
Pertarungan sengit telah terjadi di atas ranjang king size milik Reza dan Viona. Entah ini drama kelinci makan wortel yang ke berapa, Yang pasti ini sudah lebih dari satu kali.
Tadi setelah mereka ngobrol di teras belakang, Reza mengajak Viona untuk masuk kamar. Ia berdalih akan memijat istrinya yang sedang capek, namun semua itu hanya akal-akalan Reza saja.
"Mijat nya sepuluh menit, makan wortel nya sampai jam segini baru selesai." gerutu Viona ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Reza hanya terkekeh melihat istrinya memanyunkan bibirnya.
"Habis enak sih yang kelinci nya." Reza menoel pipi istri nya.
"Terima kasih istriku." ucap Reza setelah mengecup kening Viona. Ia mendekap tubuh polos istrinya yang tertutup selimut. Mereka berdua akhirnya tidur pulas dengan badan yang sudah layu bagai tanaman yang kekurangan air.
*
*
Pagi ini di kawasan tempat tinggal Reza di awali dengan gerimis yang tidak berhenti sejak subuh tadi. Viona masih terlelap dalam tidurnya setelah terbangun ketika waktu dua rakaat tiba.
"Sayang...bangun!!! ini udah jam 8." Reza menggoyangkan bahu Viona yang sedang tidur dengan posisi miring.
"Sayang!! bangun Yuk!!" ucap Reza lagi, kali ini dengan suara lebih keras dari sebelum nya.
Karena Viona belum juga terbangun, akhirnya Reza memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena tubuhnya sudah lengket karena keringat yang keluar hasil dari olahraganya tadi.
"Tumben Viona jam segini masih betah tidur, apa dia sakit ya??" Gumam Reza ketika berjalan ke kamar mandi.
Dua puluh menit kemudian Reza telah menyelesaikan kegiatan nya di kamar mandi, ia berjalan keluar dengan lilitan handuk di pinggang nya. Viona sudah terlihat duduk bersandar di ranjang dengan memijat keningnya.
"Kenapa yang?" tanya Reza ketika sudah sampai di samping Viona.
"Sedikit pusing mas." jawab Viona tanpa menatap wajah Suaminya.
"Aku panggilkan dokter mau?" tanya Reza yang sudah duduk di samping Viona.
"Enggak usah mas, nanti juga pasti sembuh." ucap Viona dengan suara yang lirih. Reza beranjak dari duduknya untuk memakai bajunya. Ia terus menatap Viona yang tidak bergeming dari tempatnya.
Tanpa banyak bicara Reza keluar dari kamarnya, ia turun ke ruang makan nya untuk mengambil sarapan untuk Viona dan dirinya sendiri.
Reza kembali ke kamarnya lagi dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman untuk sarapannya pagi ini.
"Sayang, kita makan dulu ya." ucap Reza setelah meletakkan nampan yang di bawanya di atas meja. Viona tersenyum melihat sang suami begitu perhatian dengannya. Ia segera turun dari ranjang nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka.
Viona keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar. Ia menghampiri Reza yang sudah duduk di sofa menunggunya. Mereka berdua sarapan dalam diam. Tidak ada yang mengeluarkan kata sedikit pun.
Viona membereskan piring kotor ke atas nampan, ia membawanya turun untuk di cuci bu Mina. Reza mengekor di belakang Viona yang berjalan menuju dapur rumahnya.
"Sayang, hari ini kamu pengen kemana?" tanya Reza yang sedang duduk di meja makan.
Viona berjalan menghampiri suaminya, sejenak ia memikirkan kemana ia ingin pergi hari ini.
"Emm..di rumah aja deh mas, lagian di luar lagi gerimis gitu." ucap Viona sambil menatap suaminya.
"Serius nih gak mau kemana-mana?mumpung mas libur kerja loh." Reza meyakinkan Viona.
"Iya mas, besok aja deh mas sekalian nyari baju buat wisuda, kan minggu depan wisuda." ucap Viona.
"Wisuda??berarti sebentar lagi Juna juga nikah kan yang?" tanya Reza.
"Iya mas, katanya Reva sih mereka kayak kita dulu, tunangan langsung akad terus dua hari lagi baru resepsi gitu." Viona menjelaskan tentang rencana Reva.
"ck. pasti si Juna udah gak nahan." Seloroh Reza.
"Kayak mas Reza bisa aja nahan!!bukan nya setiap hari mas Reza yang gak bisa nahan hmmm." Viona menatap suaminya yang menahan tawa nya.
"he..he..he..he habis enak sih yang..kayak di gigit crocodile." Kelakar Reza dengan wajah tanpa dosa nya.
"Ihhhh mas Reza!!!" Viona melebarkan matanya dengan terus mencengkram paha Reza dengan keras. Hari itu mereka benar-benar hanya di rumah saja menikmati hari liburnya.
......π π π π ......
Mela duduk di depan meja riasnya dengan wajah yang di tekuk, ia sedang kesal dengan Gilang yang sibuk sejak pagi padahal ini hari libur.
"Kemana sih kak Gilang dari tadi susah banget di hubungi!!! kemarin katanya janji mau ngedate, sekarang malah menghilang padahal ini udah jam tujuh malam." Gerutu Mela sambil memakai pensil alisnya.
Sejak tadi Mela mencoba menghubungi ponsel Gilang, namun jawabannya selalu di luar jangkauan. Hal itu membuatnya semakin kesal.
Setelah memoles wajahnya dengan make up tipis, ia meraih tas slempang dan kunci mobilnya. Akhirnya Mela pergi sendiri untuk nongkrong di cafe yang beberapa minggu baru buka itu.
"Nongkrong sendiri gak papa lah dari pada malem minggu di rumah liat ikan di aquarium." Gumam Mela ketika sudah sampai di parkiran cafe yang bernama D'Green itu.
Mela masuk ke dalam Cafe itu, ia naik ke lantai dua supaya bisa duduk di Balcon cafe. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling cafe yang sudah penuh dengan beberapa pasangan yang sedang ngedate di malam minggu. Mela melebarkan matanya tak kala ia melihat Gilang tengah berbicara serius dengan seorang wanita cantik di meja pojok.
"Hmmm!!!! ternyata kak Gilang sedang bersama dengan perempuan lain!!" Gumam Mela pelan sambil terus memandang wajah kekasihnya.
Mela berjalan menuju ke tempat Gilang. Tangan nya sudah gatal ingin sekali menjambak rambut Gilang yang berwarna hitam itu.
"Kak Gilang!!" Ucap Mela ketika berada di samping meja Gilang.
"Sayang!!" Gilang terkejut ketika melihat Mela yang sudah berdiri di samping nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Tanpa di duga Mela mengangkat tas nya dan memukulkan ke lengan Gilang.
"Brengsek!!brengsek!!brengsek!!" ucap Mela sambil terus memukul lengan Gilang.
"Sa-sayang!! ini bukan seperti yang kamu pikirkan." ucap Gilang yang terbata. Tanpa bicara lagi Mela langsung pergi meninggalkan Gilang yang masih ternganga karena tindakannya.
Mela keluar dari cafe dengan mata yang berkaca-kaca. Ia kecewa melihat Gilang sedang berduaan dengan perempuan lain.
Ketika akan membuka pintu mobil, Gilang berhasil meraih tangan nya. Dengan sekali tarikan Mela berhasil masuk ke dalam pelukan Gilang yang sedang mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena mengejar Mela.
"Baby ini tidak seperti yang kamu pikirkan!!" ucap Gilang sambil mengusap rambut Mela.
"Aku bisa jelasin ini semua, tapi tolong jangan menangis seperti ini ya..." Gilang menenangkan Mela yang sedang terisak di dada nya.
"Sekarang kita masuk mobil, aku akan jelasin!!oke??" ucap Gilang lagi. ia membuka pintu mobil Mela dan membantu Mela duduk di kursi mobilnya.
Gilang berjalan memutar untuk bisa masuk ke kursi kemudi. lalu Gilang duduk sambil menghadap Mela yang masih tertunduk.
"Baby sini tatap wajahku?aku jelasin semua nya." ucap Gilang sambil mengangkat wajah Mela. Ia mengusap air mata yang masih menetes dari pelupuk matanya.
"Aku tidak ada apa-apa dengan wanita yang tadi, Dia adalah EO. Aku bertemu dengan nya karena ingin merencanakan surprise untuk kamu beb." ucap Gilang sambil menatap manik hitam Mela.
"Surprise??" tanya Mela.
"iya aku berencana ingin melamar kamu di tempat romantis di malam kamu selesai wisuda. Aku sudah bilang sama orangtua kamu." Gilang menjelaskan apa yang di rencanakannya.
"Kamu serius?wanita yang tadi bukan siapa-siapa kamu?"
"Iya aku serius!! Tidak ada wanita lain yang aku cintai selain kamu beb. Kamu tidak percaya denganku?" tanya Gilang.
"Aku percaya tapi melihat sikap kamu hari ini membuat aku berfikir negativ apalagi setelah melihat kamu berduaan dengan perempuan lain di cafe tadi." Mela menundukkan kepala nya karena malu sudah bersikap bar-bar di depan umum.
"Jadi gagal dong surprise nya minggu depan?" lanjut Mela.
" Ya gagal, kan kamu sudah tahu." Gilang menghela nafasnya yang berat. Gagal sudah rencana yang disusunnya beberapa hari ini.
"Jadi kamu gak jadi ngelamar aku gitu? trus hubungan kita gimana?" Tanya Mela dengan wajah yang menahan tangisnya lagi.
"Jadi beb jadi!!! kita susun acaranya lagi ya, besok aku mau ketemu sama papa kamu. Jangan nangis lagi dong!!" Gilang menenangkan Mela yang terlihat sedih. Ia merangkum kedua pipi Mela sampai bibirnya menjadi manyun dan Cup, Gilang mengecup bibir Mela dengan pelan.
"I love you Mela Anastasya" ucap Gilang sambil memandang wajah sembab kekasihnya.
_
_
_
Maaf baru bisa Upπππterima kasih untuk yang sudah menunggu aku update hari ini. Sekali lagi othor minta maafπππβοΈ
_
_
_
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯