Wheel Of Love

Wheel Of Love
MAKING LOVE???



"lepaskan mas...lepaskan...." Viona meronta-ronta keluar dari pelukan Reza.


Reza melepaskan tangannya dari tubuh Viona, kembali ke posisi sebelum nya.


"Vi... aku tau ini sangat sulit untuk kita vi, tapi apa bisa kita menyakiti hati orangtua kita dengan perpisahan ini?" tanya Reza sambil menggenggam tangan Viona.


"Aku tidak bisa mas membiarkan orang ketiga ada di dalam rumah tanggaku, aku bisa menerima kalau kamu belum mencintaiku mas tapi aku tidak bisa menerima jika ada orang lain di pernikahan kita, aku benci orang ketiga mas... aku benci..." ucap Viona dengan suara yang agak keras.


"Aku bahkan sudah merelakan orang yang sangat mencintaiku pergi meninggalkanku mas demi untuk membangun rumah tangga bersama mu. "lanjut Viona dengan tatapan penuh amarah.


"Bahkan saat ini dia benar-benar pergi dari dunia ini untuk selamanya..."ucap viona lagi, kali ini dengan suara yang lirih dan sendu.


"Setelah bercerai kamu bisa menikah dengan perempuan itu, pernah kah kamu berfikir mas siapa yang akan menikah denganku nanti?siapa yang akan menikahi janda rasa perawan ini?karena satu-satunya harapanku sudah tiada di sini lagi." ucap Viona sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.


Reza sedikit menahan tawanya ketika mendengar ucapan Viona yang terakhir "haah...janda rasa perawan" gumam Reza dalam hati.


"Vi, apa perlu kita melakukan Making love?" tiba-tiba pertanyaan konyol muncul dari mulut Reza.


seketika Viona langsung terkejut dengan mata yang melotot.


"MAS.... AKU SERIUS!!!APA KAMU PIKIR AKU SEDANG BERCANDA HAHH?"teriak Viona.


"Maaf vi, aku juga tidak tau kenapa pertanyaan konyol itu muncul." ucap Reza dengan nada yang memelas.


Reza mengamati dengan seksama wajah istrinya itu, hatinya benar-benar bingung harus bagaimana.


"Baiklah vi... berikan aku waktu untuk memikirkan semua ini. Apa kamu benar-benar ingin berpisah denganku secepat ini vi?" tanya Reza.


"hanya ada dua pilihan mas...k alau kamu ingin tetap bersama ku maka tinggalkanlah perempuan itu, tapi jika kamu tetap mempertahankan perempuan itu maka secepatnya uruslah surat perceraian kita, aku tidak mau suami ku mencintai wanita lain selain aku." ucap Viona dengan suara yang lemah.


"beri aku kesempatan sekali lagi Viona... aku akan memikirkan semua ini dulu, tolong beri aku waktu sebentar lagi Vi.." Reza memohon kepada istrinya sambil memegang kedua tangan Viona.


"Baiklah...aku akan menunggu semua keputusanmu, sekarang tolong ambilkan baju di kamarku mas,aku tidak mungkin turun sekarang dengan keadaan yang seperti ini" pinta Viona kepada Reza karena saat ini Viona hanya memakai bathrobe milik Reza.


"iya akan aku ambilkan,kamu tunggu disini".jawab Reza sambil berdiri.


Reza turun ke kamar Viona dan berjalan menuju almari besar milik istrinya. Baru kali ini Reza masuk ke kamar istrinya. Di pandang nya sekeliling kamar yang bernuansa putih ini begitu bersih dan rapi, "ternyata dia pandai juga menjaga kebersihan." gumam Reza sambil membuka kunci almari. Setelah almari terbuka Reza mulai mencari baju Viona, ia bingung harus memilihkan baju apa untuk Viona, akhirnya Reza menjatuhkan pilihannya pada dress rumahan tanpa lengan berwarna navy. Tak lupa Reza mengambilkan daleman juga untuk viona.


"hahaha... ternyata besar juga ukuran dadanya." gumam Reza dalam hati sambil menaikkan sudut bibirnya.


🔥


🔥


🔥