
Waktu terus berjalan tanpa bisa di hentikan. Malam berlalu berganti fajar yang siap membentang di langit timur. Mendengar suara adzan yang menggema di masjid komplek perumahan papanya membuat Reza segera bangun dari mimpinya, perlahan ia mengerjapkan matanya pelan, ia melihat sebuah tangan melingkar di perutnya, ia tersenyum mendapati tangan Viona memeluknya dengan erat.
"Jadi seperti ini rasanya bangun tidur sambil di peluk seorang istri" gumam Reza dalam hati.
"Harusnya dari kemarin-kemarin ya aku ngajak Viona nginep di rumah mama, biar bisa peluk-peluk dia" fikiran mesum mulai datang di otak mesum Reza.
Saat Melihat Viona menggerakkan tubuhnya, Dengan cepat Reza memejamkan matanya lagi, ia pura-pura tidur untuk mengetahui apa yang akan Viona lakukan.
Perlahan Viona membuka matanya pelan, menyesuaikan dengan cahaya lampu kamar yang tidak di matikan dari semalam. Viona tersenyum melihat apa yang di peluk nya, tanpa sadar ia memeluk suaminya sejak tadi malam.
"Kenapa ya kalau tidur seperti ini kamu terlihat lebih tampan mas." ucap Viona lirih sambil tangannya mengusap lembut rahang kokoh milik Reza.
"Good morning suamiku." Viona mengecup pipi suaminya yang masih pura-pura tidur.
"Maaf ya mas aku belum bisa memberikan Hak mu, jadi anggap saja ini hukuman untuk kamu karena sudah berani celup-celup wortel sembarangan. Andai kamu tidak mengatakan itu mas, mungkin saat ini aku sudah hamil kali ya." gumam Viona lirih sambil terkekeh membayangkan dirinya hamil.
Setelah puas memandang suaminya, Viona beranjak dari tempat tidur nya, ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk melaksanakan kewajiban dua rakaat nya.
Mendengar Viona yang sudah menutup pintu kamar mandi, Reza langsung membuka matanya dan terkekeh mengingat apa yang di katakan oleh Viona tadi.
"Tenang saja Vi, sebentar lagi aku akan menghajarmu tanpa ampun dan membuatmu segera Hamil." gumam Reza dengan tubuh yang bersandar di sandaran ranjang.
Beberapa saat Reza masih asyik dalam lamunannya sampai Viona menyelesaikan ritualnya di kamar mandi.
"Mas masih pagi gak udah ngelamun!! Aku tunggu nih, kita sholat bareng ya..." ucap Viona saat membuka almari untuk mengambil mukenah nya.
"Aku mandi dulu ya...tunggu sebentar." ucap Reza sambil berjalan menuju kamar mandi. Sambil menunggu Suaminya mandi, Viona menyiapkan baju dan sarung untuk Reza, ia juga menyiapkan sajadah mereka berdua.
Sesaat kemudian Reza dan Viona sudah siap untuk menunaikan 2 rakaatnya, Reza melantunkan ayat -ayat dengan khidmat dan fasih sampai di akhir sholatnya.
➖➖➖➖➖➖💠➖➖➖➖💠➖➖➖➖➖➖
Matahari menyinarkan cahayanya dengan begitu semangat, Cuaca cerah tengah menyelimuti kota Jakarta saat ini. Mobil Hitam milik Reza sampai di halaman rumahnya tepat jam 12 siang.
"Bukannya acaranya jam 6 Vi?" Reza menaikkan satu alisnya.
"Iya nanti aku mau ngajakin mas Reza ke makam nya dulu ya, mau kan mas?" Tanya Viona penuh harap.
Reza menatap wajah Viona sejenak, ia melihat ada sebuah permohonan di tatapan matanya. "Iya nanti kita kesana, Sekarang kamu istirahat aja dulu." ucap Reza dengan tangan yang mengusap lembut kepala Viona.
Viona tersenyum mendengar jawaban Reza, akhirnya mereka berdua berjalan memasuki kamar masing-masing untuk istirahat setelah perjalanan pulang dari rumah bu Salma.
Viona merebahkan tubuhnya di atas Ranjang tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu, pikirannya melayang jauh mengingat bagaimana hubungan nya dengan Husein dulu. Walaupun saat ini ia membuka hatinya untuk Reza namun tidak mudah untuk melupakan kenangan-kenangan indah yang pernah ia lalui bersama Husein.
Viona duduk di tepi ranjang dan membuka laci nakas untuk mengambil foto Husein disana, di tatapnya sosok laki-laki yang sedang tersenyum itu.
"Aku gak nyangka kamu harus pergi di usia yang masih muda kak." Ucap Viona sambil mengusap foto Husein yang ada di tangannya. Setelah lama menatap foto Husein, ia kembali memasukkannya ke dalam nakas.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, Viona sudah siap untuk berangkat ke makam Husein. Viona menunggu Reza yang masih bersiap-siap di kamarnya. Tak lama kemudian Reza turun dari lantai 2, ia memakai batik yang sama seperti Viona.
"Kok gak make up kayak pas kamu sidang kemarin Vi?" tanya Reza saat menghampiri Viona.
"Enggak mas, lagi gk mood make up cantik." Ucap Viona.
"Ya udah ayo berangkat sekarang Vi, entar keburu macet." Reza berdiri dari tempat duduknya yang diikuti oleh Viona. Dan mereka pun berangkat menuju makam Husein terlebih dahulu.
Mas Reza sama Viona berangkat dulu yaa gengs..tunggu di episode selanjutnya ya kakk😀
_
_
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥