Wheel Of Love

Wheel Of Love
Bu salma beraksi



Flashback On


Di sebuah Restoran jepang bu Salma sedang ada arisan dengan teman sosialita nya. Satu bulan sekali bu Salma dan anggota nya melakukan pertemuan yang berbentuk arisan. Semua anggota wajib hadir agar silaturahmi terjaga dengan baik.


Saat sedang asyik ngobrol tiba-tiba ponsel yang ada di meja bergetar, menandakan sebuah pesan masuk. Bu Salma segera membuka pesannya tak kala melihat nama si pengirim pesan.


Bu Salma mengamati satu persatu foto yang dikirimkan oleh orang suruhannya. Terlihat Viona sedang bertemu dengan Mirna. Di dalam pesan tersebut tertulis juga kalau Mirna sedang mengancam Viona agar meninggalkan putranya.


"Kurang ajar!!berani sekali perempuan ini menindas menantu ku. Ini tidak bisa di biarkan!!" Gumam Bu Salma dalam hati.


"Jeng... saya pamit duluan ya karena ada urusan mendadak ini. gak papa ya..." ucap Bu Salma kepada anggota nya.


"Iya jeng silahkan duluan...Sebentar lagi kami juga akan pulang." jawab salah satu teman bu Salma.


"Saya permisi dulu ya...maaf tidak bisa disini sampai acara selesai." ucap Bu Salma setelah menjabat tangan satu persatu anggota nya.


Dengan langkah cepat bu Salma segera keluar dari Restoran jepang ini. Beliau meminta supirnya untuk segera cepat pulang ke rumah. Dengan sedikit menambah kecepatan laju mobil, sang supir berhasil sampai di rumah bu Salma hanya dalam waktu 20 menit.


"Pak setelah ini antar saya lagi, pak Jono jangan kemana-mana!" ucap Bu Salma sebelum keluar dari mobilnya. Dengan sedikit berlari bu Salma masuk ke dalam kamarnya, beliau mengambil salah satu amplop coklat yang tertata rapi di dalam almari nya.


Bu Salma keluar dari rumahnya lagi dengan membawa amplop coklat di tangannya.


"Antar saya ke alamat ini pak." ucap bu Salma sambil menyerahkan secarik kertas kepada pak Jono.


"Baik nyonya." jawab Pak Jono. Tanpa menunggu lama lagi pak Jono mengemudikan mobil bu Salma menuju alamat yang ada di kertas dari bu Salma.


Di dalam mobil Bu Salma membuka ponselnya untuk melihat sebuah Video kiriman dari orang suruhannya. Di dalam Video itu terlihat Viona begitu berani menghadapi Mirna. Sebelum melihat Video itu Bu Salma mengira Viona akan menangis dan lemah saat di ancam oleh Mirna.


"Hmmm ternyata menantuku berani juga menghadapi perempuan seperti Mirna." Ucap Bu Salma lirih sambil menaikkan sudut bibirnya.


Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, Bu Salma sudah sampai di tempat tujuannya, dengan segera bu Salma masuk ke dalam Gedung Raksasa yang bernama Apartemen ini.


Ting tong...ting tong...ting tong...


Bu Salma berdiri di depan pintu, menunggu sang pemilik apartemen membuka kan pintunya.


Ceklek...Suara pintu terbuka dari dalam.


"Bu Salma???" teriak wanita penghuni apartemen ini yang tak lain adalah Mirna. ia hanya diam termanggu di ambang pintu tanpa mengatakan apapun. ia masih shock melihat siapa yang datang menemui nya.


"Apa saya boleh masuk ke dalam?" tanya Bu Salma dengan senyum ramah nya.


"Ah iya silahkan Bu..." ucap Mirna tergagap sambil memberi jalan untuk bu Salma masuk kedalam apartemen nya.


Bu Salma mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan yang ada di hadapannya. Kemudian tanpa di suruh beliau duduk di sofa yang ada di ruang tamu Mirna.


"Bu Salma ingin minum teh atau kopi atau jus buah, saya akan membuatkannya." ucap Mirna dengan hati-hati.


"Tidak perlu, saya hanya sebentar. Saya hanya ingin ngobrol dengan kamu, jadi duduklah!" ucap Bu Salma dengan wajah yang di buat se ramah mungkin. Mirna masih menerka apa tujuan mama nya Reza datang menemui nya.


"Ada hal penting apa sampai Bu Salma menemui saya disini?" Mirna memberanikan diri bertanya terlebih dahulu.


"Ah saya hanya ingin bertanya apakah kamu masih mencintai Reza saat ini?" tanya Bu Salma.


Mendengar pertanyaan bu Salma membuat Mirna sedikit bingung untuk menjawab, ia bertanya-tanya apa yang di inginkan bu Salma dari nya.


"Kenapa diam?jawablah...saya hanya ingin tahu!!" tanya bu Salma lagi.


"Saya masih mencintai Reza bu, Saya masih ingin bersama Reza." Akhirnya Mirna pun menjawab setelah berpikir sejenak.


"Oh jadi kamu masih mencintai Reza ya, maafkan saya ya...saya tidak tahu kalau kalian saling mencintai. Saya yang memaksa Reza untuk menikah." ucap Bu Salma


"emm saya mau kok bu jadi istri kedua Reza kalau bu Salma mengizinkan." Jawab Mirna dengan Ragu. ia berpikir bahwa Ini kesempatan nya untuk mendekati Bu Salma.


"Boleh saja...Asal kamu membuka dulu isi amplop coklat ini sekarang!" seringai jahat mulai nampak di wajah bu Salma.


Mirna menerima pemberian bu Salma yang berupa amplop coklat ini. ia menerka apa sebenarnya isi dari amplop coklat yang sedang di bukanya.


"Emm maksud bu salma apa?" Mirna tergagap


"Jadi kamu belum mengerti kenapa saya datang kemari?" tanya bu Salma. Mirna hanya menggelengkan kepalanya tanpa bersuara.


"Baiklah akan saya jelaskan." ucap Bu Salma.


"Saya tahu kamu terlibat prostitusi online sudah jalan dua bulan ini. Dan sepertinya kamu saat ini juga tengah naik level menjadi mucikari nya juga. Apa yang saya katakan benar?" Ucap Bu Salma sambil menatap tajam wajah Mirna.


"Da-dari mana Bu Salma tahu semua itu?" Tanya Mirna dengan terbata.


"Saya tahu semua yang kamu lakukan, saya juga tahu siapa saja yang jadi pelanggan kamu. Bahkan saya juga tahu kalau kamu tadi bertemu menantu saya dan mengancamnya." Bu Salma menjelaskan dengan detail kepada Mirna.


"Jadi apa yang bu Salma inginkan?" tanya Mirna to the point.


"Kalau kamu memang ingin menghancurkan anak saya dan istrinya silahkan saja..." Bu Salma menyeringai.


"Tapi jangan salahkan saya kalau sore ini kamu di ciduk oleh pihak kepolisian atas tuduhan porstitusi online." ucap Bu Salma.


"Jangan bu jangan lakukan itu." ucap Mirna


"Saya bisa menghancurkan karirmu hanya dengan menyerahkan amplop ini di kantor polisi." Bu Salma yang sudah merubah wajahnya dengan tatapan mengintimidasi, tidak ada wajah ramahnya lagi.


Mirna benar-benar tidak menyangka bahwa selama ini orangtua Reza selalu mengawasinya, seperti detektif yang mengincar mangsanya.


"Dari dulu saya tahu kamu bukanlah perempuan baik-baik, maka dari itu saya tidak merestui hubungan kalian. Untung saja saya segera menikahkan Reza dengan pilihan saya saat kamu sudah terjerumus dalam lingkaran prostitusi." Akhirnya bu Salma meluapkan semua yang di pendam nya selama ini.


Mirna hanya diam termanggu di sofa yang di duduki nya. Jalan nya sudah buntu untuk mendapatkan Reza, tidak mungkin ia melawan bu Salma yang terlihat anggun dan ramah tapi akan menjadi srigala saat kehidupannya terusik.


"Lalu apa yang harus saya lakukan untuk menyelamatkan karir dan nama baik saya?" tanya Mirna dengan air mata yang menetes. ia tidak mau namanya hancur begitu saja.


"Cukup kamu menjauh dari kehidupan kami terutama Reza dan istrinya, jangan mengganggu kehidupan kami apalagi berani menghancurkan keluarga kami. Saya akan menjamin semua rahasia kamu, tapi kalau sampai kamu sekali lagi berani membuat kerusuhan maka saya pastikan kamu akan mendekam di penjara." Bu Salma bersekedap sambil menatap Mirna.


"Baik bu saya janji tidak akan mengganggu keluarga bu Salma dan juga Reza. Saya minta maaf bu atas semua kesalahan saya. Tolong jangan hancurkan nama baik saya bu." Ucap Mirna dengan bersimpuh di kaki Bu Salma.


"Baiklah saya akan pergi dari sini. Saya harap kita tidak bertemu dalam kondisi seperti ini lagi." ucap Bu Salma sambil merapikan amplop coklat yang ada di meja.


"Saya permisi." Bu Salma berjalan keluar dari apartemen Mirna.


"Aku tidak menyangka orangtua Reza se cerdik ini. Bodohnya aku yang menganggap remeh keluarga Reza. Astaga bagaimana ini bahkan bu Salma tahu aku sudah masuk bisnis prostitusi. Aku harus menyelamatkan nama baik ku." gumam Mirna dalam hati yang masih duduk di lantai ruang tamunya.


Flashback Off


_


_


_


_


Jadi bagaimana episode kali ini gengs???"


_


_


jangan lupa follow ig aku @tie_tik


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥