Wheel Of Love

Wheel Of Love
Berikan mama cucu yang banyak!!



Di sepanjang perjalanan pulang dari Apartemen Mirna suasana di dalam mobil terasa hening, Reza dan Viona tidak ada yang bersuara mereka menyelami pikiran masing-masing, menerka apa yang telah terjadi pada Mirna.


Viona bingung melihat sikap Mirna yang sangat berbeda, baru tadi siang ia mengancam nya dan sore harinya ia terlihat sangat ketakutan.


"Hmmm apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Viona lirih dengan pandangan fokus ke depan.


Reza melirik Viona yang sedang bergumam sendiri, ia juga memikirkan hal yang sama dengan Viona, ia tahu tidak mungkin Mirna menyerah semudah ini, pasti ada sesuatu yang tidak beres pikirnya.


"Sayang...kita ke rumah mama sebentar ya sekalian nyerahin daftar nama undangan kita." ucap Reza yang tengah menatap jalanan di depannya.


"duh kok aku jadi geli ya kamu manggil aku sayang, lucu mas dengernya." kelakar Viona yang sedang menahan tawanya.


"Kamu harus terbiasa mendengarnya karena aku akan memanggil kamu dengan kata itu." ucap Reza sambil menatap Viona di sampingnya.


Viona mengulas senyum nya, ia memandang Reza yang sedang fokus dengan jalanan yang sedikit macet. Beberapa hal receh tengah mereka bicarakan untuk mengusir keheningan yang telah terjadi.


Viona dan Reza sampai di rumah bu Salma ketika hari sudah berubah menjadi gelap. Mereka masuk ke dalam rumah dengan senyum yang terlukis di wajah masing-masing.


"Assalamualaikum ma..." ucap Viona saat memasuki ruang keluarga.


"Waalaikumsalam..." jawab bu Salma yang sedang berjalan dari ruang makan.


"Kebetulan kalian datang, kita makan malam dulu ya, itu papa dan Khanza baru saja mau makan. Ayo!!" Bu Salma menarik tangan Viona untuk mengikutinya bergabung dengan pak Danu dan Khanza.


Begitu sampai di ruang makan, Viona dan Reza menjabat tangan pak Danu, sementara Khanza berdiri dari tempat duduk nya dan ikut menyalami kakaknya.


"Ayo kalian duduk lah!! kita makan malam bersama." Ucap Pak Danu.


Mereka berdua pun ikut bergabung dan makan malam bersama. Suasana terasa hangat di ruang makan ini karena mereka semua bersenda gurau di sela-sela makan nya.


"Kak Vi...Setelah ini ajarin Khanza make up dong!!Khanza pengen bisa make up kayak kak Viona. Ya kak ya ya..." Rengek Gadis yang tengah duduk di bangku SMA ini.


"Boleh kebetulan kakak tadi bawa perlengkapan make up kakak di mobil." ucap Viona


"Cie udah punya pacar kayaknya ini!!" Seloroh Reza


"Ih apa an sih kak Reza, kita itu cewek jadi ya harus bisa make up, biar kelihatan selalu cantik!!" Khanza terlihat kesal dengan kakaknya.


Bu Salma hanya menggelengkan kepala nya mendengar anak-anak nya yang sedang tertawa. Sebuah kebahagiaan untuk bu Salma saat melihat putra dan putrinya terlihat Rukun dan bahagia seperti yang di lihatnya saat ini.


"Ayo kak..." Khanza menarik tangan Viona ketika sudah selesai membantu membereskan meja makan.


"Mas aku ke atas dulu sama Khanza." ucap Viona pada Reza.


"Iya...jangan mau kalau disuruh aneh-aneh sama Khanza!!" Ujar Reza.


Tanpa menjawab Viona sudah berlalu menuju kamar Khanza untuk menuruti kemauan adik iparnya ini. Sementara itu Reza, Bu Salma dan pak Danu pindah ke ruang keluarga untuk sekedar bersantai dan ngobrol bersama.


Pak Danu menyalakan TV di depannya, mencari chanel yang menjadi favoritnya. Sementara bu Salma sedang membalas beberapa pesan di ponselnya.


"Ma...Apa mama tidak tahu sesuatu?" Ucap Rezza memulai obrolannya.


"Tentang apa za?" tanya Bu Salma yang masih menatap layar ponselnya.


"Mirna."jawab Reza singkat.


"Memang kenapa Mirna?" Tanya Bu Salma..


"Bagus dong kalau begitu, dia tidak akan lagi mengganggu kehidupan kalian." bu Salma menyunggingkan senyum nya.


"Tapi aku heran deh ma kenapa dia bersikap seperti itu. Mirna tidak mungkin menyerah secepat ini ma!!" Reza masih penasaran dengan apa yang terjadi pada Mirna.


"hmmm..pasti mama sudah melakukan sesuatu untuk menekan mantan kekasih Reza itu." Gumam pak Danu dalam hati sambil terus mengamati layar Tv di depannya.


"Sudah biarkan saja za, yang penting kalian sudah tidak di ganggu lagi kan sama perempuan itu." ucap Bu Salma sambil memandang anaknya.


"Mama yakin tidak melakukan apapun kepada Mirna???" Reza menatap Mama nya untuk mencari jawaban dari rasa penasarannya. Ia dari tadi berpikir pasti semua ini ada hubungannya dengan wanita yang sudah melahirkannya ini.


"Tentu saja mama melakukan sesuatu, mana mungkin mama membiarkan keluarga mama di ganggu oleh perempuan seperti Mirna." ucap Bu Salma dengan santainya.


"ternyata tebakanku benar juga, mama pasti ikut andil untuk menyingkirkan wanita itu." gumam pak Danu dalam hati ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh istri nya.


"Memang apa yang sudah mama lakukan sehingga Mirna ketakutan seperti tadi." Reza menaikkan satu alisnya.


"Kamu tidak usah tahu apa yang sudah mama lakukan, yang penting mama tidak akan mengotori tangan mama sendiri." Ucap Bu Salma dengan seringai nya. Mendengar Jawaban mama nya membuat Reza diam untuk menebak apa kiranya yang sudah dilakukan oleh mamanya.


"Za Resepsi pernikahan kalian akan di adakan di Hotel papa mertua mu, Kita sudah menyiapkan segala sesuatunya. Jadi kamu dan Viona tidak usah memikirkan masalah resepsi." pak Danu akhirnya membuka pembicaraan untuk memecah keheningan yang terjadi.


"Iya pa, terima kasih ya ma..pa.. sudah membantu Reza mengurus semua ini. Maaf Reza belum bisa membalas semua yang sudah di lakukan mama dan papa." Ucap Reza dengan nada sendu nya.


"Itu sudah kewajiban kami za sebagai orangtua untuk melakukan yang terbaik untuk kebahagiaan anaknya." ucap bu Salma.


"Reza belum bisa membahagiakan mama dan papa, Reza sudah menikah tapi masih saja merepotkan mama dan papa." Reza merebahkan kepalanya di pangkuan mama nya.


"Cukup berikan mama cucu yang banyak dan lucu untuk membahagiakan kami za." ucap Bu Salma sambil mengusap lembut rambut Reza.


"Ma jangan banyak-banyak ma, entar Reza gak bisa mesra-mesraan sama Viona dong, lagian entar jalannya semakin lebar kan ma kalau sering-sering melahirkan!!" kelakar Reza sambil mendongakkan kepalanya.


"Reza...Kamu itu!!" Teriak pak Danu sambil melempar Reza dengan bantal sofa di sampingnya.


Reza terkekeh melihat wajah papanya yang kesal karena ucapan nya tadi, sementara bu Salma tertawa melihat tingkah lucu anak dan suami nya ini.


"Oh iya ma tadi Reza sudah membawa daftar nama yang akan kami undang." ucap Reza.


"Iya nanti akan mama serahin ke pihak WO za, kamu jangan lupa fitting baju ya minggu depan." Bu Salma mengingatkan.


Obrolan berlanjut membahas hal lain, mulai dari bisnis hingga masalah kesehatan. Lama mereka bertiga ngobrol sampai Viona sudah selesai mengajari Khanza di kamarnya.


"Sayang...pulang yuk!!" Ajak Reza


"Iya mas...oh iya ma ini daftar undangannya." ucap Viona sambil menyerahkan kertas kepada bu Salma.


_


_


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥