
Waktu terus berjalan, Kandungan Viona sekarang sudah berusia enam belas minggu. Sudah dua kali Viona masuk rumah sakit karena morning sicknes yang berlebihan di usia kandungan enam minggu sampai dua belas minggu. Viona harus di rawat di rumah sakit karena tubuhnya kekurangan asupan gizi, setiap makan sesuatu ia selalu muntah dan menjadi lemas sampai pernah tak sadarkan diri.
Karena khawatir dengan kondisi istrinya, dulu Reza sempat pulang di rumah pak Surya sampai Viona benar-benar pulih kesehatan nya. Ia tidak tega harus meninggalkan Viona sendiri dengan dua asisten rumah tangga, jadi ia memutuskan untuk pulang di rumah pak Surya karena disana ada mama Yuni yang menjaga istri nya.
Di usia kehamilan saat ini Viona sudah kembali normal, malah nafsu makan nya terus bertambah. Berat badan nya juga sudah mulai naik setiap bulannya. Ia terus merasa lapar bahkan malam hari ia tak dapat tidur sebelum makan buah atau pun makanan lain nya selain nasi.
Viona sempat setres karena berat badan nya terus bertambah, namun Reza berhasil menenangkan perasaan istrinya itu. Perubahan Mood sering terjadi pada diri Viona, dan yang pasti ia semakin manja kepada Suaminya itu, pernah ia sehari tak ingin berjauhan dengan Reza walau hanya satu menit.
Perut Viona sudah terlihat sedikit buncit, hal itu membuat Reza semakin gemas jika melihat Viona memakai daster rumahan nya. Reza terus membelai perut Viona dengan penuh kasih sayang seperti saat ini di atas ranjang yang ada di kamarnya.
"Sayang jaga dia baik-baik ya selama aku di bali." ucap Reza yang ada di pangkuan Viona.
"Mas Reza harus se lama itu ya di bali?" tanya Viona dengan mata yang berkaca-kaca karena tidak siap di tinggal Reza walau hanya satu minggu.
"Iya mungkin bisa lebih Mi, masalah disana sangat serius. Doakan semua baik-baik saja ya Mi." ucap Reza sambil menengadahkan kepala nya untuk menatap Viona.
"Kalau tidak bisa di perbaiki, lepaskan saja mas. Jangan terlalu banyak beban ya...ingat jaga kesehatan kan sebentar lagi mau di panggil Papi." Viona menenangkan suaminya yang akhir-akhir ini memikirkan cabang perusahaan yang ada di bali.
"Sayang, anak nya papi...jangan nakal ya selama papi kerja di bali, jangan buat mami mual-mual lagi ya nak..." ucap Reza di depan perut Viona.a
"Ayo tidur mas, besok kan mas Reza harus berangkat pagi." ucap Viona sambil mengusap lembut rambut sang suami.
Reza bangun dari pangkuan Viona, ia merebahkan tubuhnya di samping Viona. Ia merentangkan tangannya agar sang istri bisa masuk dalam dekapan nya.
Malam semakin larut, Reza sudah terlelap dalam tidurnya sementara Viona masih terjaga dan belum tidur sama sekali. Ia menatap jam dinding yang ada di kamar nya sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Viona merasa gelisah memikirkan suaminya. Pikiran buruk terus menghantui nya.
"semoga kamu selalu di lindungi dari orang-orang jahat ya mas, aku sangat takut mas..." Gumam Viona sambil terus menatap wajah suaminya yang terlelap dalam tidurnya. Viona terus mengusap rahang suaminya dengan tatapan yang penuh dengan kesedihan. Viona begitu kasihan dengan apa yang terjadi pada suami nya saat ini. Adanya kasus korupsi besar yang berhasil menguras keuangan perusahaan yang ada di bali membuat Reza benar-benar setres karena hal ini.
Viona akhirnya tertidur setelah lama mengusap rahang kokoh milik suaminya itu. Ia tertidur sekitar pukul tiga dini hari. Viona berkelana ke alam mimpi sampai terdengar bunyi alarm ponsel yang ada di atas nakas.
Viona mengerjapkan mata nya pelan, samar-samar ia melihat suaminya sedang menatap nya dengan mata yang berembun. Entah apa yang sedang di pikirkan oleh Reza sampai ia tidak sadar sang istri sudah terjaga dari tidurnya.
"Mas...mas...mas Reza kenapa?" tanya Viona setelah bangun dari tidurnya. Ia menatap wajah sedih suaminya.
"Aku tidak tega meninggalkan kamu di rumah sendiri Mi." ucap Reza dengan suara lirihnya.
"Jangan khawatir mas, kan ada mama Salma yang datang kesini." ucap Viona untuk menenangkan suaminya.
"Mas Reza fokus menangani masalah yang ada di sana saja ya, jangan khawatirin aku. Aku baik-baik saja kok mas." Lagi-lagi Viona menenangkan suaminya dengan mengatakan hal yang berbeda dengan hatinya.
"Ya sudah, sekarang lebih baik kita sholat subuh dulu ya keburu waktunya habis." ucap Reza sebelum beranjak dari ranjang. Kedua nya segera mandi untuk bersiap melaksanakan kewajiban dua rakaat nya.
Waktu sholat subuh telah selesai, Reza sudah rapi dengan pakaian kerjanya, Tak lupa koper besar juga sudah siap di sebelahnya. Reza saat ini berada di depan rumah nya menunggu Adit yang akan menjemputnya. Ia sedang menemani Viona jalan-jalan di bebatuan yang ada di taman rumahnya.
Reza memeluk tubuh Viona ke dalam dekapan nya ketika Adit sudah sampai di halaman luas rumahnya. Tak lupa ia juga mengecup perut buncit istrinya itu. Ia juga mengucapkan begitu banyak pesan untuk Viona lakukan.
"Mi, jangan lupa pesan ku tadi ya..." Reza mengingatkan Viona beberapa pesan yang harus di lakukan Viona.
"Iya iya sayangku cintaku honey bunny sweety ku!!!duh bawel banget kayak emak-emak komplek." Kelakar Viona sambil mencubit gemas kedua pipi Reza.
"Aku berangkat dulu ya sayang, jaga diri baik-baik selama aku tidak di rumah." ucap Reza dengan berat hati sebelum masuk mobil bersama Adit.
"Iya.... Mas Reza tenang saja, jangan khawatir." ucap Viona dengan senyum yang tergambar di wajah nya. Viona terus menatap mobil yang di kendarai suaminya sampai hilang dari pandangan nya, Raut wajah nya berubah menjadi sendu.
Karena capek berdiri Viona memutuskan untuk duduk di bangku taman, Ia terus termenung memikirkan suaminya yang sudah dalam perjalanan menuju bandara.
Beberapa saat kemudian sebuah mobil berwarna putih masuk halaman rumah Viona, terlihat wanita paru baya turun dari mobil itu. Beliau berjalan menuju ke tempat menantunya yang sedang melamun di taman.
"Nak..." Sapa Bu Salma sambil menepuk pundak Viona.
"Eh mama..." Ucap Viona sebelum menjabat tangan mertuanya.
"Mari masuk ma..." Viona berdiri dari tempat duduk nya, namun Bu Salma menghentikan Viona yang akan berjalan.
"Kita duduk di sini saja, mama belum pernah kan bersantai di taman kalian." ucap Bu Salma yang akan duduk di samping Viona.
"Ini mama bawa makanan kesukaan kamu, bubur ayam di dekat taman komplek." ucap Bu Salma sambil menyerahkan satu porsi bubur ayam untuk Viona.
"Wahhhh mama tahu aja kalau Viona dari tadi pengen bubur ayam. Hmmmm aroma nya menggoda sekali ma." Viona mengendus aroma bubur ayam yang berhasil masuk di indra penciumannya.
"Makan lah yang banyak nak, nanti kalau kurang kita bisa beli lagi, oke??" Bu Salma tersenyum melihat menantunya yang sudah kembali sehat dan mulai kembali nafsu makan nya.
_
_
_
Terima kasih kak atas dukungan nya selama iniπ Jangan lupa Vote, like dan komen nyaπ dan satu lagi jangan lupa share ke teman-teman yang lain kakπππ
_
_
_
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯