
Satu jam telah berlalu, Namun Viona belum juga bangun dari tidurnya. Entah itu karena pengaruh obat yang di berikan oleh dokter atau memang kondisi Viona yang masih lemah.
Bu Yuni dan Bu Salma masih setia menunggu Viona di depan ruangan nya. Sementara Pak Danu dan Pak Surya pergi keluar untuk mencari Smoking Area.
Raut kedua wajah Ibu yang sedang mengkhawatirkan keadaan Viona terlihat sangat tegang. Mereka menyelami pikiran masing-masing, tidak ada yang berbicara satu sama lain. Bu Salma mengambil ponsel yang ada di dalam tas nya ketika mendengar ponselnya berdering.
Bu Salma melebarkan mata nya ketika melihat nama Reza ada di layar ponsel miliknya. Beliau segera mengangkat telfon dari Reza dan memberondong Reza dengan beberapa pertanyaan. Tak lupa Bu Salma juga memberitahu Reza jika Viona saat ini sedang di rawat di rumah sakit.
Begitu mendengar Reza sudah berada di jakarta, rasa sesak di dada mendadak hilang sudah entah kemana, Bu Salma menghela nafasnya yang berat.
"Bagaimana jeng? Apa ada kabar baik dari nak Reza?" Tanya Bu Yuni ketika melihat raut bahagia Bu Salma setelah menerima telfon.
"Iya Jeng, Reza baru saja sampai di bandara dan saat ini dalam perjalanan kesini." ucap Bu Salma dengan seulas senyum di bibirnya.
"Alhamdulillah Jeng. Saya ikut lega dengarnya." ucap Bu Yuni yang ada di samping Bu Salma. Dari kejauhan nampak dua pria baya sedang berjalan menuju ke tempat Bu Salma dan Bu Yuni berada, mereka tak lain adalah Pak Surya dan Pak Danu.
"Ma...Ada kabar baik ma!!" Ucap Pak Danu setelah duduk di hadapan Bu Salma.
"RA yang ada di berita itu bukan Reza ma, tapi Rahardi Adipati ma." lanjut Pak Danu.
"Rahardi?? Rahardi pengusaha tekstil?? papa tahu dari mana??" Tanya Bu Salma penasaran.
"Iya Rahardi pengusaha tekstil ma. Baru saja Agus yang ngasih info ke papa." ucap Pak Danu.
"Ah iya pa, Reza sudah dalam perjalanan kesini pa." ucap Bu Salma.
"Jadi Nak Reza sudah menyelesaikan masalah di kantor bali ya??" tanya Pak Surya.
"Seperti nya iya, kalau belum selesai tidak mungkin Reza akan pulang tiba-tiba." Sahut pak Danu. Kedua pasang orangtua ini akhirnya melanjutkan obrolan dengan membahas hal lain sampai akhirnya terdengar suara pria yang tidak asing di indera pendengaran kedua pasang orangtua ini.
"Mama!!!" Terdengar suara Reza di ujung koridor rumah sakit.
"Dimana Viona ma?" tanya Reza setelah sampai di tempat orangtua nya saat ini. Tak lupa Reza menjabat tangan orangtua dan mertua nya dengan hormat.
"Dia ada di dalam Nak. Dokter Grace juga ada di dalam." Ucap Bu Salma sambil menunjuk ruangan Viona.
"Sebenarnya Viona kenapa ma?" tanya Reza lagi.
"Tadi Juna dan Reva yang membawa istrimu kesini Nak. Tadi di rumah Viona mengalami pendarahan karena syok melihat berita online yang di sangka itu kamu Nak." Bu Salma menjelaskan apa yang terjadi pada menantunya.
"Pendarahan???" Reza membulatkan matanya karena terkejut mendengar keadaan istrinya. Tanpa bertanya lagi Reza masuk ke dalam ruangan Viona untuk melihat langsung keadaan istrinya.
Reza termanggu di depan blankar tempat Viona terbaring saat ini. Ia menatap dengan sendu wajah pucat istrinya itu. Matanya berkaca-kaca ketika membayangkan bagaimana tadi saat Viona kesakitan tanpa dirinya.
"Maaf Pak Reza, bisa kita bicara sebentar di sana." Tiba-tiba terdengar suara dokter Grace di balik punggung nya.
"Jadi Begini pak Reza, Kandungan Bu Viona kondisinya masih lemah karena pendarahan yang terjadi beberapa saat yang lalu." Dokter Grace memulai pembicaraan nya.
"Kenapa istri saya bisa pendarahan dokter?" tanya Reza.
"Bisa jadi karena terlalu syok dan stres pak. Saran saya sebisa mungkin bapak harus menjaga mood dan psikologis ibu Viona ya pak. Jangan biarkan ibu Viona banyak pikiran apalagi sampai stres dan tertekan karena itu bisa membahayakan kondisi janin yang ada di kandungan Bu Viona." Tutur Dokter Grace yang penuh dengan penjelasan.
"Baik dok." ucap Reza dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
"Nanti kalau bu Viona sudah sadar bisa langsung di pindahkan ke ruang inap ya pak." ucap Dokter Grace dengan suara yang lembut.
"Boleh saya menunggu nya disini Dok?" tanya Reza lagi.
"Oh silahkan pak. Siapa tahu kalau ada bapak di samping ibu Viona bisa mempercepat pemulihan kondisi ibu Viona." ucap Dokter grace dengan suara lembutnya. Tanpa menunggu lama Reza segera beranjak dari tempat duduk nya saat ini, ia berjalan menuju tempat dimana istrinya berada saat ini.
Reza berdiri di samping blankar Viona, pandangan nya tak lepas dari wajah pucat sang istri yang sedang terlelap dalam tidurnya. Rasa bersalah menyeruak di dalam hatinya. Perlahan Reza mendekatkan tubuhnya ke tubuh Viona. Dikecupnya kening sang Istri berkali-kali.
"Sayang, bangun lah aku sudah pulang." Bisik Reza di telinga Viona. Ia mengusap lembut rambut hitam milik istri nya itu.
"Sayang!! Bangun lah... Aku kangen sama kamu." ucap Reza lagi dengan suara lirihnya. Ia juga mengusap perut Viona dengan lembut.
Reza duduk di kursi yang ada di samping blankar Viona, ia memegang tangan Viona dengan erat. Dan setelah beberapa puluh menit kemudian dilihatnya mata Viona mulai mengerjap pelan tanda ia bangun dari tidurnya.
Pelan tapi pasti Viona berhasil membuka matanya dengan sempurna. Ia menatap sekeliling ruangan tempat ia berada saat ini. Senyum tipis mengembang di wajahnya ketika melihat sang suami sedang duduk sambil memandangnya dengan raut wajah yang tidak bisa di gambarkan.
"Mas Reza..." Ucap Viona dengan suara lirihnya.
"Benarkah ini kamu mas?" tanya Viona untuk meyakinkan dirinya bahwa yang di lihat saat ini benar-benar suaminya.
"Iya sayang. Ini Mas, Mas udah pulang dari tadi." ucap Reza dengan menempelkan telapak tangan Viona di wajahnya. Viona tersenyum karena bahagia melihat sang suami ada di samping nya saat ini. Ia begitu lega karena bukan suami nya yang tertangkap bersama Mirna di hotel yang ada di Bali.
"Mas apa kandunganku baik-baik saja?" Tanya Viona sambil meraba perutnya yang masih buncit.
"Iya sayang. Kandungan kamu baik-baik saja tapi kamu harus di rawat dulu di sini selama beberapa hari untuk memulihkan kondisi kamu dan calon anak kita yang masih lemah." ucap Reza untuk menenangkan Viona.
"Maaf kan aku ya mas... aku tidak bisa menjaga nya dengan baik." ucap Viona dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
_
_
_
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥