Wheel Of Love

Wheel Of Love
Dapat Hidayah.



Pagi yang cerah mengawali hari senin yang penuh dengan aktivitas. Pagi ini sebelum berangkat ke kantornya Reza mengantar Viona ke rumah sakit untuk bertemu dengan Dokter Grace karena hari ini adalah jadwal pemeriksaan Viona.


Setelah menunggu beberapa menit nama Viona sudah di panggil oleh asisten Dokter Grace. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan yang terlihat sangat bersih dan nyaman ini.


"Mari Bu silahkan berbaring disini..." Ucap perawat yang bertugas. Viona segera naik ke atas bed yang sudah di siapkan dan membaringkan tubuhnya sebelum Dokter Grace datang untuk melihat kondisi nya.


"Pak Reza, sepertinya putri Bapak sangat aktif ya..." Ucap Dokter Grace ketika melihat layar monitor yang menunjukkan pergerakan bayi yang ada dalam kandungan Viona.


"Iya Dok, Dia sering nendang-nendang perut istri saya." Jawab Reza yang sedang menatap layar monitor di depan nya.


"Apa kondisi nya baik-baik saja Dok?" tanya Viona.


"Dia sangat sehat Bu, bayi ibu tumbuh dengan sempurna, semua organ tubuhnya sudah lengkap." Dokter Grace menjelaskan hasil pemeriksaan yang dia lakukan.


"Jangan terlalu banyak fikiran ya bu apalagi sampai setres berat karena bisa membahayakan kondisi ibu dan bayi nya." lanjut Dokter Grace sebelum menyelesaikan pemeriksaan nya, kemudian Dokter Grace mengajak Viona untuk duduk di meja nya.


"Ini saya resepkan Vitamin ya bu dan jangan lupa susu ibu hamilnya di minum secara rutin ya..." Ucap Dokter Grace setelah menulis resep untuk Viona. Setelah menerima resep dari dokter Grace, Viona dan Reza pamit untuk keluar dari ruangan Dokter Grace dan mereka langsung berjalan keluar dari gedung rumah sakit yang besar ini.


"Aku ikut mas ke kantor aja ya..." Ucap Viona setelah duduk di dalam mobilnya.


"Boleh, tapi nanti Mas ada meeting dengan klien dari bandung." Jawab Reza sambil fokus mengemudikan mobilnya yang sudah keluar dari tempat parkir rumah sakit.


"Iya gak papa Mas, aku kan bisa nunggu di ruang pribadi kamu tapi sebelum sampai kantor mampir ke supermarket dulu ya mas, aku mau cari makanan buat stok di kantor." Ucap Viona sambil menatap Reza yang sedang fokus menatap jalanan di depannya.


"Oke Sayang." Jawab Reza dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Perjalanan terus berlanjut sampai Reza berhenti di supermarket yang ada di dekat kantornya. Ia berjalan di samping Viona yang sedan mencari beberapa makanan yang di inginkan nya tak lupa ia membeli ice cream satu kotak berukuran besar.


Setelah selesai dari supermarket Reza melanjutkan perjalanan menuju kantornya. Berkali-kali ia melirik arloji yang melingkar di tangannya untuk memastikan kalau ia tidak terlambat untuk meeting bersama klien nya.


Lima belas menit kemudian Reza sudah sampai di tempat parkir kantornya. Sebelum turun tak lupa ia mengambil satu kantong belanjaan yang di beli Viona di supermarket tadi.


"Mas mau di buatin minum apa?" Tanya Viona ketika sudah masuk ke dalam lift bersama Reza.


"Teh hangat aja deh Yang jangan kopi." Jawab Reza yang sedang menatap layar ponsel di tangannya.


"Oke, nanti aku ke pantry dulu kalau begitu mas." ucap Viona.


Satu menit kemudian mereka berdua sudah sampai di lantai paling atas dimana ruangan Reza berada. Reza segera masuk ke dalam ruangannya untuk mempersiapkan diri sebelum meeting di mulai Sedangkan Viona berjalan menuju pantry yang ada di sudut ruangan.


Saat sedang fokus menuang air panas di cangkir yang sudah berisi gula dan teh celup, Viona di kejutkan oleh suara wanita yang tiba-tiba muncul di belakangnya.


"Bu Viona..." Terdengar suara lembut dari wanita berhijab yang sedang berdiri di belakang Viona.


"Hah Yola??" Viona sedikit terperangah ketika memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang sedang memanggilnya.


"Iya saya Yola bu, Saya sengaja datang ke sini ketika melihat ibu berjalan ke pantry." ucap Yola dengan santun.


"Emmm untuk apa?" Viona tertegun melihat penampilan Yola yang berubah menjadi tertutup dan berhijab.


"sepertinya yang aku lihat di mall tadi malam benar-benar Yola." Gumam Viona dalam hati.


"Saya mau minta maaf bu atas kesalahan yang pernah saya perbuat pada ibu beberapa bulan yang lalu, saya minta maaf karena sudah membuat ibu kesal karena ucapan saya yang pernah mengatakan ingin merebut pak Reza dari ibu." Ucap Yola tiba-tiba. Hal ini membuat Viona terkejut di buat nya. Sejenak Ia tertegun karena mendengar Yola yang minta maaf padanya.


"Apa kamu serius??" Viona meyakinkan Yola yang sedang tertunduk di hadapannya.


"Iya bu, sekali lagi saya minta maaf." Ucap Yola yang masih menundukkan kepalanya.


"Saya permisi dulu bu, ada pekerjaan yang harus saya kerjakan." Yola pamit pergi dari tempat mereka saat ini karena melihat Viona yang masih mematung di tempatnya.


Beberapa detik setelah kepergian Yola dari pantry, Viona tersadar dari lamunannya. Ia segera membuat teh hangat untuk suaminya yang sudah menunggu di ruangannya.


Viona berjalan ke ruangan Reza dengan membawa secangkir teh hangat di tangannya. Tanpa mengetuk pintu ia masuk ke dalam ruangan Reza.


"Ada apa Yang?" tanya Reza ketika melihat Viona yang sedang memikirkan sesuatu.


"Apa ada yang mengganggu fikiran mu?" tanya Reza lagi.


"Tadi aku bertemu Yola di pantry mas, tiba-tiba dia minta maaf kepadaku. Terus penampilan dia kenapa berubah mas? Apa dia baik-baik saja??" Tanya Viona yang penasaran dengan perubahan Yola saat ini.


"Sudah satu bulan ini dia memakai hijab Yang, dia juga akan menikah bulan depan dengan anak seorang Habib kalau tidak salah." Ucap Reza sambil menuang Teh hangatnya.


"Wah dia hebat sekali ya mas!! bisa berubah dalam waktu sesingkat ini." Ucap Viona sambil menatap Reza yang sedang menikmati teh hangat nya.


"Mungkin itu yang di sebut hidayah dari Tuhan sayang. Oh iya Sayang sebentar lagi mas sudah mulai meeting, kamu gak papa kan mas tinggal disini sendiri?" Tanya Reza kepada Viona yang masih duduk mematung di hadapannya.


"Iya Mas, nanti aku istirahat di kamar pribadi kamu kan bisa." jawab Viona. Setelah mendengar jawaban istrinya, Reza segera keluar dari ruangan nya untuk mulai meeting dengan klien yang baru saja datang.


Setelah Reza keluar dari ruangan nya, Viona juga ikut beranjak dari tempat duduknya. Viona berjalan ke ruangan Yola karena penasaran dengan apa yang sudah terjadi pada sekretaris suami nya yang tiba-tiba merubah diri secepat itu.


Tok..tok..tok... ceklek... Terdengar suara ketukan pintu dari luar. Yola mengedarkan pandangan nya untuk melihat siapa yang datang dan ternyata istri bos nya yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Silahkan masuk Bu..." Ucap Yola seraya berdiri dari tempat duduk nya. Ia menyambut Viona yang masih terdiam di ambang pintu.


"Boleh saya masuk dan berbicara dengan kamu?" tanya Viona.


"Mari bu silahkan duduk." ucap Yola dengan sopan.


"Yola saya datang kesini karena saya penasaran kenapa kamu tidak tertarik lagi dengan Mas Reza, mengingat dulu kamu begitu berambisi untuk mendapatkannya?!" ucap Viona tanpa basa basi.


Yola tertegun mendengar pertanyaan dari wanita hamil yang pernah di sakiti perasaan nya. Ia bingung harus menjawab bagaimana.


"Jadi begini bu, beberapa waktu yang lalu saya di lecehkan oleh kakak tiri saya, saya hampir di perkosa di rumah saya sendiri. Kakak saya tidak bisa menahan nafsu nya karena sering melihat saya memakai pakaian sexy jika dirumah." Yola menghela nafasnya yang berat.


Viona terkesiap mendengar penjelasan Yola yang baru saja di ucapkan nya. Ia tidak menyangka Yola akan mengalami hal buruk seperti itu.


"terus bagaimana?" tanya Viona.


"Saat itu semua orang pergi ke bandung untuk takziah ke rumah saudara. Saya dirumah sendiri bu dan saat kejadian itu saya berhasil kabur dari rumah." Yola menundukkan kepalanya.


"Waktu kabur dari rumah saya bertemu dengan kakak senior saya waktu kuliah dan di situlah awal saya menjadi berubah seperti saat ini. Dia yang membantu saya mengubah penampilan dan perilaku saya bu dan bulan depan kami akan menikah." Ucap Yola sambil menatap Viona dengan tatapan sendu nya.


"Maaf Yola saya sudah lancang bertanya tentang masalah pribadi kamu, saya hanya ingin meyakinkan diri untuk bisa percaya dengan apa yang kamu ucapkan." Viona menggenggam tangan Yola dengan erat. Ia terharu setelah mendengar cerita Yola yang menurutnya menyedihkan.


"Justru saya bu yang harus meminta maaf karena dulu saya sempat menginginkan Pak Reza." Yola menundukkan kepala nya lagi.


"Iya aku maafin. Tapi jangan di ulangi lagi ya..." ucap Viona.


"Kita boleh mencintai siapa pun asal jangan suami orang apalagi sampai merusak rumah tangga yang sudah di bangun bersama istrinya." ucap Viona dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Setelah selesai berbicara dengan Yola di ruang kerjanya, Viona kembali ke ruangan Reza karena perutnya sudah keroncongan ingin di isi dengan asupan makanan yang di beli nya sebelum berangkat ke kantor.


_


_


Happy Reading kak❤️❤️❤️ Jangan lupa Follow juga ig othor @tie_tik


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥