
Siang ini bu Yuni dan para asisten rumah tangganya sibuk menyiapkan berbagai masakan di dapur, karena nanti malam pak Surya mengundang Reza beserta keluarganya makan malam bersama di rumah. Viona sama sekali tidak bersemangat, dia hanya di kamarnya, merebahkan diri dan main game online di ponselnya.
"Aish! Benar benar menyebalkan! Dosa apa yang sudah aku di perbuat di masa lalu, sampai aku harus bernasib seperti ini."
"Menikah dengan orang yang tidak ku kenal, kalau bukan demi kebahagiaan mama dan papa, aku sudah kabur dari rumah," gerutu Viona sambil menatap ponselnya.
Tok ... tok ... tok ...
Viona meletakkan ponselnya, ia segera turun dari ranjang tatkala mendengar suara ketukan beberapa kali. Sebenarnya, ia enggak untuk membuka pintu tersebut karena tahu siapa yang ada di baliknya.
ceklek.
"Vio ... kamu kok belum siap-siap, Nak? Kamu nanti pakai baju yang mana?" tanya bu Yuni dengan antusias.
"Duh, ngapain sih, Ma! Kok ribet banget? Kan cuma makan malam," jawab Viona seraya berlalu dari hadapan bu Yuni. Ia menghempaskan diri di atas ranjangnya.
"Sayang, meskipun ini makan malam, tetep dong kamu harus kelihatan cantik dan anggun!" ujar bu Yuni seraya menyentuh bahu putrinya.
"Terserah Mama saja lah! Tolong pilihkan gaun untuk Vio," ucap Viona sambil membenarkan posisi bantalnya, "Vio mau tidur dulu, Ma," ucapnya sebelum menutup kelopak mata.
Bu Yuni hanya bisa menghela nafasnya setelah melihat sikap Viona. Beliau berharap semua ini adalah yang terbaik untuk masa depan putrinya itu.
Detik demi detik berlalu, waktu begitu cepat berjalan, tak terasa hari sudah malam. Semua anggota keluarga pak Surya duduk di ruang keluarga sambil menunggu kedatangan keluarga pak Danu. Viona hari ini begitu cantik memakai dress warna maroon selutut dengan make up tipis dan rambut panjang yang digerai. Sepuluh menit kemudian Reza beserta keluarganya sudah datang ke rumah pak Surya.
"Assalamualaikum ...," ucap pak Danu setelah pintu rumah terbuka lebar.
"Waalaikumsalam, Dan," jawab pak Surya seraya memeluk tubuh sahabatnya itu, "ayo silahkan masuk, anggap saja rumah sendiri," lanjut pak Surya setelah menggeser tubuhnya.
Kedua keluarga itu masuk dan berkumpul di ruang tamu. Mereka semua bercengkrama dan asyik ngobrol dengan santai, belum ada yang membahas tentang pernikahan. Viona hanya menundukkan kepalanya sementara Reza terlihat asyik ngobrol dengan Riki dan Dika. Mereka saling mengenal karena dulu waktu kecil sering bertemu di kala orangtua mereka sedang kumpul bersama.
Setelah bercengkrama di ruang tamu selama enam puluh menit, kini ... tibalah saatnya semua orang pindah ke ruang makan, karena makan malam akan segera dimulai. Viona duduk berhadapan dengan Reza, tatapan mata mereka sesekali bertemu.
"Terserah Papa saja maunya kapan," jawab Reza pasrah.
"Bagaimana kalau bulan depan kalian menikah?" tanya pak Danu lagi.
Pertanyaan pak Danu berhasil membuat Viona dan Reza terkejut bukan main. Bagaimana mungkin mereka menikah secepat itu? Sementara meraka saja belum mengenal satu sama lain.
"Pa, jangan secepat itu juga pa! Bagaimana kalau kita tunangan saja dulu pa, kita perlu saling mengenal," keluh Reza seraya menatap ayahnya penuh arti.
"Saya setuju, Om. Saya pun belum siap," ucap Viona seraya menatap pak Danu sekilas.
"Baiklah kita ikuti saja kemauan mereka, Dan, karena mereka yang menjalani," ucap pak Surya setelah menetap raut wajah putrinya.
Makan malam telah selesai, hari pertunangan juga sudah di tentukan bulan depan. Kedua orang tua itu diselimuti kebahagiaan tak terkira karena pada akhirnya Reza dan Viona bersedia menikah. Keluarga pak Danu pun pada akhirnya pamit pulang karena hari sudah malam.
Selepas kepergian pak Danu sekeluarga, Viona tidak langsung masuk ke rumahnya. Ia duduk di kursi taman depan rumah sambil menatap layar ponselnya. Lantas ia mencoba untuk membuka akun media sosialnya.
Mata indah itu mulai berkaca kaca begitu melihat postingan lama di akun Igeh Husein. Viona masih menyimpan rasa yang begitu besar kepada Husein. Tangisnya pun pecah dan Viona mulai terisak sambil memandang fotonya bersama Husein.
"*K*enapa kak Husein tega melakukan semua ini? Setelah mengambil hatiku, kakak pergi begitu saja, apa kakak rela aku di miliki orang lain?" gumam Viona dalam hati.
...🌷🌷🌷🌷...
~terus dukung karya aku ya kak,jangan lupa vote,like dan komen ya kak..
kritik dan saran juga boleh kak agar bisa lebih baik menulisnya😉
maaf ya kalau ceritanya masih membosankan🙏
terima kasih kak Readers yang sudah mampir di karyaku😘😘😘