Wheel Of Love

Wheel Of Love
Sebuah Keinginan



Waktu berlalu begitu cepat. Langit cerah berubah menjadi gelap. Bintang bertaburan menghiasi langit kota jakarta. Setelah selesai berkumpul bersama orangtua dan kakaknya, Viona dan Reza naik ke lantai dua untuk masuk kamarnya. Mereka berdua memutuskan untuk menginap di rumah pak Surya malam ini.


Sebelum merebahkan tubuhnya di atas kasur, Viona membersihkan diri terlebih dahulu di kamar mandi dan tak lupa juga ia menghapus make up yang di pakainya tadi sore.


Reza duduk bersandar di ranjangnya. Ia membuka ponselnya untuk mengecek e-mail yang belum sempat ia baca hari ini. Banyak nya pesan yang masuk membuat ia fokus pada ponselnya dan tidak menyadari bahwa Viona sudah duduk di samping nya.


"Masih lama kah mas?" tanya Viona


"Tinggal sedikit lagi. Ada apa Yang?" tanya Reza tanpa menatap Viona.


"Emmmm... itu loh mas... emm anu mas!!" ucap Viona sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia bingung bagaimana cara mengatakan keinginannya.


"Apa sih Yang??" Tanya Reza lagi. Kali ini Reza menatap Viona karena penasaran dengan maksud Viona. Ia meletakkan ponsel nya dan beralih fokus pada istrinya.


"Pengen apa hmm?" Reza merengkuh tubuh Viona ke dalam dekapannya. Mereka berdua duduk bersandar di ranjang.


"Katakan kamu lagi pengen apa? makan nasi padang? Sate kambing? Pizza atau burger??" Reza memberondong Viona dengan beberapa menu makanan karena Viona hanya diam sambil senyum senyum sendiri.


"Kelinci ku pengen makan wortel mas!!" Ucap Viona lirih dengan wajah memerah karena malu mengatakan hal ini.


"Kemarin malam kan sudah sayang. Tadi pagi juga udah nambah. Masa sekarang pengen lagi??" ucap Reza dengan polosnya.


"Lagi ya mas ya...ya...ya..." Ucap Viona dengan manja nya.


"Apa kandungan kamu tidak apa-apa nanti kalau sering melakukan itu sayang?? Nanti mas di marahin Dokter Grace lagi kalau perut kamu kram kayak waktu itu." Reza meyakinkan Viona sekali lagi karena Semenjak Viona hamil Reza sangat takut melakukan hal itu apalagi Dokter Grace pernah mengatakan untuk tidak sering melakukan hubungan suami istri di trimester pertama.


"Ini kan udah masuk trimester kedua mas jadi ya gak papa kali mas." ucap Viona dengan entengnya.


"Pelan-pelan kan bisa mas." imbuh Viona.


"Debay nya lagi pengen di jenguk papi nya loh!!" ucap Viona yang beralasan.


"No WOT ya!! Kamu keseringan di atas, aku khawatir dengan dia." ucap Reza sambil mengusap lembut perut buncit Viona.


"Yah gak enak dong!!" seru Viona dengan ekspresi wajah yang menggemaskan. Reza langsung saja menangkup wajah Viona dan mulai mengec*p bibir kenyal milik Viona. Berawal menjadi kec*pan kini menjadi ******n yang saling menuntut dari keduanya.


Dengan penuh kasih sayang Reza merebahkan tubuh Viona tanpa harus melepas kegiatan mulut mereka. Kedua lidah mereka menari-nari di rongga mulut Viona. Permainan silat lidah yang begitu dahsyat membuat Viona semakin semangat menerima keni*matan yang di ciptakan oleh suaminya.


Dalam hal ini Tangan Reza mulai ikut bekerja sama untuk masuk ke dalam baju Viona dan mengobrak abrik bukit teletubis milik Viona. Di rem*s nya satu persatu bukit dengan puncak yang sudah mulai mengeras itu.


Viona menggelinjang kan tubuhnya ketika Reza memainkan puncak bukit teletubis nya. Ia merasakan geli geli enak di sekujur tubuhnya.


"Emmmhhh mas Reza!!" Rintih Viona di sela-sela Cium*an nya bersama Reza. Ia memejamkan matanya karena glenyer-glenyer aneh mulai di rasakan tubuhnya.


Perlahan tapi pasti Reza mulai melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh Viona. Ia juga melepas piyama tidurnya dan akhirnya keduanya sama-sama polos untuk memulai aktivitas malam mereka.


"Ahh mas Reza!!!" rintih Viona.


Reza mulai mengarahkan tangannya ke pusat tubuh Viona di bawah sana. ia mencari biji kacang yang siap di mainkan nya. Berawal dari gerakan pelan kini sudah berganti dengan gerakan yang semakin cepat. Viona mengejang kan tubuh nya tak kala gelombang tsunami telah menghantam nya dengan dahsyat.


"MAS REZA!!!" teriak Viona sambil mencengkram rambut Suaminya dengan kuat.


Reza tersenyum mendengar Viona yang menyerukan nama nya ketika mencapai puncak kenikm*tan pertama nya. Ia senang jika Viona memanggil nama nya di sela-sela rancauan yang keluar dari bibirnya.


Reza memposisikan tubuhnya untuk memulai pertarungan yang membuat istrinya ketagihan ini. Perlahan ia mulai memasukkan wortel nya ke dalam mulut kelinci Viona. Pelan tapi pasti semua wortel nya berhasil masuk ke dalam mulut kelinci yang suka menjepitnya.


Berawal dari gerakan yang lembut kini menjadi gerakan yang sedikit cepat. Ia memaju mundurkan tubuhnya dengan gerakan yang semakin cepat dan hal ini berhasil membuat Viona memejamkan matanya karena merasakan ni*mat di sekujur tubuhnya.


Reza mengganti posisi nya dengan berada di belakang Viona. Mereka berdua melakukan salah satu gaya favorit Viona saat bermain diatas ranjang namun baru sebentar Viona sudah menghentikan permainan nya.


"Stop mas stop!!" ucap Viona di sela-sela des*han nya dan membuat Reza langsung menghentikan permainannya.


"Aku pengen WOT mas!!" ucap Viona. Karena sudah di penuhi Na*su yang sudah mau sampai di puncak nya tanpa banyak bicara Reza merebahkan tubuhnya di samping Viona. Hal ini membuat Viona tersenyum dan segera mengatur posisi yang nyaman untuknya. Kali ini kendali permainan di pegang oleh Viona. Ia menggerakkan tubuhnya dengan sangat lincah dan cepat sampai Reza khawatir dengan kondisi bayi nya.


Reza menghentikan permainan Viona, ia kembali ke posisi awal mereka dengan Viona yang berada di bawah. Ia mulai menghentakkan tubuhnya dengan cepat karena akan mencapai puncak keni*matan yang sudah menyerang dirinya.


"Mas Reza aku ingin meledak!!!cepat mas cepat!!" Teriak Viona ketika sudah merasakan gelombang tsunami menyerang nya. Reza semakin cepat menggerakkan tubuhnya dan sampailah mereka berdua pada puncak kenikm*tan yang menghantamnya dengan sangat Dahsyat.


"Viona!!!"


"Mas Reza!!!" Mereka berdua sama-sama menyebut nama satu sama lain di ujung permainan nya yang sudah berakhir ini. Reza mengungkung tubuh Viona yang bermandikan keringat walau Ac kamar sudah dalam suhu yang paling dingin.


"Terima kasih sayang!!" ucap Reza sebelum melepaskan Wortel nya dari mulut kelinci yang sudah melelehkan lahar dingin dari dalam.


_


_


_


Jadi bagaimana episode kali ini???😁


_


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥