
Sunyi dan sepi, suasana yang terasa di dalam ruang karaoke ini karena layar tv sudah di matikan oleh Reza. Setelah hampir setengah jam menunggu Viona yang tak kunjung bangun akhirnya Reza membopong tubuh Viona.
"dia tidur apa pingsan sih kira-kira?"
"ahh..lumayan berat tubuhnya"
Reza membopong Viona menuju kamarnya sendiri, Reza tidak sanggup membawa tubuh istrinya di kamar yang ada di lantai dasar.
Setelah sampai di dekat kasur king size miliknya, Reza menurunkan Viona dengan pelan.
Reza berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, tidak memakan waktu lama Reza sudah menyelesaikan mandinya. Reza memilih memakai piyama tidur nya saat ini.
Reza duduk di pinggir ranjang sambil memandang wajah Viona, ia merasa bersalah atas semua yang telah terjadi. "kasian sekali dia, aku sudah jahat dan tega melakukan semua ini" gumam Reza dalam hati sambil melepas hijab yang masih di ada di kepala Viona.
Reza berjalan memutar ke sebrang Viona, Reza merebahkan tubuhnya di samping sang istri, perlahan rasa kantuk mulai menyerangnya, dalam beberapa menit Reza sudah terlelap dalam tidurnya.
Sekitar pukul 02.00 dini hari Reza terbangun karena mendengar rintihan di sampingnya, Reza mengerjapkan matanya pelan, kemudian dia melihat tubuh Viona yang bergetar dan merintih,
dengan segera Reza duduk di samping Viona,vlalu di peganglah kening Viona dan ternyata Viona demam tinggi.
"kak... kak Husein tunggu Vio kak..." Viona mengigau
"tunggu Vio kak... Vio ikut kak Husein, tunggu Vio" lanjut Viona yang masih memejamkan matanya.
"vi..vi..vi..Viona..bangun vi..." ucap Reza sambil menepuk pelan pipi Viona dan sesekali menempelkan tangannya di kening Viona. Namun Viona masih belum juga bangun dari tidurnya.
Reza segera berdiri dan mencari handuk kecil untuk mengkompres Viona. Lalu dia mengambil ponselnya dan menelfon dokter pribadi keluarganya tapi tidak diangkat, ia sadar pasti saat ini dokter Wisnu sedang istirahat.
Setelah kondisi Viona lebih baik, Reza kembali ke samping Viona dan memejamkan matanya lagi.
Pergi ke alam mimpi yang sudah menanti.
Reza tidur menghadap ke arah Viona yang sedang tidur terlentang, Reza tidak bisa tidur nyenyak, sesekali ia bangun dan mengecek suhu tubuh Viona yang semakin membaik.
Suhu tubuhnya di sepanas seperti beberapa saat yang lalu. Baru sekitar jam 4 pagi Reza bisa tidur nyenyak.
~
Reza mulai mengerjapkan matanya ketika sinar sang surya sudah menyapanya lewat celah celah jendela kamarnya.
Dilihatnya jam di atas nakasnya ternyata sudah jam 6 pagi. Kemudian dia menengok Viona di sebelahnya dan ternyata sudah tidak ada di tempatnya, Reza melihat Viona yang sedang duduk di depan jendela kamarnya. Viona hanya diam terpaku dengan tatapan kosong lurus ke depan.
Reza belum berani mendekati Viona, dia masih berdiri di belakang Viona, merangkai kata untuk memulai menjelaskan semua yang telah terjadi.
Reza bingung harus mulai dari mana dulu dia menjelaskannya.
"apa yang harus aku lakukan sekarang?haruskah aku menanyakan keadannya terlebih dahulu?ataukah langsung bercerita padanya inti permasalahannya?oh.. tidak..tidak..aku harus pelan pelan untuk bicara padanya,dari wajahnya dia masih kelihatan sensitiv".gumam Reza dalam hati. Dengan berani akhirnya dia memanggil nama istrinya.
"Viona..."
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
❤️