
Malam ini Cuaca di jakarta sedang tidak bagus, saat ini hujan deras mengguyur beberapa daerah di jakarta, termasuk kawasan perumahan tempat tinggal Reza.
Dengan sedikit berlari, Reza masuk ke dalam rumahnya. Begitu melewati Ruang keluarga Reza melihat Viona tertidur dengan posisi duduk di atas karpet dan kepala yang di sandarkan di atas meja.
Viona tertidur dengan laptop yang masih menyala.
Reza mendaratkan tubuhnya di atas sofa, matanya melihat jam dinding yang ada di ruang itu ternyata sudah menunjukkan jam 1 dini hari.
"vi...vi...vio..." Reza membangunkan Viona dengan menepuk pundaknya tapi Viona masih enggan untuk bangun.
"Vi...Vio...vii...viii"Dengan sedikit menggoyangkan pundak Viona. "dih, dasar kebo!! susah amat di bangunin." imbuh Reza.
Tiba-tiba suara petir menggelegar ceetiar cetiar...
seketika Viona langsung kaget dan langsung melompat ke atas sofa.
"Papa... Vio takut pa.... " ucap Vio sambil memeluk lengan Reza. Viona belum sadar bahwa yang di peluk adalah Reza. sejak dulu Vio begitu takut kalau ada petir yang menggelegar.
Reza hanya diam saja ketika Viona memeluk erat lengannya. Dia sedikit menahan tawa karena melihat ekspresi Viona yang di anggapnya lucu.
Setelah agak lama Viona mulai mengedarkan pandangannya melihat sekelilingnya. Begitu sadar kalau ini bukan dirumah papanya, Viona langsung mendongak melihat siapa yang di peluknya.
"Astagaaa...." Viona terkejut melihat tangan nya yang sedang melilit di lengan Reza.
"maaf mas...maaf aku gk sengaja, aku tadi kaget pas denger ada petir" ucap Viona sambil melepas tangannya.
"kamu kenapa tidur disini?bukan di kamar?" tanya Reza dengan menatap Viona.
"aku tadi nyicil ngerjain skripsi mas" jawab Viona.
"Vi...ini ada brownis coklat untuk kamu" ucap Reza sambil menyodorkan paper bag yang ada di tangannya.
"kesambet apa ini orang... kenapa tiba-tiba lembut seperti itu?" batinnya dalam hati.
"dalam rangka apa nih mas kok tiba-tiba baik sama aku?" tanya Vio sambil menatap Reza.
Viona menikmati brownis coklat berdua dengan Reza di ruang keluarga, dengan di temani jahe hangat yang dibuat oleh Viona. Entah siapa yang memulai tapi saat ini mereka sedang asyik ngobrol berdua, terlihat seperti pasangan suami istri sungguhan.
**
Satu bulan pernikahan telah mereka lalui bersama. Hubungan Viona dan Reza mulai membaik. Sering menghabiskan waktu berdua walau hanya sekedar menikmati makanan dan minuman masing-masing di teras belakang rumahnya.
Mereka berdua masih tidur di kamar yang terpisah, hanya ketika menginap di rumah pak Surya atau pak Danu mereka tidur satu ranjang.
Reza tidak pernah bertemu dengan Mirna lagi. Karena mirna sibuk dengan pekerjaannya yang harus bolak balik jakarta Bali. Reza dan Mirna hanya berhubungan lewat sambungan telfon ataupun whatsap.
Viona yang mulai di sibukkan dengan skripsi pun jarang sekali memikirkan husein lagi, hanya sesekali dia melihat media sosial milik Husein
ketika rasa suntuk menghampirinya.
~
drrt..ddrrt..drrttt.drrttt.drrrt...drrt..drrrt..ponsel Viona bergetar sedari tadi tapi tidak di angkat oleh Viona. Baru setelah dia menyelesaikan sholat subuh nya dia menghubungi balik orang yang menelfonnya yang ternyata adalah Mela.
tuut..tuttt.tuuuut....
"hallo Mel...ada apa pagi-pagi udah nelfon?" ucap Viona.
"vi(.......)" Mela mulai menjelaskan apa yang terjadi.
"tidak Mel,tidak mungkin Mel...." seketika air mata Viona meleleh keluar dengan derasnya. Stelah menutup panggilan telfonnya, Viona segera bersiap pergi walau tubuhnya sangat lemas. Dengan sedikit gopoh Viona menyambar tas slempangnya dan segera pergi keluar dari kamarnya. Dengan langkah cepat dan air mata yang terus menetes Viona pergi tanpa berpamitan pada suaminya. Pertanyaan dari bu Mina pun tidak di hiraukannya.
"tidak...tidak mungkin ini terjadi... semua ini pasti bohong..." ucap Viona dalam hati sambil masuk ke dalam mobilnya.
kira-kira apa yang terjadi?😂
-