Wheel Of Love

Wheel Of Love
Tidur seranjang



Di ruang tamu saat ini semua sedang berkumpul. Viona duduk bersebelahan dengan Reza, sedangkan pak Andre duduk dengan papa dan mama nya, kelima orang-orang ini sedang berkumpul membicarakan keributan yang baru terjadi di rumah ini. Reza menjelaskan masalah yang terjadi padanya dan pak Andre, ia menceritakan dengan jelas permasalahan yang mereka alami saat ini.


"Saya minta maaf pak Reza atas kesalahan anak saya." ucap Pak Yadi papa dari pak Andre setelah mendengar penjelasan dari Reza.


"Kami berjanji akan mendidik anak kami dengan benar pak." ucap bu Sarah.


"Saya harap pak Yadi bisa menjamin kalau anak bapak tidak mengganggu kami lagi, terutama istri saya, karena jika saya tahu anak bapak masih saja mendekati istri saya, maka saya tidak segan lagi untuk mengambil tindakan, jadi anggap saja yang terjadi hari ini adalah sebuah peringatan." Reza mengatakan semua itu dengan serius.


"Jadi bagaimana pak Andre?apa anda bisa menerima jika memang kami adalah pasangan suami istri." tanya Reza sambil menatap pak Andre dengan intens.


"Tidak!! Saya akan tetap merebut Viona dari kamu!!" ucap Andre sambil menunjuk wajah Reza dengan jari telunjuknya.


"ANDRE!!!" orangtua pak Andre sama-sama berteriak mendengar jawaban anaknya.


Mendengar jawaban pak Andre membuat Reza semakin geram, ia berdiri dan akan menghampiri pak Andre yang ada di depan nya, namun di tahan oleh Viona.


"Mas, sudah mas!!Jangan lakukan itu lagi." Viona mencegah Reza untuk menghampiri pak Andre.


"Lepaskan aku Vi, pria ini sungguh sudah menguras kesabaran ku!!" sungut Reza.


"Tenang pak Reza, maaf pak Reza maaf, saya benar-benar minta maaf atas apa yang di lakukan anak saya." ucap pak Yadi dengan tatapan sendunya.


Melihat tatapan pak Yadi membuat Reza tak tega, tatapan penuh belas kasih.


Karena tak tahan lama-lama berada di rumah itu, Reza akhirnya berpamitan kepada pak Yadi.


"Pak Yadi saya pamit pulang dulu pak, saya harap bapak benar-benar bisa mendidik anak bapak dengan baik untuk tidak menggaggu kami."


"Ayo sayang kita pulang." ucap Reza pada Viona yang sedari tadi diam sambil menahan ketakutan.


"Terima kasih pak Reza sudah melepaskan anak saya, kami akan membawanya ke psikiater untuk memeriksakan kondisi anak kami pak." ucap Pak Yadi seraya menjabat tangan Reza.


Suasana hening terasa di dalam mobil Reza, baik Viona maupun Reza sama-sama terdiam dalam pikirannya masing-masing. Reza masih kesal dengan pak Andre yang tanpa malu ingin merebut istrinya.


"Vi, kita mampir ke rumah mama Salma ya." ucap Reza dengan sesekali melihat Viona


"Iya mas." ucap Viona singkat.


Keheningan kembali terasa di antara keduanya, tidak ada yang memulai untuk berbicara hingga mereka sampai di rumah mama Salma.


Keduanya langsung masuk ke dalam rumah untuk menemui bu Salma di dapur, karena di siang hari hari seperti ini pasti bu Salma sedang menyiapkan makanan bersama asisten rumah tangganya.


"Ma..mama" teriak Viona dari ruang keluarga, Bu Salma yang mendengar suara menantunya segera keluar dari dapurnya.


"Duh menantu nya mama datang nih." ucap Bu Salma menyambut anak dan menantunya.


"Vio kangen sama mama." ucap Viona seraya memeluk bu Salma.


"Mama juga kangen sama kamu, udah lama loh kalian gak berkunjung kemari." ucap Bu Salma sambil mengusap lembut punggung Viona.


"Kalian istirahat dulu sana di kamar, nanti mama panggil kalau makan siangnya sudah siap." perintah Bu Salma.


"Baik ma, Viona naik dulu ya ma. Ayo mas!!" ucap Viona.


"Kamu naik duluan aja, aku mau ngerokok dulu di belakang." ucap Reza sambil mengeluarkan rokok dari sakunya. Viona kemudian naik ke kamar Reza untuk membersihkan diri dan beristirahat sebentar.


"Kita ke teras belakang aja za." Bu Salma berjalan menuju teras belakang rumahnya.


Bu Salma duduk di kursi berhadapan dengan Reza yang sedang menyalakan rokoknya.


"Ada apa za?" tanya bu Salma.


"Tadi Reza habis mukulin orang ma." ucap Reza.


"Siapa za?" bu Salma penasaran.


"Dosennya Viona." ucap Reza setelah menghisap rokoknya.


"Kenapa bisa seperti itu?" tanya bu Salma. Reza menghela nafasnya lalu menceritakan masalah yang terjadi, Bu Salma terlihat datar menanggapi cerita Reza.


"Jadi sekarang kamu maunya gimana za?" tanya bu Salma ketika selesai mendengarkan cerita Reza.


"Reza ingin segera melaksanakan Resepsi ma, tolong mama bicara sama pak Surya ya ma" ucap Reza sambil menggenggam tangan mamanya.


"Kenapa kalian menginginkan akad nikah ulang?pasti ada yang tidak beres kan?" tanya bu Salma.


"Iya ma, Reza pernah berniat ingin menceraikan Viona setelah satu tahun kita menikah." Reza akhirnya mengakui kesalahannya.


Bu Salma geram mendengar pengakuan Reza, rasanya bu Salma ingin sekali menjewer anaknya yang sudah dewasa ini.


"Keterlaluan kamu Reza!! berarti selama ini kalian belum pernah melakukan hubungan suami istri?" tanya bu Salma.


"Ih mama kok tau aja sih" ucap Reza setelah menghisap rokoknya.


"Rasain kamu Reza!! menantu mama memang is the best!! dia tahu mana yang benar dan mana yang salah, uh mama semakin sayang sama Viona." ucap bu Salma dengan senyum yang merekah di bibirnya.


"Ya sudah papa akan segera menemui mertua kamu, kita akan membicarakan acara kalian, Kamu dan Viona cukup diam dan menunggu kabar dari mama." ucap Bu Salma.


"Ma bisa gak sih ma kita Resepsi minggu depan gitu, Reza ingin cepat-cepat semua orang tahu kalau Viona hanya milik Reza."


"Kamu pikir Resepsi itu seperti acara ulang tahu hemm... minimal bulan depan lah kita akan mengadakan Resepsi pernikahan kalian." ucap Bu Salma.


"Iya deh terserah mama aja, Reza nurut." ucap Reza dengan pasrah.


"Kembali sana ke kamar, susul Viona di ke kamar." perintah bu Salma kepada Reza.


Reza membuang putung rokoknya dan berjalan menuju kamarnya, sedangkan bu Salma kembali ke dapur untuk melanjutkan kegiatannya di dapur.


setelah sampai di kamar, Reza melihat Viona sudah tidur dengan pulas sambil memeluk guling. Reza pun melepas jas dan kemejanya, ia merebahkan tubuhnya di samping Viona.


"Kenapa gak kepikiran sering-sering ngajak dia nginep disini ya... kan enak bisa tidur seranjang gini. Ha...ha...ha... Dasar bodoh kamu Reza!!" gumam Reza sambil mengusap rambut Viona dengan lembut.


_


_


😄😄😄😄😄


🔥🔥🔥🔥🔥