Wheel Of Love

Wheel Of Love
Extra Part 7. Ngompol?



Sekitar pukul dua dini hari Reza membuka kelopak matanya karena mendengar suara Sellin yang sedang berbicara dengan bahasa yang sulit untuk di mengerti nya. Reza menyandarkan tubuhnya ketika melihat Sellin duduk sembari memainkan boneka kecil yang biasa di taruh Viona di atas bantal.


"Jam berapa ini?" Reza meraba nakas di sebelahnya untuk mencari remote untuk menghidupkan lampu kamarnya.


" Hah jam dua dini hari?? Sejak kapan Sellin bangun ya?" Reza bergumam sembari menatap putrinya yang asyik bermain dengan boneka pandanya.


Reza menatap Viona yang sedang tertidur pulas, terlihat sekali gurat kelelahan di wajah cantik Viona yang sedang terlelap dalam tidurnya. Sellin saat ini sudah mulai aktif berjalan kesana kemari, hal ini membuat tubuh Viona menjadi lelah.


"Sellin... lihat Papi..." ucap Reza sembari menoel pipi gembul putrinya itu.


"Sellin main sama Papi aja ya." Reza mengangkat tubuh Sellin untuk di pindahkan di atas pangkuan nya. Reza menggelitik Sellin dengan mencium gemas perut anaknya itu.


"Pi... pi... pi.... " Ucap Sellin di sela-sela tawanya.


Reza terus menemani Sellin yang masih betah untuk bermain dengan nya, Rasa kantuk yang menyerang nya hilang sudah ketika melihat putrinya yang semakin hari semakin menggemaskan ini. Karena sudah lelah, Sellin mulai rewel dan merengek ingin di gendong oleh Reza.


Hampir lima belas menit Reza berusaha menenangkan Sellin yang sudah tidak bisa di kompromi lagi. Dengan terpaksa Reza akhirnya membangunkan Viona.


"Sayang... Sayang... bangun..." Ucap Reza sembari menepuk pipi Viona pelan.


"Ada apa Mas?" Tanya Viona dengan mata yang masih terpejam.


"Mas udah gak bisa nenangin Sellin, mungkin dia minta asi Yang..." Ucap Reza yang berhasil membuat Viona membuka mata nya dan bersandar di sandaran ranjangnya.


Viona mengambil Sellin yang sedang merengek dalam dekapan Reza, ia juga segera membuka kancing piyama nya untuk segera memberikan asi kepada Sellin.


"Sejak kapan Mas Sellin bangun?" tanya Viona sembari menata bantal untuk menidurkan Sellin. Viona mengubah posisi nya, ia memiringkan tubuhnya dengan puncak dada yang masih ada dalam mulut Sellin.


"Tadi jam dua Sellin bangun Yang." Jawab Reza yang ikut membaringkan tubuhnya ke posisi nya tadi.


"Kenapa gak bangunin aku dari tadi mas? kenapa baru sekarang?" Viona melirik jam dinding yang menunjukkan pukul setengah empat pagi.


"Mas gak mau ganggu tidur nyenyak kamu." jawab Reza sembari menatap Viona.


"Terima kasih Mas." ucap Viona sembari menampilkan senyum manis di wajahnya.


"Sama-sama Sayang." jawab Reza sembari mengulurkan tangan nya ke pipi Viona, Ia mengusap dengan lembut pipi tirus istri nya itu. Beberapa menit kemudian mereka bertiga kembali terlelap dalam tidurnya.


Tidak lama setelah itu terdengar suara adzan yang menggema di mana-mana, tanda waktu perintah dua rakaat telah datang. Viona mengerjapkan matanya pelan, ia bersandar di sandaran ranjang sembari menatap kedua orang yang tengah tertidur pulas di samping nya.


Viona segera beranjak dari tempat tidurnya, ia segera mandi untuk bersiap menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim. Setelah semua persiapan selesai, Viona segera melakukan perintah dua rakaat nya dan tak lupa setelah itu ia berdoa kepada Sang Pencipta.


"Ya tuhanku... terima kasih Engkau telah memberi hamba kebahagiaan yang sempurna dengan hadirnya Sellin di dalam rumah tangga hamba . Terima kasih Engkau telah mengirim suami yang sangat mencintai hamba dengan seluruh hatinya." Viona menghentikan doanya karena mendengar suara Sellin yang merengek. Ia menatap Sellin yang sudah ada di pinggir ranjang nya, dengan buru-buru Viona melepas mukenah nya dan berlari menuju ranjang nya.


"Alhamdulillah, untung aja Sellin gak jatuh." Ucap Viona setelah menangkap tubuh Sellin yang sudah ada di pinggiran ranjang. Viona duduk sambil membuka kancing piyama nya untuk memberikan Asi nya kepada Sellin.


"Mi... mam...mam... mam...." ucap Sellin sambil menggelengkan kepala nya ketika puncak dada Viona ada di depan mulut kecilnya.


"Ini masih terlalu pagi Nak." Ucap Viona sambil menatap putrinya yang sangat lucu itu.


Viona tersenyum melihat putrinya yang merengek karena ingin makan, karena tidak tahan Viona menghujani wajah Sellin dengan ciuman darinya.


Viona segera beranjak dari tempat duduknya dengan menggendong Sellin di tangannya. Ia berjalan keluar dari kamar nya dan turun ke bawah menuju dapur untuk membuat kan Sellin bubur.


Dengan telaten Viona membuat bubur sambil menggendong Sellin yang berbicara sendiri dengan bahasa nya. Setelah selesai Viona membawa Sellin ke ruang makan untuk di suapinya dengan bubur yang baru saja di buatnya.


Lima belas menit kemudian Viona sudah selesai menyuapi Sellin yang sarapan di hari yang masih petang ini. Ia membawa Sellin kembali ke kamarnya untuk membangunkan Reza agar segera sholat subuh.


Ketika sudah sampai di dalam kamar, Viona melihat ranjang nya sudah kosong, ia juga mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi yang pasti itu adalah Reza yang sedang mandi. Viona menurunkan Sellin dalam box bayi nya, tak lupa Viona mengambilkan Sellin beberapa mainan agar ia bisa di tinggal untuk membereskan tempat tidurnya.


"Ini kenapa jadi basah ya Sprei nya?? perasaan Sellin pakai pampers kok, dia gak mungkin juga ngompol!!" gumam Viona sambil mengalihkan pandangan nya ke arah Sellin. Viona mengendus bau yang tercium dari sprei yang ada di hadapannya.


Tanpa menunggu lama Viona berjalan ke kamar mandi untuk memastikan dugaan nya. Tanpa mengetuk pintu Viona langsung masuk ke dalam kamar mandi saat Reza tengah membilas tubuhnya di bawah Shower.


"Mas Reza ngompol??" Tanya Viona tanpa basa basi. Reza hanya diam tanpa menoleh ke arah Viona. Wajahnya jadi memerah karena pertanyaan dari Viona.


"Mas!!! Mas Reza!!!" Teriak Viona lagi. Kali ini Reza mematikan showernya. Ia melilitkan handuk di pinggang nya dan beralih menatap Viona.


"Mas Reza tadi ngompol??" Viona mengulang pertanyaan nya.


"Sayang, maaf ya... aku tadi tidak sengaja...." Ucap Reza dengan wajah yang memerah karena malu mengakui kesalahan konyolnya di hadapan Viona.


Mendengar jawaban suaminya membuat Viona tak bisa menahan tawa nya. Ia tertawa sambil berjalan meninggalkan Reza yang masih di kamar mandi. Viona duduk di pinggir ranjang sambil memegang perutnya yang kaku karena ke konyolan yang di perbuat oleh suaminya.


"Sayang, udah dong ketawa nya!!" Reza duduk di samping Viona.


"kenapa bisa ngompol begitu sih mas?? mas Reza mau saingan sama Sellin??" Kelakar Viona.


"Tadi mas mimpi pipis di kamar mandi, eh gatau nya pas bangun kasurnya udah basah." jawab Reza tanpa menatap Viona. Mendengar ucapan suaminya membuat Viona semakin tertawa dengan kencang nya sampai Sellin menatap bingung sang Mami.


"Sayang, jangan sampai ada yang tau ya, nanti kita beli ranjang yang baru aja ya..." Reza menggenggam tangan Viona dengan wajah yang memelas.


"Terserah Mas Reza aja, sekarang cepat sholat dulu sebelum waktunya habis." Ucap Viona dengan wajah yang memerah karena menahan tawa yang ingin meledak. Reza segera beranjak dari ranjang nya untuk memakai baju dan segera melakukan kewajiban dua rakaat nya.


"Sungguh kamu terlihat lucu pagi ini mas, kamu benar-benar konyol dan meskipun begitu aku sangat mencintaimu sampai kapan pun Mas Reza..." Gumam Viona sembari menatap punggung suaminya yang sedang memakai baju nya.


_


_


~Extra Part End~


_


_


😍😍😍😍😍😍😍