
Waktu terus berlalu, waktu telah sampai di jam makan malam. Sejak tadi Bu Yuni menyiapkan menu favorit putrinya itu. Semua makanan telah tertata rapi di meja makan.
Semua keluarga sudah berkumpul di ruang makan, semua nya sudah duduk di kursi masing-masing, tinggal menunggu Viona dan suaminya yang belum juga keluar dari kamarnya.
"Selamat malam semua..." ucap Viona yang tiba-tiba muncul dari ruang keluarga.
"Sini sayang duduk, ayo kita makan." ucap Bu Yuni dengan senyum yang merekah di bibirnya.
"Mama masak kesukaan kamu nih!! ada oseng cumi sama udang asam manis. hmmmmm enak kan??" lanjut bu Yuni sambil meletakkan piring yang berisikan cumi Di hadapan Viona.
Viona segera membekap mulutnya ketika aroma cumi merasuk ke dalam indra penciumannya. Perutnya seperti di aduk-aduk dan bergejolak ingin di keluarkan. Tanpa bisa menahan lebih lama lagi Viona bangkit dari duduk nya dan langsung berlari menuju kamar mandi yang ada di belakang dapur.
"Hoek..hoek...hoek...hoek...." Viona mengeluarkan isi perutnya ke dalam closet.
"Sayang...apa ada yang sakit?" tanya Reza yang menyusul Viona ke kamar mandi. Ia membantu memijat pundak Viona.
"Aku enggak tahu mas, aroma cumi nya menyengat banget!!" ucap Viona setelah membersihkan bibirnya.
Sementara itu di Meja makan semua anggota keluarga Viona diam termanggu melihat Viona yang tiba-tiba muntah setelah menghirup aroma cumi. Bu Yuni bertanya-tanya apa masakan nya terlalu buruk sampai putrinya mual seperti itu.
"Rasa nya enak kok, seperti biasanya." ucap Bu Yuni setelah mencicipi masakannya.
"Apa Viona sakit ma?" tanya pak Surya sambil menatap bu Yuni yang masih berdiri.
"Tumben bener dia muntah setelah melihat cumi, biasanya paling cepat kalau menghabiskan cumi." gerutu Riki yang juga ikut mencicipi masakan mama nya.
"Mungkin hidungnya bermasalah kali kak." sahut Dika yang sejak tadi fokus dengan ponselnya.
Viona dan Reza kembali lagi ke ruang makan setelah keadaan nya sudah lebih baik. Viona menutup hidungnya ketika melihat piring cumi yang masih ada di meja makan.
"Mas Reza, jauhin cumi nya mas!!" ucap Viona dengan hidung yang tertutup dengan tangan nya
"Maaf ya ma, pa, kami merusak suasana makan malam ini." ucap Reza dengan wajah yang menunduk karena tidak enak hati kepada mertuanya.
"Vi, kamu ini kenapa?" tanya Pak Surya.
Viona memberikan kode kepada Reza untuk memberi tahukan kehamilan nya kepada semua keluarga yang ada di situ karena Viona masih membekap mulut dan hidung nya.
"Viona hamil pa...ma..." ucap Reza sambil menatap mertuanya bergantian.
Semua terperangah mendengar ucapan Reza, Dika yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya kini menatap Viona dengan seksama.
"Kamu serius hamil nak?" tanya bu Yuni meyakinkan kebenarannya. Viona hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan mama nya.
"Ah selamat ya sayang..akhirnya anak mama hamil!!mama seneng banget dengernya, wahhh mama sebentar lagi jadi nenek nih." ucap Bu Yuni dengan mata yang berbinar. Pak Surya tersenyum menatap anak dan menantunya yang akhirnya akan segera mendapat momongan.
"Wah wah wah...kita sebentar lagi punya keponakan dong!!" Seru Riki sambil menyikut lengan Dika.
Bu Yuni segera menyingkirkan Cumi yang ada di meja makan, karena beliau mengerti keadaan Viona saat ini yang tersiksa dengan aroma dari masakannya.
Viona menghela nafasnya dengan kasar karena berhasil membuka bekapan nya. Ia kembali duduk di tempatnya untuk mengambil makanan nya.
"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Reza yang akan mengambilkan makan untuk istrinya.
"Nak Reza biarkan mama yang mengambilkan makan untuk Viona ya..." ucap Bu Yuni yang sudah kembali dari dapur.
"Baik ma..." ucap Reza. Kemudian Bu Yuni mengambilkan makanan untuk Viona dengan porsi yang banyak. Viona ternganga melihat piringnya berisi makanan dua kali lipat lebih banyak dari biasanya.
"Di makan ya sayang!! Ibu hamil harus makan yang banyak biar janin nya sehat." ucap Bu Yuni sambil mengusap lembut puncak rambut Viona.
"Ma, harus ya makan sebanyak ini?" tanya Viona meyakinkan.
Dika dan Riki menahan tawanya ketika melihat wajah masam Adik bungsu nya yang tidak suka dengan makanan yang ada di piringnya.
Akhirnya semua makan dengan suasana yang membahagiakan. Bu Yuni sesekali menatap putrinya yang tengah melahap makanannya. Hatinya terasa lega melihat kebahagiaan di antara anak menantu nya.
"Sepertinya jeng Salma belum tahu berita ini. Setelah ini aku akan menelfon nya." gumam bu Yuni dalam hati sambil menikmati makanan yang ada di piring nya.
Makan malam telah usai, semua berkumpul di ruang keluarga untuk bersantai sambil menikmati makanan Ringan yang telah di hidangkan di atas meja, Reza, pak Surya, Dika dan Riki sedang asyik membicarakan masalah bisnis sedangkan Viona dan bu Yuni membicarakan masalah kehamilan.
"Vi, jangan olahraga terlalu berat, apalagi di usia yang masih muda begini." Tutur bu Yuni karena beliau tahu putrinya ini sering melakukan olahraga berat.
"Tidak boleh ya ma?berarti Vio cuti 9 bulan dong olahraga nya?" tanya Viona
"Kalau periksa ke dokter kamu tanya Vi, olahraga apa saja yang boleh kamu lakukan." ucap bu Yuni. Obrolan di lanjutkan dengan membahas masalah yang lain, semua asyik dalam obrolan masing-masing sampai terdengar suara wanita paru baya dari ruang tamu.
"Assalamualaikum..." ucap bu Salma yang baru saja datang. Bu Yuni berdiri untuk menyambut besan nya yang baru saja datang.
"Waalaikumsalam, mari jeng masuk!! anak-anak ada di dalam." Ucap Bu Yuni setelah cipika-cipiki dengan besannya. Pak Danu mengikuti bu Salma untuk masuk ke ruang keluarga dimana yang lain berkumpul.
"Mama...." Ucap Viona ketika melihat bu Salma yang berjalan dari ruang tamu. Reza mengalihkan pandangan nya, ia segera berdiri menyambut kedatangan orang tua nya.
"Ma..pa..." sapa Reza sebelum menjabat tangan kedua orangtua nya.
"Hmmm dari raut wajahmu mama bisa menebak kalau saat ini kamu sedang bahagia kan Za?" tanya Bu Salma pada Reza.
"Iya ma..." jawab Reza dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
"Duduk yuk ma..." Viona membawa bu Salma untuk duduk di sofa. Bu Salma dan pak Danu bergabung bersama mereka semua.
"Ma...Viona hamil." ucap Reza setelah bu Salma duduk di tempatnya.
"Iya, mama sudah tau mangkanya mama kesini, tadi sudah di telfon mama Yuni." ucap Bu Salma sambil menatap Reza.
"Berapa minggu nak?" Bu Salma beralih menatap Viona.
"baru empat minggu ma." jawab Viona.
"Za...kamu kan udah mau jadi seorang Ayah, jadi kalau ada kelakuan yang kurang baik segera di rubah, jangan terus di pelihara." Tutur pak Danu kepada Reza.
"Iya pa, tapi bukannya dari dulu Reza sudah baik ya pa?" Kelakar Reza yang berhasil membuat semua yang ada di situ terkekeh geli. Bu Salma beralih tempat duduk di samping Viona. Beliau terlihat bahagia karena akan mendapatkan cucu pertama nya. Saking bahagia nya dari tadi bu Salma terus mengelus perut Viona yang masih rata itu.
"Semoga semuanya berjalan dengan lancar ya nak.." ucap Bu Salma sambil memandang Viona.
_
_
_
Terima kasih sudah mampir kesini๐Terus dukung author dengan memberi like, Vote dan komen nya zheyenk๐๐๐
_
_
_
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ