Wheel Of Love

Wheel Of Love
Pak Andre?



Suasana hati yang redup perlahan mulai terang kembali, harapan yang pernah pupus kini bersemi lagi. Cinta akan datang seiring berjalan nya waktu, tak dapat di pisahkan walau badai menghadang.


Dengan senyum merekah bak bunga mawar yang tengah mekar Viona berjalan melewati koridor kampus dengan langkah santai nya. Aura positif tengah memancar di wajah cantiknya, hal itu berhasil membuat seorang Dosen muda bernama Andre yang ada di kampus Viona sedari tadi mengamati langkah nya.


"Selamat pagi Vi..." Sapa pak Andre ketika Viona sudah sampai di depan ruangan nya.


"Selamat pagi pak..." Viona menganggukan kepalanya dengan hormat lalu tersenyum.


"Saya turut berduka cita ya atas meninggalnya Husein." ucap Pak Andre dengan suara yang lembut.


"Terima kasih pak, Maafin kak Husein ya jika ada salah sama pak Andre." ucap Viona.


"Kamu tenang saja, Husein tidak punya salah sama saya, dia laki-laki yang baik." Ujar pak Andre dengan kedua tangan yang di masukkan kedalam saku celananya.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak mau ke kelas." pamit Viona dengan menyunggingkan senyum nya. Pak Andre pun membalas dengan senyum yang manis sambil melihat punggung Viona yang berlalu pergi.


"Gadis yang manis, mungkin aku bisa mendekatinya pelan-pelan setelah ini." gumam pak Andre dalam hati.


Viona sudah sampai di kelasnya, namun Mela dan Reva belum ada yang datang padahal sebentar lagi kelas sudah di mulai. Viona menunggu kedua teman nya sambil memikirkan semua yang di alami nya tadi pagi. Sungguh manis perlakuan suami nya hari ini.


"Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan mas Reza ya, apa dia benar-benar serius dengan semua ini, apa pura-pura lagi?tapi melihat wajahnya tadi sepertinya mas Reza memang serius dengan ucapannya, duh mas Reza bikin hati gue berdebar-debar deh hihihihi..." Viona bergumam dalam hati sambil senyum-senyum sendiri di kursi nya sampai kedatangan Reva dan Mela pun tak di sadari nya.


"Woe sadar woe!!! elu kesambet apaan sih Vi?" Reva menepuk pundak Viona.


"Iya tuh, masih pagi senyum senyum sendiri..." sahut Mela.


"ish mengganggu saja!!!kalian sejak kapan datang?" Viona menatap teman nya satu persatu.


"Kita datang udah dari tadi kali Vi, elu aja yang terlalu asyik menghalu sampek gak tau kita datang." Ucap Reva sambil mengeluarkan sisir dan kaca dari tas nya.


"Eh, gue lagi bingung nih guys..." ucap Viona sambil menyandarkan punggungnya di kursi.


"Apa an lagi?" jawab Mela tanpa memandang ke arah Viona.


"Tadi pagi gue tuh sholat subuh berjamaah sama mas Reza loh." Ucap Viona sambil memandang kedua sahabatnya, seketika Reva langsung menghentikan tanganya yang sedari tadi sibuk menyisir rambut.


"Serius?"


"iya serius, malahan selesai sholat kening gue di kecup lama banget!!" Viona berbicara sambil tersenyum mengingat saat diri nya bersama Reza tadi pagi.


"Ahhhh so sweet banget sih, jadi pengen punya suami gue." jawab Reva dengan konyolnya.


"Ceritain dong Vi detailnya, gue penasaran banget!!" ucap Mela yang sudah memasang badan untuk mendengarkan secara khidmat penjelasan Viona.


Akhirnya Viona menceritakan rangkaian kejadian tadi pagi bersama suaminya, mulai dari permintaan Reza sampai sabun anti lumut pun di bahas nya secara detail, Mela dan Reva yang mendengar penjelasan Viona pun di buat terkejut dengan perubahan Reza yang tiba-tiba, ekspresi wajah mereka pun berubah ubah, mulai dari mulut yang menganga, bibir yang manyun sampai tangan yang mencengkram tas masing-masing.


"Jadi menurut kalian gue harus bagaimana?" Viona bertanya kepada Mela dan Reva.


"Kalau menurut gue sih mending elu ikutin aja kemauan mas Reza, toh dia juga masih sah suami kamu." ucap Mela.


"Terus kalau gue mulai mencintai mas Reza gimana?"


"Ya bagus dong, emang kan harusnya begitu suami istri harus saling mencintai." jawab Reva.


"Gue jahat gak sih guys kalau punya perasaan sama mas Reza, padahal kan Kak Husein baru aja meninggal."


"Eh Husein kan belum jadi suami elu Vi, ya gak papa lah elu mencintai orang lain, kalau elu bahagia dengan pernikahan elu, gue yakin Husein akan lebih tenang di sana, lagian keluarganya juga kan pengen nya kamu melupakan Husein." jelas Mela panjang lebar.


"Eh eh tunggu sebentar deh, gue lupa sesuatu." sahut Reva.


"Apa an Re?" tanya Viona.


"Gue tadi pas waktu mau ke kelas nih ya, gue kan ketemu sama pak Andre, terus pak Andre nanya No ponsel lu Vi, tapi gue gk berani lah ngasih ke Andre." ucap Reva sambil menatap Viona.


"Jangan-jangan pak Andre naksir elu Vi? wah wah wah pak Andre cari masalah nih." sahut Mela.


"Eh entar aja deh di lanjut lagi ngobrolnya, tuh Miss Yuke udah di depan kelas." Viona sambil menunjuk dosen yang sudah sampai di depan kelas nya. Mereka bertiga pun mengikuti pelajaran dengan serius tanpa berbicara lagi.


Wahh gimana nih guys Viona ada yang naksir nih!!!!


😂


🔥🔥🔥🔥