Wheel Of Love

Wheel Of Love
Restoran Delicious...



Pagi yang sejuk tengah menyelimuti alam semesta ini. Dengan bersemangat Reza mulai bersiap untuk pergi ke kantornya. Tidak butuh waktu lama Reza sudah rapi dan terlihat tampan dengan rambut yang di pomaid.


Reza menuruni tangga dengan santai, melewati kamar Viona yang masih tertutup. "tumben masih tidur." batin Reza sambil menaikkan satu alisnya.


Reza terus berjalan sampai di ruang makannya. Kemudian dia mulai duduk dan mengambil nasi goreng yang sudah di siapkan bu Mina.


"Bu...kemana Viona?tumben belum makan?" tanya Reza ketika melihat bu Mina di dapur.


"Maaf tuan muda... nona Viona sudah pergi sejak tadi setelah sholat subuh." jawab bu Mina sambil menundukkan kepalanya.


"kira-kira dia kemana sepagi itu bu?" tanya Reza lagi.


"saya kurang tau tuan, nona Viona pergi buru-buru sambil menangis dan memakai pakaian serba hitam dan berhijab, sepertinya non Viona pergi ke pemakaman" jelas bu Mina.


"ya sudah bu terima kasih, bu Mina boleh melanjutkan pekerjaan yang lain." ucap Reza.


"siapa kira-kira yang meninggal, apa keluarganya?tapi jika keluarganya pasti dia memberitahuku." tanya Reza dalam hati sambil menikmati nasi gorengnya. berkali-kali Reza mencoba menghubungi ponsel Viona, tapi tidak ada jawaban. mengirim pesan pun tak di balas.


Setelah menyelesaikan sarapannya,rl Reza segera berangkat ke kantornya. Dengan di iringi musik bergenre pop Reza menikmati perjalanan menuju kantornya, membelah jalanan ibu kota yang mulai ramai dengan berbagai macam kendaraan.


Setelah sampai di kantornya Reza segera masuk menuju ruangannya, semua karyawan yang berpapasan dengannya menundukkan kepalanya dengan hormat.


Adit sudah menunggu Reza di depan ruangannya, begitu tau kedatangan CEO nya adit segera membukakan pintu ruangan Reza.


Saat Reza mulai melakukan pekerjaan nya, tiba-tiba ponselnya bergetar dan menampilkan nama Mirna di layarnya. Dengan segera Reza mengangkat telfon kekasihnya itu.


"Hallo sayang." sapa Reza


"yank, aku tadi malam baru sampai di jakarta, nanti siang makan bareng yuk di resto Delicious" ajak Mirna dengan suara yang sensual.


"Gimana kalau besok siang saja, hari ini aku sibuk banget yank" jawab Reza.


"Aku besok pagi sudah harus balik lagi ke bali." ucap Mirna.


"Kamu kenapa sih kok harus bolak balik jakarta bali?kapan selesainya?" cerocos Reza.


"baiklah, nanti tunggu aku disana" ucap Reza lalu mematikan sambungan telfonnya.


Setelah memutuskan panggilan Mirna, Reza menyandarkan kepala nya di kursi kebesarannya. Memejamkan mata sejenak memikirkan suatu hal.


"Dit, apa di jam makan siang ada jadwal meeting?" tanya Reza pada Adit.


"tidak ada pak, tapi jam 2 bapak ada meeting dengan staf acounting." jawab Adit.


"baiklah, sebelum jam makan siang aku akan keluar, kalau ada sesuatu yang penting kamu handel dulu ya." perintah Reza.


"baik pak." ucap Reza sambil menganggukkan kepalanya.


**


Setelah berpamitan kepada semua keluarga Husein, Viona, Mela dan Reva segera masuk mobil dan pergi meninggalkan pemakaman. Kali ini Reva yang mengemudikan mobil Vona.


Ketiga gadis ini tidak ada yang bicara, mereka menyelami pikiran masing-masing. Viona hanya diam menatap sendu keluar jendela mobil.


ingatannya tentang Husein terus melintas di fikiran nya. Senyuman Husein masih tergambar jelas di mata nya.Viona tidak pernah menyangka akan berada di titik ini. Mela dan Reva saling pandang di kursi depan, mereka berdua tidak tega melihat sahabatnya kacau seperti itu.


"Sebaiknya kita makan dulu, aku yakin kalian semua belum ada yang makan." ucap Mela sambil menoleh ke arah Reva.


"bagaimana Vi, kamu setuju kita makan dulu?" tanya Reva pada Vona.


"Terserah kalian saja." jawab Viona datar.


"Reva kita sebaiknya makan di resto delicious, kita sudah lama gak kesana kan?" ucap Mela.


"baiklah, sebentar lagi kita akan sampai disana".ucap Reva.


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


❤️