Wheel Of Love

Wheel Of Love
Jurus Merajuk



Viona tersenyum penuh kemenangan mendengar jawaban suaminya. ia tidak menyangka dengan menggunakan jurus merajuk ia bisa melancarkan Rencana nya. Ia harus cerdik untuk menghadapi bibit pelakor seperti Yola yang tidak tahu malu.


"Mas masih lama gak?" tanya Viona kepada Reza yang saat ini sedang menandatangani berkas di mejanya.


"Masih ada beberapa berkas, Ada apa?" Reza menatap Viona.


"Aku mau ke rumah papa Surya boleh?aku kangen sama mama." ucap Viona


Sejenak Reza diam berpikir, lalu sebuah ide muncul di otaknya. "Jangan sekarang, nanti pas weekend kita kesana ya, kita nginep di rumah papa Surya." ucap Reza dengan senyum yang bisa meluluhkan siapa saja yang melihatnya.


"Bener ya kita nginep disana!!Aku udah kangen sama mama dan papa." ucap Viona dengan antusias nya, ia tidak menyadari apa yang Reza inginkan.


"Iya tenang saja, kita nginep disana sampai kamu puas." ucap Reza


"Makasih ya mas." ucap Viona dengan raut bahagia di wajahnya.


Reza kembali lagi fokus dengan pekerjaan nya sementara Viona sedang selonjoran di sofa sambil memainkan ponsel di tangannya. Tidak lama setelah itu Viona terlelap di sofa yang ia tempati.


Karena suasana menjadi hening, Reza mengedarkan pandangannya untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh istrinya, mata nya membeliak ketika ia tahu Viona tertidur di sofa dengan posisi duduk bersandar di sofa.


"Astaga...Secepat itu dia tidur!!" Gumam Reza pelan. Tanpa menunggu lama Reza bangkit dari tempat duduknya, ia berjalan menuju sofa tempat Viona tertidur.


Dengan pelan Reza membaringkan tubuh Viona agar lebih nyaman saat tidur, ia meletakkan kepala Viona di bantalan sofa. Tangannya mengusap lembut puncak rambut Viona, ia memandang wajah teduh sang istri dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Kamu sudah mencuri hatiku Vi, sebelum nya aku tidak pernah merasakan perasaan ini dengan wanita lain, aku sudah jatuh dalam cinta yang kamu berikan untukku. Terima kasih kamu sudah menerima segala kesalahanku di masa lalu. Aku mencintaimu istriku." Gumam Reza dalam hati sambil mengusap wajah Viona. Lalu dengan memejamkan matanya ia mengecup kening Viona untuk mencurahkan segala perasaannya. Tanpa di komando bibirnya turun ke hidung mancung Viona dan berakhir di bibir Viona. Reza berkali-kali mengecup bibir sexy milik istrinya itu.


Sementara itu Yola merasakan tubuh dan hatinya panas seperti terbakar api karena melihat adegan bosnya yang sedang mencurahkan kasih sayangnya kepada wanita yang menjadi rivalnya. ia berdiri termanggu di depan pintu yang sedang terbuka.


Karena Tadi ada berkas penting yang harus di tanda tangani Reza sore ini, Yola segera mengantarkan berkas itu ke ruangan Reza. Berkali-kali ia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari dalam, dengan pelan ia membuka pintu yang tidak di kunci itu dan seketika ia terperangah melihat adegan yang ada di depannya.


Setelah puas menatap wajah sang istri, Reza segera berdiri dan akan kembali ke kursi kebangsaan nya namun saat membalikkan tubuhnya ia melihat Yola yang sedang berdiri dengan tatapan kosongnya.


"Yola!!ada apa?" Reza menatap tidak suka sekretarisnya itu.


Yola Gelagapan mendengar Suara Reza yang setengah membentak itu. "emm ini pak saya mau mengantar berkas penting yang membutuhkan persetujuan bapak sore ini."


"Bukankah tadi saya sudah bilang jangan masuk keruangan saya!!" ucap Reza dengan tatapan tajam nya.


"Maaf pak tapi ini berkas penting." ucap Yola dengan takut karena melihat kilat kemarahan di wajah Reza.


"Letakkan di meja!!" perintah Reza.


"Baik pak." Yola menundukkan kepalanya lalu ia berjalan menuju meja kerja Reza dan meletakkan berkas yang di bawanya di atas tumpukan berkas yang lain.


"Permisi pak." Pamit Yola saat akan pergi dari ruangan Reza.


"Tunggu!!" ucap Reza


"Apa bapak membutuhkan sesuatu?" tanya Yola


"Tidak. Saya hanya ingin memberitahu kamu, mulai besok jangan memakai baju kerja seperti ini. pakailah yang lebih sopan!! Buatlah Jadwal Rapat bersama semua staf besok siang." perintah Reza kepada Yola.


"Baik pak, saya akan melaksanakan perintah bapak, tapi pak Reza apa saya boleh tahu apa yang salah dengan baju kerja saya?" Yola memberanikan diri untuk bertanya kepada Reza.


"Baik pak, saya akan memperbaiki nya. Saya permisi." ucap Yola dengan menundukkan kepalanya sebelum keluar dari ruangan Reza.


Yola kembali ke ruangannya, dengan memasang wajah kesal ia membuat jadwal yang di perintahkan oleh Reza.


Bayangan Reza yang sedang bermesraan dengan Viona sedang menari-nari di pikirannya, ia menjadi semakin kesal di buatnya.


"Ah sial!!sial!! bagaimana caranya aku merebut pak Reza dari wanita itu, di lihat dari cara pak Reza menatap seperti nya akan sulit merebut hati pak Reza." gerutu Yola sambil meremas kertas yang ada di genggamannya.


"Pasti wanita itu yang sudah menyuruh pak Reza untuk menegur cara berpakaian ku!! aku harus mencari cara untuk melawan wanita itu."


"Ayo lah Yola berpikirlah dengan keras!!Bagaimana kamu bisa membiarkan pria yang kamu dambakan selama ini di miliki oleh wanita lain!!" Yola bermonolog sambil menjambak rambutnya.


Yola memang sudah lama mengincar Reza, namun ia tidak mau gegabah untuk melangkah, ia tidak ingin kelihatan agresif di depan Reza. Namun Yola tak tahu kalau akhirnya akan seperti ini. Bos yang di inginkannya diam-diam sudah menikah.


*


*


Viona tersenyum dalam hatinya ketika mendengar Reza yang menegur sekretarisnya itu, ia sebenarnya sudah bangun sejak Reza membentak Yola tadi namun ia pura-pura memejamkan matanya untuk bisa mendengar apa saja yang akan di ucapkan Reza.


Dalam hatinya ia bersorak penuh kemenangan setelah tahu Reza langsung menegur cara berpakaian Yola, ia tidak menyangka Reza akan secepat ini menuruti kemauannya.


"pasti si Bipel (bibit pelakor) saat ini sedang kesal di ruangannya. Syukurin lu!!" gumam Viona dalam hati.


Perlahan ia mengerjapkan matanya, pura-pura untuk bangun dari tidurnya. Viona berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan menghampiri Reza yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Mas...aku boleh pulang sekarang gak?" tanya Viona dengan rambut yang sedikit berantakan.


"Kamu gak mau nungguin mas selesai?" Reza bertanya balik.


"Aku ngantuk mas, masih pengen tidur." ucap Viona sambil mengerjapkan matanya.


"Kamu tidur aja di kamar pribadi mas, nanti mas bangunin kalau udah selesai." ucap Reza


"Baik lah Vio akan nungguin mas Reza sampai pulang, tapi di kamar ya sambil tidur." Kelakar Viona.


"Dasar tukang tidur!!" Sarkas Reza


"Biarin Wekkkk" ucap Viona dengan menjulurkan lidahnya kepada Reza.


_


_


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥