
Waktu terus berjalan tanpa bisa di hentikan. Waktu telah mengantar Viona sampai di usia kehamilan tiga puluh delapan minggu. Perut nya semakin membesar karena pertumbuhan calon putri nya bisa di bilang sehat dan aktif.
Semakin mendekati waktu persalinan membuat Viona sering merasakan nyeri di punggung nya terkadang ia merasa cemas menantikan waktu persalinan yang di perkirakan oleh Dokter Grace terjadi minggu depan.
Viona baru saja selesai mempaking apa saja yang harus di bawa ketika melahirkan. Bu Yuni yang menyuruh Viona menyiapkan barang-barang nya lebih awal untuk berjaga-jaga jika waktu melahirkan lebih cepat dari waktu yang di perkirakan.
"Mas, Mama Salma berapa hari di Surabaya?" tanya Viona yang telah selesai menyiapkan barang-barangnya. Ia menghampiri Reza yang sedang duduk di sofa dengan laptop yang menyala di pangkuan nya.
"Mungkin tiga hari Yang." Jawab Reza tanpa menatap Viona yang ada di sampingnya. Ia fokus mempelajari berkas yang baru saja di kirim Adit lewat e-mail.
"Semoga Khanza menang ya mas olimpiade matematika nya!!" Ucap Viona seraya menatap kamar nya yang sudah selesai di renovasi. Ia menatap box bayi yang ada di dekat ranjang nya. Ia tersenyum membayangkan diri nya yang sebentar lagi akan menyandang status baru sebagai orang tua.
"Iya Sayang, semoga saja." Ucap Reza dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Saat ini Bu Salma tengah mendampingi Khanza untuk mewakili sekolah nya mengikuti olimpiade matematika nasional yang di adakan di Surabaya.
"Sayang ini sudah malam. Kamu istirahat dulu ya, Mas belum selesai memeriksa ini." Reza menatap jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Iya mas." Viona beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ranjang nya.
"Aduh!!"
"Aduh Mas!!" Terdengar suara kesakitan yang keluar dari mulut Viona. Hal ini membuat Reza segera bangkit dari tempat duduknya setelah meletakkan laptop nya di meja.
"Kenapa Sayang?? Apa ada yang sakit??" Reza menuntun Viona untuk duduk di ranjang nya.
"Iya Mas. Uhhhh kenapa sakit begini ya Mas, beda dari biasanya." Viona meringis kesakitan karena menahan rasa sakit yang tiba-tiba muncul.
"Apa kamu akan melahirkan Sayang? Kita ke rumah sakit ya..." Reza terlihat panik melihat Viona yang kesakitan dengan tangan yang mencengkram kuat daster yang di pakai nya.
"Aku gak tahu mas tapi ini rasanya sakit sekali!!" Viona memejamkan matanya.
"Aku telfon mama Yuni ya, mungkin mama tahu kamu kenapa." Reza beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil ponsel yang ada di sofa.
"Jangan Mas, ini sudah malam Mas." Viona meringis kesakitan.
"Kalau begitu aku panggil Bu Mina aja ya Sayang." Tanpa persetujuan Viona, Reza langsung berlalu pergi dari kamar nya untuk memanggil Bu Mina yang sedang beristirahat di kamarnya.
Keringat mulai membanjiri tubuh Viona karena rasa sakit yang datang begitu hebatnya. Ia berdiri lalu berjalan ke kamar mandi untuk melihat ****** ***** nya yang terasa basah.
Setelah beberapa menit Reza membawa Bu Mina untuk masuk ke kamarnya. Ia melihat Viona baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah kesakitannya.
"Bu Mina Saya keluar flek merah yang berlendir." Ucap Viona yang melihat Bu Mina juga terlihat panik.
"Apa Sakit nya datang tiba-tiba lalu Hilang dan datang lagi Non?" tanya Bu Mina.
"Iya Bu, seperti itu sakit nya." Jawab Viona yang sudah duduk di ranjang lagi.
"Den Reza segera ke rumah sakit saja, seperti nya Non Viona mau melahirkan." Ucap Bu Mina yang ikut terlihat panik.
"Baik Bu, bantu saya membawa barang-barang yang ada di tas besar itu." Reza mengambil jaketnya dan jaket untuk Viona. Ia segera menuntun Viona untuk segera sampai di mobilnya.
"Bu tolong jangan kabari siapapun dulu ya..." Ucap Viona kepada Bu Mina sebelum masuk ke dalam mobilnya.
"Iya Non, semoga lancar ya Non persalinan nya." Ucap Bu Mina setelah menutup pintu mobil Viona.
"Kami berangkat dulu Bu..." Pamit Reza dari dalam mobil.
Reza segera melajukan mobil nya menuju rumah sakit Permata Bunda yang tidak terlalu jauh dari komplek nya. Sesekali ia menatap Viona yang ada di samping nya.
"Tidak mas, ini sakit nya Hilang mungkin sebentar lagi akan datang." jawab Viona yang sedang memejamkan matanya.
"Jangan panik ya Sayang, kamu pasti bisa melewati ini." Ucap Reza untuk menenangkan istrinya yang wajah nya terlihat sedikit tegang.
"Iya Mas." Jawab singkat Viona.
Sebenarnya Reza juga sedang merasakan ketegangan dalam dirinya. Ia tidak tega melihat Viona yang tadi kesakitan. Ia membayangkan bagaimana nanti jika Viona benar-benar melahirkan.
Lima belas menit kemudian mereka berdua sudah sampai di rumah sakit. Reza segera menuntun Viona untuk masuk ke IGD untuk di periksa dokter yang sedang berjaga. Viona menjerit kesakitan ketika perut bawahnya terasa nyeri sekali.
"Ahh sakit Mas Reza!!" Teriak Viona yang terbaring di atas brankar IGD.
"Sepertinya Istri anda akan melahirkan pak. Ini sudah pembukaan tiga pak." ucap Dokter perempuan yang baru saja memeriksa bagian bawah tubuh Viona.
"Hah Kenapa begitu cepat pembukaan nya Dok padahal istri saya baru saja merasakan sakitnya?" Reza terlihat panik setelah mendengarkan penuturan Dokter yang ada di hadapannya.
"Jangan panik pak, mungkin anak anda sudah tidak sabar ingin melihat dunia yang indah ini." ucap Bu Dokter untuk menangkan Reza.
"Setelah ini Istri Bapak akan di pindahkan ke kamar inap ya Pak sambil menunggu Dokter Grace datang, kami sudah menelfon nya." Lanjut Dokter perempuan yang ada di hadapan Reza.
Beberapa saat kemudian setelah Reza mengurus administrasi nya, Viona di pindahkan ke ruang VVIP untuk beristirahat sebelum perjuangan besar akan di mulai.
Berkali-kali Viona menjerit ketika rasa sakit itu datang, Viona mencengkram apapun yang ada di dekatnya ketika tidak kuat menahan rasa sakitnya.
"Sayang, aku mau telfon mama ya... Biar kamu tidak merasa sendiri disini." Ucap Reza pelan di sisi Viona.
"Jangan dulu mas, ini sudah malam nanti mama panik. Besok pagi saja ya Mas." Ucap Viona yang masih keukeh untuk tidak mengabari Bu Yuni.
Beberapa saat kemudian Dokter Grace datang ke ruangan Viona. Beliau melihat kondisi Viona yang saat ini sedang terbaring di atas bed nya.
"Semangat terus ya Bu!! Ibu pasti bisa melewati semua ini." Ucap Dokter Grace setelah memeriksa kondisi Viona yang masih ada di pembukaan tiga.
"Ibu bisa berjalan mengelilingi ruangan ini untuk mempercepat pembukaan nya bu atau kalau ibu kuat, ibu bisa bersujud atau duduk bersila untuk mempercepat proses pembukaan nya bu." Ucap Dokter Grace untuk membuat Viona tetap semangat.
"Sakit sekali Dok kalau buat sujud!!" Ucap Viona yang sedang menahan sakit.
"Itu memang sakit bu tapi bisa mempercepat proses melahirkan. Bu Viona jangan panik ya, tetap tenang dan terus berfikir positif karena anak ibu sekarang juga sedang berjuang untuk segera bertemu dengan papa dan mama nya." Ucap Dokter Grace agar Viona merasa tenang.
"Terima kasih Dok sudah menenangkan kami." ucap Reza sebelum Dokter Grace keluar dari ruangan Viona.
_
_
_
Tunggu sebentar lagi ya gengs kelahiran baby nya Mas Eja dan Pionaπππ
_
_
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯