Wheel Of Love

Wheel Of Love
Khawatir...



Kebersamaan bersama sahabat memang menyenangkan, seperti yang dilakukan oleh Reza saat ini, meninggalkan berkas-berkas yang ada di meja kerjanya dan bergabung dengan ketiga sahabatnya di sofa yang nyaman di ruangannya.


Gelak tawa menggema di ruangan itu ketika Gilang si playboy itu bercerita tentang pengalaman nya dengan gadis cupu 3 hari yang lalu.


"Gila lu bro... gila emang..." sahut Reza


"Moga gak kena karma lu Lang..." timpal Juna


"hahahaha... gue sumpahin elu nikah sama tuh cewek, biarin dah nikah tanpa cinta..." ucap Farhan dengan di iringi gelak tawanya.


"Brengsek banget sih lu Han pakek nyumpahin gue" jawab Gilang sambil memukul lengan Farhan.


Seketika tawa Reza langsung berhenti ketika yang di katakan Farhan adalah yang terjadi pada dirinya. Tiba-tiba dia teringat Viona, "bagaimana kondisinya saat ini?" tanya Reza dalam hati. Reza berdiri dan berjalan menjauh dari ketiga sahabatnya, seketika mereka bertiga saling bertatap heran melihat kelakuan Reza, tidak biasanya Reza menjauh hanya untuk menelfon.


Berkali-kali Reza menelfon ponsel Viona tapi masih saja tidak aktif, akhirnya dia menghubungi Dika karena diantara kedua kakak iparnya hanya Dika lah yang bisa bersikap dewasa. Reza meminta tolong pada Dika untuk melihat sekaligus menjaga Viona saat ini, Reza takut Viona bertindak yang bisa membahayakan nyawa nya seperti bunuh diri mungkin. Ah... terlalu jauh memang pemikiran Reza saat ini.


Setelah berhasil menghubungi Dika, Reza kembali bergabung bersama teman-teman nya.


"Elu kenapa za?tiba-tiba gelisah aja muka lu?" tanya Gilang sambil membuka kulit kacang yang ada di atas meja


"Kayak gagal dapat jatah dari si Mirna aja lu za ha..ha..ha..." sahut Farhan.


"Gue lagi mikirin keadaan istri gue..." jawab Reza dengan menyadarkan punggung nya di sofa yang di duduki nya.


"Dih..emang sejak kapan elu nikah si Mirna haah?" tanya Juna sambil menyilangkan kaki nya menghadap Reza.


"Gue udah nikah sebulan yang lalu tapi bukan sama Mirna.." ucap Reza dengan memandang ketiga teman nya.


"uhuk...uhuk...uhuk..." Gilang tersedak kacang yang sedang di kunyah nya. Sedangkan kan juna dan Farhan saling pandang mendengar ucapan Reza.


"Bentar deh..bentar... Coba elu jelasin ke kita apa sebenarnya yang terjadi?" tanya juna dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Sekitar dua bulan yang lalu nyokap dan bokap menjodohkan gue dengan anak sahabatnya, awalnya gue nolak, gue gak pulang ke rumah 2 hari, eh pas gue pulang nyokap ternyata masuk rumah sakit." jelas Reza sambil menuangkan minuman nya di gelas yang ada di atas meja.


"Gue gak tega liat nyokap sakit gara-gara mikirin gue, jadi akhirnya ya gue terima." jawab Reza sambil menguyah kacang yang telah di kupas.


"Emang bini lu mau za?" tanya gilang.


"Dia juga terpaksa menerima perjodohan ini, karena takut sama papa nya..." jawab Reza dengan melipat kedua tangannya di belakang kepalanya.


"Terus Mirna gimana?" tanya juna dengan mengerutkan dahi nya.


"Ini yang bikin gue pusing, Mirna gak tahu kalau gue udah nikah, dia kan bolak balik jakarta-bali.


Istri gue juga gak tahu kalau gue masih punya pacar di belakang dia..." jelas Reza masih dengan posisi yang sama dari tadi.


"Wah... parah luh za... awas ketahuan sama bini lu bro..." ucap gilang dengan melipat kedua tangannya di dada.


"Sudah ketahuan kemarin gue mesra-mesra an sama si Mirna waktu makan siang..." jawab Reza dengan tatapan memelas.


"trus bini lu diam aja?" tanya Juna.


"Dia nyiram Mirna pakek minuman nya, tapi pura-pura sengaja tersandung, dan dia pura-pura gk kenal sama gue." jelas reza.


"elu gak bisa za untuk memiliki keduanya, elu harus pilih salah satu dari mereka, elu jangan serakah..." ucap Juna menasehati Reza.


Reza menghela nafasnya yang berat. Dia menyadari bahwa saat ini dirinya memang terlalu serakah jika mempertahankan kedua wanita nya.


"Gue juga bingung harus bagaimana??" ucap Reza sambil mendongakkan kepalanya memandang langit-langit kantornya.


🔥🔥🔥🔥


❤️