
Gelak tawa terdengar menggema di teras belakang rumah Viona, Mela terus saja menggoda Reva yang bertahan dengan kesendiriannya.
"Eh Re kenapa sih elu kagak pacaran aja sama cowok-cowok yang mendekati elu?" tanya Mela yang sedang membuka bungkus biskuit.
"Gue tuh masih takut Mel." jawab Reva
"Takut kenapa sih Re??kan gak semua laki-laki itu brengsek." Sahut Viona
"Tapi Vi gue tuh beneran takut banget, Gue takut di kecewain kayak kakak gue waktu itu." jawab Viona dengan tatapan yang menerawang jauh. Reva sedikit trauma dengan seorang laki-laki, karena waktu dia masih duduk di bangku SMP, kakak perempuannya bunuh diri setelah di tinggal oleh kekasihnya.
"Elu mau sampai kapan Re seperti ini, elu itu harus mencoba membuka hati karena tidak semua cowok itu sama seperti mantan kekasih kakak elu Re." ucap Mela sambil menatap Reva.
"Iya deh entar gue pikir-pikir lagi." ucap Reva sambil menganggukan kepala nya.
"Eh eh eh tunggu tunggu!!Lihat deh siapa yang nge DM gue." Viona membuka ponselnya setelah ada notifikasi di ponselnya. Reva dan Mela dengan cepat menghampiri Viona yang ada di pinggir kolam Renang.
"Siapa Vi?siapa?" tanya Reva dengan antusias
"Gue kepo deh!!" sahut Mela
"Si ulat bulu ternyata gengs!!" ucap Viona tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
Mirna Clarista (Gue tunggu di cafe delux jam 11 siang!!gak usah datang sama Reza.)
"Eh dia ngajakin gue ketemuan nih!! tapi gue gk boleh ngajak mas Reza." ucap Viona
"Jadi gimana gengs, temuin gak?" Viona bertanya pada kedua temannya.
"Menurut gue jangan deh Vi." ucap Mela
"Kalau menurut gue sih mending elu temuin aja, biar tahu dia mau apa, gue ikut deh entar gue pantau elu dari meja lain." Ucap Reva
"Gue juga ikut kalau gitu Vi " sahut Mela dengan antusias.
"Ya udah kita berangkat sekarang aja, kan cafe nya gak jauh dari sini." ucap Reva
"Elu alasan beli makanan atau beli apa gitu kek." Mela menyarankan.
"Oke gue ganti baju sama ambil tas dulu." Viona beranjak dari tempatnya, ia berjalan menuju kamarnya untuk mengambil tas dan memasukkan sedikit make up nya kedalam tas.
"Ya udah ayo kita berangkat, tapi bantuin gue ya pamit ke mas Reza." ucap Viona setelah sampai di belakang. Ketiga gadis ini akhirnya berjalan ke ruang tamu untuk menemui Reza dan teman-temannya.
Dengan sedikit merayu, Akhirnya Viona dapat izin dari Reza. Terjadi sedikit perdebatan diantara mereka tadi. Tapi Reza tak kuasa menolak rayuan Viona yang di ucapkan di hadapan teman-temannya.
Mereka sudah dalam perjalanan menuju cafe Delux, Mela yang mengemudikan mobil Viona sementara itu Viona sibuk memoles wajahnya dengan sedikit make up. ia tak mau terlihat polos di depan Ulat bulu yang masih saja menginginkan suaminya itu.
"Elu yakin Vi mau pakek lipstik warna itu??" tanya Reva yang ada di kursi belakang.
"Iya gue mau kelihatan garang biar si ulat bulu itu mikir lagi kalau mau nindas gue." ucap Viona setelah memakai lipstik di bibirnya.
"Entar elu hati-hati ya Vi." ucap Mela sedikit khawatir.
"Loe tenang aja!!gue pasti baik-baik aja." ucap Viona dengan senyum yang mengembang si wajahnya.
Setelah dua puluh menit akhirnya mereka sampai di cafe Delux. Mereka tiba lebih awal dari Mirna.
"Gue duduk di meja belakang elu aja ya Vi, biar gue bisa mantau tuh si ulat bulu kalau dia macem-macem." ucap Reva.
"Ingat kita jangan ngobrol dulu ya, kita pura-pura gk kenal ya gengs." ucap Viona.
Akhirnya Viona duduk sendiri menunggu Mirna yang tak kunjung datang. Sudah jam sebelas lebih sepuluh tapi Mirna tak juga datang, Hal itu membuat Viona terlihat sangat kesal. Ia membuka ponselnya untuk mengirim pesan kepada Mirna agar lebih datang lebih cepat lagi.
(nih gaess Viona nyempetin Selfi dulu sebelum ketemu ulat bulu )