
Di dalam kamar yang ada di salah satu apartemen mewah di bali seorang wanita sedang terjebak dalam emosinya sendiri. Saat sedang asyik mengubek instagramnya Mirna menemukan postingan mantan kekasihnya, dimana sang laki-laki tengah berpose mesra dengan seorang gadis di dalam kamarnya.
"Sial!!! Baru kali ini Reza mau mempublikasi seorang wanita, apa benar dia istrinya??" gumam Mirna sambil menatap ponselnya.
"Kamu bodoh Mirna bodoh!!! Aku harus bisa merebut Reza, aku gak rela wanita lain memiliki hati dan uang nya. Ah Sialan!!" Mirna melemparkan ponselnya ke sembarang arah. ia berfikir mencari cara untuk kembali lagi pada Reza.
"Sebenarnya Reza sudah menikah apa belum sih?kalau sudah menikah juga kapan ya, aku harus mencari tahu." ucap Mirna dengan wajah yang di tekuk. ia beranjak dari kasurnya, mencari ponsel yang baru saja di lemparnya.
"Aku harus mencari akun wanitanya dulu, hmm sepertinya pengikutnya bertambah satu nih, pasti itu istrinya." ucap Mirna setelah menemukan ponselnya.
"Sial akun nya di private!!" gerutu Mirna.
"Aku harus pulang ke jakarta nih, aku benar-benar harus menemui wanita ini secara langsung!" Mirna mondar mandir di kamarnya.
****
Sementara itu Reza dan Viona sedang asyik bercanda setelah selesai menunaikan 3 rakaat nya.
Tawa mereka menggelegar di dalam kamar Reza.
Viona merasa nyaman tidur di pangkuan Reza, setiap berdekatan dengan Reza jantungnya seperti berdetak lebih kencang dari biasanya.
Mendengar notifikasi di ponselnya membuat Viona segera meraih benda persegi panjang itu.
"Mas bukan kah ini akun si ulat bulu itu?" tanya Viona sambil menunjukkan ponselnya pada Reza.
Reza melihat layar ponsel Viona, melihat akun yang di tunjukkan Viona padanya, "Gak usah di terima Vi, biarkan saja."
"Tapi aku penasaran mas, kenapa dia nge Follow aku ya." Viona mendongakkan wajahnya untuk menatap Reza.
"Coba aku follback ya mas...ya mas ya...ya.." Rengek Viona.
"Tapi awas aja nanti kalau cemburu gak jelas, gak boleh marah kalau dia bilang aneh-aneh." Reza mewanti wanti Viona. Tanpa menunggu lama Viona memfolback akun Mirna. ia ingin tahu apa yang akan di lakukan Mirna dengan mengikuti akunnya.
Reza mengambil ponsel Viona dari genggaman istrinya itu, kemudian di letakkan di dekat ponselnya.
"Gak usah main ponsel kalau lagi berdua gini, kita kan jarang dekat seperti ini Vi." ucap Reza sambil mengusap rambut Viona.
"Mas sekarang kok romantis gitu sih, jadi kayak di film-film yang aku tonton." ucap Viona
"Kamu tidak suka aku jadi romantis?" tanya Reza
"Aku suka mas, suka banget!! aku suka mas Reza gak cuek lagi." Ujar Viona sambil mengusap lembut pipi suaminya. Obrolan di lanjutkan dengan membahas soal Resepsi pernikahan mereka, Mulai dari konsep sampai gaun pernikahan.
"Kita turun yuk Vi, pasti papa sudah pulang." Reza mengajak Viona untuk keluar dari kamarnya.
"Sebentar mas, aku mau nyisir rambut dulu." Viona bangun dari pangkuan Reza dan berjalan menuju meja riasnya.
"Ayo mas..." Ajak Viona. Mereka berdua turun menuju ruang keluarga, dan benar saja ternyata disana orangtua dan adiknya sedang berkumpul.
"Pa..." sapa Reza saat sampai di samping papa nya.
"sini gabung za, kita kumpul sini." ucap pak Danu
Reza dan Viona duduk bersebelahan di depan pak Danu, sedangkan Khanza tidur di pangkuan mama nya dengan manja. Kehangatan keluarga tengah menyelimuti semua anggota yang berkumpul di ruangan itu. Reza suka sekali menggoda adik perempuan nya itu, setiap bertemu pasti mereka akan bertengkar seperti kucing dan tikus.
"Kalau Reza sih setuju aja ma, gak tahu kalau Viona gimana." Reza menyeringai ke sampingnya. Mendengar jawaban Reza membuat Viona kesal karena jawaban itu seperti memojokkannya.
"Iya ma kita akan nginep disini malam ini." ucap Viona dengan tersenyum kepada bu Salma sedangkan tangannya menyubit paha Reza karena terlalu kesal.
Obrolan berlanjut lagi sampai malam, Viona dan Reza kembali masuk ke kamarnya, Reza keluar ke balcon kamarnya untuk menikmati sebatang rokoknya sebelum tidur sedangkan Viona masuk ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya dan gosok gigi.
Viona keluar dari kamar mandi dengan memakai setelan piyama dan wajah yang basah. Ia duduk di depan meja rias untuk mengoles krim malam nya.
Beberapa saat kemudian Viona membaringkan tubuhnya diatas Ranjang, Reza yang sudah selesai membersihkan diri di kamar mandi ikut merebahkan tubuhnya di samping Viona.
"Good night baby" ucap Reza sambil mengecup kening Viona yang sudah memejamkan matanya.
Mendengar ucapan Reza membuat hati Viona terisi banyak lope lope untuk Reza. Ya Viona sedari tadi hanya pura-pura untuk tidur, ia masih canggung jika tidur satu ranjang dengan suaminya.
Hampir tengah malam Viona belum juga tidur, ia membolak balikkan badannya ke kanan dan ke kiri karena tidak nyaman dengan apa yang ia pakai saat ini. Gerakan yang timbul darinya membuat Reza terbangun dari tidurnya.
"Vi ada apa sih dari tadi kamu gerak-gerak terus?" tanya Reza.
"Aku gak bisa tidur mas." jawab Viona.
"Ada masalah apa?" tanya Reza dengan suara yang berat.
"Aku gk nyaman mas dengan apa yang aku pakai." Viona menatap Reza dengan lekat.
"Terus kenapa kamu pakai kalau tidak nyaman, ganti lah dengan baju yang membuat kamu nyaman." ucap Reza dengan lirih
"Aku gk bisa tidur mas kalau pakek Bra!!" ucap Viona sambil Menutup mukanya dengan bantal. Mendengar ucapan Viona membuat Reza terkikih geli, namun sebisa mungkin ia menahannya, ia kasian melihat Viona yang kurang nyaman dengan apa yang dia pakai.
"Ya udah kamu ganti se nyaman mu bagaimana, aku janji tidak akan melakukan apa-apa Vi " ucap Reza sambil memandang wajah Viona.
Akhirnya Viona segera beranjak pergi menuju kamar mandi untuk melepas penutup bukit teletubis nya. Reza pura-pura tertidur lagi agar Viona tidak malu saat ia kembali.
"Syukurlah mas Reza sudah tidur, huhh lega rasanya!!" ucap Viona setelah keluar dari kamar mandi, tanpa menunggu lama Viona dengan mudah terlelap begitu saja di samping Reza.
"Rasanya sekarang ingin ku makan saja kamu Viona!!kenapa begitu menggoda sih kamu ini." Gumam Reza dalam hati sambil memandang wajah Viona yang sudah terlelap itu.
_
_
πππππππ
Hay kak jangan lupa like Vote dan komennyaπterima kasih sudah mendukung karya kuπππ
_
_
"
π₯π₯π₯π₯π€€π€€π€€