Wheel Of Love

Wheel Of Love
Amarah Reza...



Senja yang indah di ufuk barat menandakan hari sudah sore dan akan segera berganti malam. Sekitar pukul 19.00 WITA. Reza sudah sampai di bandara Ngurah Rai Bali. Selama di perjalanan menuju Hotel tempatnya menginap, Reza memikirkan keputusan nya, Mempertahankan Viona atau kah Mirna.


Berbagai hal telah di pikirkan nya jika ingin meninggalkan Viona, di samping memikirkan perasaan orangtua nya, Reza juga memikirkan perasaan Viona. "Dia tidak bersalah dalam hal ini." gumam Reza dalam hati.


Di dalam kamar nya, Reza sudah selesai bersiap untuk pergi menemui Mirna di apartemen nya.


Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 WITA saat Reza berdiri di loby Apartemen tempat tinggal Mirna, Dengan segera Reza berjalan menuju lantai 5 dimana Mirna berada.


Tanpa menunggu lama lagi, Reza menekan angka yang ada di pintu apartemen Mirna, memasukkan angka yang pernah di tunjukkan Mirna beberapa hari yang lalu.


Ketika pintu terbuka, Reza segera masuk ke dalam, Ruangan yang sunyi dan sepi dengan lampu yang menyala, "Kemana Mirna saat ini?" ucap Reza sambil melepas sepatu nya.


Reza mendudukkan tubuhnya di sofa empuk yang ada di ruang tamu Mirna, Ketika Reza ingin menelfon Mirna tiba-tiba Reza mendengar suara yang sangat familiar di indera pendengaran nya.


Suara itu muncul dari kamar yang ada di belakang nya, sekali lagi Reza mencoba mendengar suara itu, dengan ragu Reza bangkit dari tempat duduk nya, mencoba untuk memastikan suara wanita yang sangat di kenali nya. "kenapa dia mendesah seperti itu, apa yang di lakukan nya?".


Dengan langkah yang pelan Reza mencoba membuka pelan pintu yang tidak terkunci itu, seketika matanya membulat sempurna tak kala melihat apa yang terjadi di dalam kamar itu.


Terlihat Mirna yang sedang meliuk-liuk kan tubuh polos nya diatas seorang pria yang tengah menikmati Goyangan wanita yang sedang menindihnya. Reza terus melihat adegan demi adegan yang ada di hadapan nya itu, tentu nya dengan amarah yang menggebu, "Sialan!!! ternyata ini kebusukan yang kamu tutupi." umpatnya dengan muka yang sudah memerah.


Setelah mencapai puncak klimaks nya Mirna terkulai lemas di atas tubuh pria yang sedang memeluk nya dengan erat, senyum nya muncul bak bunga yang baru mekar, tanpa sengaja Mirna melihat ke arah pintu dan betapa terkejutnya melihat seseorang yang ada di depan pintu itu.


"REZA!!!" gumamnya pelan dengan mata yang melotot.


"Sayang, kamu tunggu di sini dulu ya, seperti nya ada tamu di depan." ucap Mirna pelan di telinga Pria yang ada di kamarnya, Pria itu tidak tahu bahwa dari tadi sedang ada yang mengawasinya.


Dengan cepat Mirna memakai baju nya dan segera mengejar Reza yang sudah pergi meninggalkan kamar nya. Dengan sedikit berlari Mirna menghampiri Reza yang sudah berada di luar apartemennya.


"Sayang....tunggu!!" teriak Mirna.


Mirna berhasil meraih lengan Reza dan segera memeluk Reza dengan Erat. Reza yang mendapat perlakuan seperti itu langsung saja melepaskan lilitan tangan yang ada di lengan nya.


"LEPASKAN!!" ucap Reza dengan nada yang tinggi.


"sayang, dengerin aku dulu, aku bisa jelasin ini semua..." ucap Mirna dengan mendongakkan wajahnya menatap manik hitam milik Reza. Tatapan yang biasa penuh cinta kini hilang sudah, yang ada hanya Amarah dan kebencian.


"Kamu mau menjelaskan apa?menjelaskan bahwa kamu tidak sengaja tidur dengan pria itu?" Ucap Reza dengan wajah yang sudah memerah.


"A..aku...aku..aku tadi di jebak sama dia yank..." Mirna dengan gugup mencoba berbohong kepada Reza.


"Kamu pikir aku bodoh hah!!! aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu begitu menikmati nya, apa itu yang di namakan jebakan?" ucap Reza dengan menatap penuh kebencian ke wajah Mirna.


"Maafkan aku... maafkan aku sayang, aku yang salah, tolong jangan tinggalkan aku, aku akan memperbaiki kesalahan ku yank..." Mirna memohon kepada Reza.


"Cih... dasar tidak tahu malu kamu, jangan harap kamu akan bisa bersama ku setelah kamu melakukan penghianatan seperti ini." ucap Reza sambil mencengkram lengan Mirna.


"Mulai saat ini kita selesai...kita PUTUS!!!" ucap Reza yang kemudian menghempaskan tangan Mirna.


"tidak Za...tidak...aku tidak mau, Maafkan aku... aku tidak akan mengulangi nya Sayang...." Rengek Mirna dengan tidak tahu malu nya. Tanpa menjawab ucapan Mirna, Reza langsung berjalan meninggalkan Mirna yang menangis dalam penyesalan nya.


"Aahhhhh....SIAL!!!" umpat Reza sambil menjambak rambutnya.


🔥🔥🔥🔥


***Apa disini ada yang pernah ngeGap pacarnya selingkuh?😂😂😂


👿***