
Di kantornya Reza begitu sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di mejanya, banyak jadwal meeting hari ini, suasana hati yang sedang tidak bagus membuatnya uring-uringan sepanjang hari.
Adit lah yang sedari tadi terkena amarahnya.
Dari tadi berkali kali Reza menghubungi Mirna tapi tidak ada jawaban dari Mirna, itu membuat Reza bertambah kesal. "kemana perempuan ini" gumam nya dalam hati.
"Dit... panggil seketaris Yola ke kesini." perintah Reza kepada Adit
"baik pak." Adit segera keluar dari ruangan Reza, tak lama kemudian Yola masuk ke ruangan Reza dengan jalan yang di lenggak lenggokan seperti sedang fashion show, pakaian yang sexy selalu melekat di tubunya. Yola sudah lama ingin memiliki Reza namun tak sedikit pun Reza melihatnya.
"Yola... atur ulang meeting hari ini,jadwalkan saja yang benar-benar mendesak, aku ingin pulang cepat hari ini." ucap Reza.
"Baik pak, akan saya atur ulang jadwal bapak." jawab Yola dengan senyuman yang menggoda. Kemudian segera meninggalkan ruangan Reza.
"Dit...tolong kamu cari di mana keberadaan Mirna." perintah Reza pada Adit.
"Baik pak." jawab Adit sambil menundukkan kepala nya lalu beranjak keluar dari ruangan Reza.
**
Viona melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, dia menuju tempat dimana Dika bekerja. Viona akan menukar mobilnya dengan mobil Dika yang sudah di setting untuk di pakai balap mobil.
Kebiasaan buruk Viona mulai terulang lagi, Viona begitu mahir mengendarai mobil-mobil yang sudah di setting karena diajari oleh Riki, itu pun tanpa sepengetahuan papanya.
Viona memaksa untuk mengambil kunci mobil Dika, mau tidak mau Dika memberikan kunci nya itu. Begitu Viona pergi Dika segera menghubungi kakaknya. "kak, cepat susul Viona ke sentul, dia pergi naik dark boost(nama mobil Dika)"
"oke...gue segera kesana, gila nih anak."jawab Riki di seberang sana.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, Viona sudah sampai di sentul, Viona mulai bersiap untuk melatih hobinya yang sudah lama di tinggalkannya. Disaat kacau seperti ini, Viona melampiaskan dengan mengendarai kereta besi milik kakak nya.
Setelah puas melampiaskan kekesalannya, Viona turun dari mobilnya, dia menghampiri Riki yang sedari tadi berdiri menatapnya, Viona segera memeluk kakaknya dan meluapkan isi hatinya, Riki hanya diam sambil mengelus rambut adiknya yang sedang menangis itu.
Setelah di rasa tenang, Riki segera mengajak Viona untuk balik ke rumah karena hari sudah mulai sore, Riki tidak ingin papa nya curiga.
~
Di rumah viona sedang menikmati jus alpukat di pinggir kolam renangnya. Dengan baju yang masih basah Viona membaringkan tubuhnya di atas kursi sun lounger nya.
Pikirannya tertuju pada Husein saja, dia bertanya tanya kenapa Husein benar-benar menghindarinya?kenapa tidak menemui nya langsung di kampus?kenapa harus memandang dari kejauhan?sekeras apapun dia berfikir tetap tidak menemukan jawabannya. Nomor ponsel Viona pun sudah di blokir oleh Husein.
~
Reza masih belum pulang juga dari kantornya, rencana untuk pulang cepat ternyata tidak bisa terpenuhi begitu saja,sebagai CEO dari perusahaan yang besar begitu banyak tanggung jawab yang harus di penuhi.
Mirna sudah bisa di hubungi,ternyata dia sedang ke bali untuk pemotretan sebuah produk yang ada di sana.Rencana untuk memadu kasih bersama kekasihnya telah gagal.
Mungkin malam ini reza akan lembur untuk menyelesaikan berkas berkas yang masih banyak.
Reza menyibukkan diri di kantor untuk menghindari permintaan mama nya untuk menemui Viona.
😂
Maaf ya ceritanya membosankan🙏🙏
setelah ini pernikahan reza dan viona akan di laksanakan..yang penasaran kelanjutnya tunggu yaaa zheyenk🤗🤗🙏