Wheel Of Love

Wheel Of Love
Berita online...



Malam telah tiba, Reza baru sampai di kamar hotel nya sekitar pukul sembilan waktu indonesia bagian tengah. Ia merebahkan tubuhnya tanpa mengganti baju yang di pakainya sejak pagi tadi. Tatapan nya menerawang jauh memikirkan permasalahan yang menimpa perusahaan nya.


Reza memutuskan untuk menutup perusahaan yang berada di ambang kebangkrutan itu. Ia juga memutuskan akan menjual dua mobil nya yang ada di garasi rumah untuk menutup perusahaan nya. Ia tadi bersama Adit sudah menghitung total dana yang harus di keluarkan jika menutup perusahaan nya, dan ternyata nominalnya begitu besar.


Meskipun pak Danu rela mengeluarkan berapa pun biaya yang di butuhkan Reza, tapi ia tidak mau semua beban di beban kan pada orangtua nya itu. Tanpa menunggu lebih lama lagi Reza mengambil ponsel nya untuk menghubungi Juna agar membantu nya menjualkan mobil yang ada di rumah nya.


Setelah cukup lama ngobrol dengan Juna lewat ponsel nya, Reza segera menghubungi Istrinya yang sejak tadi di rindukan nya itu.


"Hallo Assalamualaikum..." Sapa Reza ketika panggilan sudah tersambung dengan Viona.


"Waalaikumsalam... Baru pulang kah mas?" tanya Viona.


"Iya sayang, Mas baru pulang..." Jawab Reza yang masih terlentang di atas ranjang hotel.


"Gimana mas masalah nya?apa semua baik-baik saja?" Tanya Viona.


"Tadi mama dan papa kesini untuk membantu mas. Kali ini mas mengikuti saran papa untuk menutup perusahaan saja yang..." Reza menceritakan semua permasalahan yang terjadi padanya.


"Mas Reza yang sabar ya, lebih baik mas Reza ngikutin saran papa dan mama saja ya..." Ucap Viona.


"Tapi sayang, menutup perusahaan itu harus mengeluarkan dana yang begitu besar, jadi mas harus menjual dua mobil yang ada di garasi. Enggak papa ya Yang mas jual mobilnya??" Reza sedikit ragu mengatakan ini, karena ia takut Viona akan marah jika tahu mobil dirumah nya berkurang dua.


"Iya mas jual aja, lagian di rumah kan masih ada mobilku dan mobil yang biasa di pakai mas Reza, yang Sport itu di jual aja mas biar mas Reza tidak banyak beban ya... Aku ada sedikit tabungan mas, mas pakai aja dulu." ucap Viona dengan suara yang lembut. Reza tersentuh mendengarkan jawaban istrinya, ia tidak menyangka Viona akan mendukung nya seperti ini.


"Dua mobil cukup sayang, tidak usah pakai tabungan kamu ya. Maafin aku ya Sayang, di saat kita akan mempunyai anak malah perusahaan mas di rundung masalah, Mas merasa bersalah karena kamu harus ada di situasi ini. Mas juga takut tidak bisa membahagiakan anak dan istri mas." Ucap Reza dengan suara sendu nya.


"Mas Reza gak boleh bicara seperti itu. Anak itu membawa rizky sendiri-sendiri mas. Siapa tahu ketika dia lahir mas Reza sudah bisa membangun perusahaan lagi. Jangan mengkhawatirkan hal yang belum terjadi mas. Oke??" Viona menenangkan Reza yang mengkhawatirkan anak nya yang belum lahir.


"Baiklah, mas tutup dulu ya telfon nya, Mas mau mandi dulu." ucap Reza sebelum mengakhiri panggilan dengan Viona.


Sementara itu di rumah Viona mondar mandir di ruang keluarga memikirkan Suami nya yang baru saja menelfon nya. Ia memikirkan bagaimana kondisi Reza saat ini.


"Ya ampun!! kenapa fikiran negatif terus saja berkeliaran di otak ku sih!!" Gumam Viona yang kesal karena tadi sore ia tiba-tiba saja mengingat sosok Mirna yang juga sedang tinggal di Bali saat ini.


"Viona!! kendalikan dirimu!! Suami mu di sana sedang ada masalah!! jadi tidak mungkin ia bertemu dengan Mirna!! ingat, Reza hanya mencintai mu!!" Gumam Viona pada diri nya sendiri untuk mengusir fikiran negatif yang sejak tadi sore menghantui nya.


Karena perubahan fisik yang sedikit mengembang, Viona terkadang menjadi tidak percaya diri di hadapan suaminya yang sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


Malam semakin larut, Viona masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat. Sulit sekali ia untuk memejamkan matanya Karena ia sudah terbiasa tidur di dekapan Reza.


Viona bergerak ke kanan dan ke kiri di atas ranjang king size milik nya. Ia tak kunjung tertidur meskipun sejak tadi Ia sudah memejamkan mata nya. Ia memutuskan untuk memutar Film lewat ponsel nya.


Entah Ia sudah melihat berapa episode drakor yang di bintangi oleh aktor favoritnya Ji chang wook itu. Yang pasti hal itu dapat membantunya terlelap dalam tidurnya.


Tiga hari telah berlalu, hari ini hari ke empat Viona sendiri di rumah tanpa kehadiran Reza di samping nya. Hari minggu hampir berjalan setengah hari, namun Viona masih betah berada di kamar nya. Ia begitu malas hari ini untuk melakukan aktivitas apapun.


Viona membuka ponselnya ketika melihat pesan dari Reva yang akan berkunjung ke rumahnya bersama Juna sang suami yang telah menikahi nya beberapa bulan yang lalu setelah wisuda. Saat ini Reva juga sedang hamil muda, masih berjalan lima minggu.


Karena akan kedatangan tamu, Viona segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri agar kelihatan fresh ketika bertemu sahabat nya itu.


Saat ini ia berada di depan cermin untuk memoles wajahnya dengan sedikit make up. Setelah selesai bersiap Viona segera keluar dari kamar nya, Ia berjalan menuruni tangga untuk sampai di ruang keluarga untuk menunggu Reva yang katanya sudah dekat dengan tempat tinggalnya.


Beberapa menit kemudian Reva dan Juna sudah sampai di rumah nya. Mereka di sambut Viona yang sejak tadi sudah menunggu nya.


"Duduk Re!!" ucap Viona sebelum masuk ke dalam rumah nya untuk menyuruh Mbak Sri agar membuatkan minum untuk tamunya.


Viona kembali lagi ke ruang tamu untuk ngobrol dengan Reva dan juga Juna. Mereka sedikit membahas masalah yang menimpa Reza saat ini. Mereka juga saling sharing tentang masalah kehamilan untuk ibu muda seperti Viona dan Reva saat ini.


"Eh Liat deh Vi, si Mela lagi liburan bareng kak Gilang loh!!" ucap Reva ketika melihat Mela membagikan foto nya bersama Gilang di sosial media miliknya.


Viona membuka ponselnya sendiri, Ia juga membuka sosial medianya untuk melihat postingan Mela.


"Kurang ajar banget nih anak Re!! Liburan gak bilang-bilang!!" Ucap Viona dengan menyebikkan bibirnya.


"Biarkan saja lah, mereka juga butuh waktu berdua kan untuk menghabiskan waktunya. Masak iya harus bareng-bareng terus!!" Sahut Juna yang sejak tadi mendengar pembicaraan dua wanita yang sedang ada di hadapannya.


"Ya...ya...ya... Biarkan mereka menghabiskan waktu berdua sebelum melangsungkan pernikahan beberapa bulan lagi." Ucap Reva yang masih menatap ponselnya. Ia sedang meramaikan kolom komentar di akun milik Mela.


Viona pun terkekeh mendengar ucapan Mela, ia juga saat ini ikut nimbrung meramaikan kolom komentar di akun milik Mela. Namun beberapa saat kemudian ia Membeliak kan matanya ketika melihat berita online yang sedang di baca nya saat ini.


"Enggak mungkin!!! ini enggak mungkin!!!" Ucap Viona dengan suara yang terlihat panik.


_


_


_


Terima kasih untuk yang sudah mendukung karya saya selama iniπŸ˜€Baik yang berkomentar maupun yang menyukai dalam diam😍 sekali lagi saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyak nyaπŸ™πŸ™πŸ™


_


_


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯