Salma duduk di kursi kemudi sambil membuka ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Tolong kamu cari tahu siapa dalang yang menyebabkan masalah di perusahaan milik putra saya yang ada di bali. Saya tunggu ya kabarnya!!" ucap Bu Salma setelah panggilannya terhubung dengan seseorang di sebrang sana. Bu Salma diam memikirkan solusi untuk menyelesaikan masalah putranya. Kemudian Bu Salma membuka ponselnya lagi untuk menghubungi Pak Danu mengenai hal ini.
"Baiklah pa, kita berangkat hari ini juga untuk menyusul Reza ke bali. Mama akan menghubungi jeng Yuni untuk datang kesini menemani Viona." Ucap Bu Salma sebelum memutuskan sambungan telfon dengan pak Danu. Beberapa menit yang lalu Bu Salma sedang berunding dengan pak Danu melalui sambungan telfon mengenai masalah yang terjadi pada putra kesayangan nya itu.
Dengan langkah cepat Bu Salma masuk ke dalam rumah untuk menemui Viona. Di lihatnya Viona sedang duduk bersantai sambil memangku toples yang berisikan kripik singkong.
"Nak, mama mau pulang dulu ya, ternyata di rumah ada tamu." ucap Bu Salma yang berbohong setelah duduk di sofa yang ada di hadapan Viona.
"Tapi jangan khawatir, mama tadi sudah menghubungi mama kamu biar kesini untuk nemenin kamu." Ucap Bu Salma dengan suara nya yang lembut.
"Ah iya gak papa ma, Viona berani kok di rumah, kan ada Bu Mina dan Mbak Sri jadi mama tidak usah khawatir." Ucap Viona sambil meletakkan toples kripik singkong di atas meja.
"Baiklah kalau begitu, mama pulang dulu ya... kamu disini aja tidak usah mengantar mama ke depan." ucap Bu Salma yang sudah berdiri dari tempat duduknya.
"Baiklah Ma. Hati-hati ya ma..." ucap Viona sebelum menjabat tangan Bu Salma.
"Oh iya nak, jangan cerita apapun tentang masalah ini kepada keluargamu ya nak, jangan buat mereka khawatir. Kamu bisa kan menjaga ini untuk mama?" Ucap Bu Salma sebelum berjalan keluar dari rumah putra nya.
"Iya, Mama tenang aja." Viona menganggukkan kepalanya. Akhirnya Bu Salma pulang dari rumah Reza dan melajukan mobilnya ke kantor Pak Danu yang sedikit jauh dari rumah Reza.
_
_
_
Terima kasih karena sudah mampir kesini kak😍
_
_
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥