Wheel Of Love

Wheel Of Love
Dinner



Langit cerah telah berganti gelap, bintang gemerlap bertabur menghiasi seluruh dunia. Viona tengah mempersiapkan dirinya untuk dinner bersama suaminya.


Viona menatap pantulan wajahnya di cermin yang ada di depannya, ia tersenyum simpul menatap penampilannya saat ini.


"Baiklah Viona, mulailah semua dengan perlahan, tidak ada salahnya bukan untuk mencoba membuka hati untuk suamimu sendiri." Ucap Viona pada dirinya sendiri. Setelah selesai mempersiapkan diri, Viona segera keluar dari kamarnya. Di lihatnya Reza sudah duduk menunggu di sofa yang ada di ruang keluarga.


"Cantik." Ucap Reza tak kala melihat Viona yang berjalan ke arahnya. Ia berdiri sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana.


"Jadi bagaimana tuan Reza Atdmaja, kita berangkat atau tetap disini saja?" Tanya Viona kepada Reza yang sedang termanggu menatapnya.


"Baiklah tuan putri Viona, mari kita berangkat." Ucap Reza sambil meraih tangan Viona.


Reza berjalan keluar dari rumahnya dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Ia membukakan pintu mobil untuk Viona.


"Silahkan masuk nyonya Atdmaja." Ucap Reza dengan senyum yang merekah. Viona tersenyum dengan manisnya mendapat perlakuan romantis dari suami nya.


Sementara Mbak Sri dan Bu Mina yang dari tadi melihat keromantisan majikannya terkikih geli.


"Bu Min, kita harus laporan sama Nyonya besar nih bu." Ucap mbak Sri


"Iya nyonya besar harus tau kalau den Reza ngajak non Viona dinner berdua Sri." Ucap Bu Mina sambil meraih ponsel yang ada di saku nya. Dua asisten rumah tangga Reza ini memanglah orang yang bekerja sama dengan bu Salma untuk memantau Viona dan Reza.


Di sepanjang perjalanan menuju tempat dinner, Viona dan Reza saling mengobrol banyak hal yang belum mereka ketahui satu sama lain. Gelak tawa menggema di dalam mobil Hitam milik Reza.


Beberapa saat setelah itu Reza sudah sampai di restoran mewah yang telah di booking oleh Adit tadi siang. Viona melilitkan tangannya di lengan sang suami. Mereka berdua berjalan menuju Rooftop dengan senyum yang mengembang.


Viona terperangah ketika sudah sampai di atas rooftop yang di pesan suaminya, ia tidak menyangka suami nya akan melakukan hal-hal seperti yang di lihatnya saat ini.



"Mas tidak salah pesan tempat kan?" tanya Viona dengan tatapan tidak percaya nya.


"Pertanyaan macam apa itu??sudah pasti aku lah yang booking tempat ini." jawab Reza dengan nada sedikit kesal.


"Terima kasih mas atas semua ini." ucap Viona sambil menatap wajah suaminya. Reza hanya diam sambil tersenyum mendengar ucapan Viona, lantas ia segera mengajak Viona untuk duduk di kursinya.


Reza menarik kursi untuk Viona, mempersilahkan istri nya untuk duduk. Setelah memastikan Istrinya duduk dengan benar, ia pun menarik kursinya sendiri dan duduk di sebelah Viona.


Suasana malam itu benar-benar indah, pemandangan kota jakarta terlihat gemerlap oleh lampu-lampu yang menyinari jalanan ibukota.


Mereka berdua makan dengan senyum yang mengembang di wajah masing-masing. Viona menatap Reza dengan sejuta perasaan di benaknya, ia terkesima memandang wajah suaminya yang terlihat sangat mempesona malam ini.


"Andaikan saja mas aku tahu bagaimana perasaanmu padaku, sungguh aku akan memberikan seluruh dunia ku hanya padamu suamiku." gumam Viona dalam hati sambil memandang wajah Reza yang menikmati makanannya.


"Tunggulah disini sebentar, aku akan segera kembali." ucap Reza setelah menyelesaikan makannya. Viona hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Reza.


"Rasanya seperti di film film romantis, oh ya ampun." gumam Viona sambil tersenyum menatap gemerlap lampu jakarta. Ia tersenyum sendiri memikirkan semua yang terjadi pada nya saat ini. Di tengah asyik dengan pikirannya tiba-tiba dari belakang terdengar suara Reza memanggilnya.


"Viona..."


Mendengar nama nya di panggil membuat Viona menoleh ke belakangnya, ia terperangah melihat suaminya berdiri dengan membawa buket bunga yang indah di tangannya, di lihatnya Reza berjalan mendekat pada dirinya. Viona yang awalnya duduk kini berdiri menyambut Suaminya.


"Viona, aku tahu semua ini sudah terlambat, tapi aku tetap ingin mengatakannya padamu tentang suatu hal yang penting." Ucap Reza sambil memberikan buket bunga yang di bawanya kepada Viona.


"Katakanlah mas, aku siap mendengar." ucap Viona sambil menerima buket pemberian Reza, tak lupa ia tersenyum dengan manisnya kepada Reza.


Kemudian Reza berlutut di depan Viona dengan dan mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya. ia membuka kotak bludru berwarna merah maron di tangannya,


"Viona mungkin kamu tidak akan percaya dengan semua ini, tapi aku mengikuti kata hatiku untuk mengatakan ini padamu, Viona aku mencintaimu!" Reza mengungkapkan perasaannya sambil menunjukkan cincin berlian yang sangat indah.


Viona termanggu melihat Suami nya yang sedang mengungkapkan perasaannya seromantis ini, lidahnya keluh tak bisa berkata apapun untuk menjawab ungkapan suaminya.


"Viona, maukah kamu menemaniku berlayar mengarungi bahtera rumah tangga ini sampai maut yang memisahkan kita?" ungkap Reza sambil memandang Viona dengan penuh kasih.


"Dengan senang hati mas aku bersedia berlayar bersamamu sampai maut yang memisahkan kita." ucap Viona dengan air mata yang lolos dari pelupuk matanya. ia begitu terharu mendapat lamaran romantis seperti ini.


"Jadi lamaran yang terlambat ini di terima?" tanya Reza meyakinkan Viona.


"Iya mas." jawab Viona dengan mengusap air mata yang membasahi pipi nya. Tanpa menunggu lama Reza segera memakaikan cincin yang di bawanya ke jari Viona.


Setelah menyematkan cincin berlian nya, Reza berdiri dan menatap dengan sendu wajah Viona yang penuh dengan air mata bahagia. Tatapan kedua nya bersirobok, karena suasana yang sangat mendukung perlahan Reza mendekatkan wajahnya dengan wajah Viona, semakin dekat semakin terasa hembusan nafas masing-masing.


Viona yang tidak pernah se intens ini dengan seorang pria hanya diam mendapati Reza yang semakin mendekatkan bibirnya dengan daging kenyal berwarna merah miliknya, di kecupnya dengan pelan bibir Viona yang menggoda itu.


Semakin lama kecupan itu semakin menuntut lebih.


Viona yang baru pertama kali melakukan ini bingung untuk mengimbangi permainan bibir Reza.


"Kamu belum pernah melakukan ini?" tanya Reza ketika melepaskan tautan bibirnya dari bibir Viona.


Wajah Viona menjadi bersemu merah mendapat pertanyaan seperti itu dari suaminya, ia hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Terima kasih sudah menjaganya untuk ku." ucap Reza seraya memeluk Viona.


"Aku mencintaimu Viona, aku sangat mencintaimu." ucapnya lagi di ceruk leher sang istri.


"Aku juga mencintaimu suamiku." ucap Viona dengan tersedu.


Reza mengurai pelukannya, lalu di pandanganya wajah Viona yang penuh dengan air mata kebahagiaan.


"Nanti setelah di rumah, aku akan mengajarimu cara berciuman yang benar." kelakar Reza


"DASAR MESUM!!" sungut Viona karena malu mendengar ucapan Reza.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Jadi bagaimana untuk episode ini makkk😂😂😂


🔥🔥🔥🔥🔥