Wheel Of Love

Wheel Of Love
Resepsi pernikahan



Dua minggu kemudian...


Hari ini adalah hari dimana Resepsi pernikahan Reza dan Viona di selenggarakan. Semua sudah tertata rapi di Ballroom hotel milik papa Surya. Tempat untuk akad nikah ulang sudah di Hias dengan begitu indahnya.


Sejak tadi malam Viona dan Reza menginap di salah satu kamar yang ada di hotel ini. Pagi ini mereka berdua sedang sarapan setelah petugas hotel mengantarkan sarapan di kamar mereka.


"Udah dong mas jangan cemberut gitu mukanya..." ucap Viona yang sejak tadi menahan tawanya. Reza sejak tadi malam terlihat kesal dengannya.


"Kenapa sih tamu bulanan mu itu datang di saat yang tidak tepat!!" ucap Reza setelah menelan makanan nya.


Tiga hari yang lalu Reza di beri tahu Viona bahwa saat itu ia sedang menstruasi, Viona tidak ingin Reza mengetahuinya saat malam pertama mereka, pasti Reza akan kecewa karena harus menahan hasrat yang sudah menggebu. Jadi Viona memutuskan untuk memberitahu Reza tentang tamu bulanan nya yang sudah datang pada hari itu juga.


"Sabar dong sayang!!kan datang nya baru tiga hari yang lalu." ucap Viona sambil mengusap lengan suaminya.


"Iya tapi belum selesai kan hari ini!!padahal aku sudah membayangkan unboxing sejak lama huhh!!" gerutu Reza setelah meletakkan piring kosong di atas meja.


"Sabar sabar!!kita masih punya banyak waktu mas untuk unboxing." Viona terkekeh melihat wajah suaminya yang di tekuk.


"Kurang berapa hari lagi?" tanya Reza tanpa menatap Viona.


"Kurang 7hari lagi." Viona sengaja membohongi suaminya.


"Apa???jadi kamu menstruasi selama 10 hari setiap bulannya??" Reza terperangah mendengar ucapan Viona.


"Jadi aku harus nahan selama 10 hari setiap bulannya??" lanjut Reza.


Belum sempat Viona menjawab terdengar suara ketukan pintu dari luar. Viona beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu dan ternyata yang datang adalah tim MUA yang akan membuatnya terlihat lebih cantik hari ini.


>>Skip cerita tentang bagaimana make up viona<<


Hampir dua jam Viona sudah Siap dengan kebaya putihnya, ia benar-benar memakai hijab hari ini. Senyum indah terbit dari bibir Reza ketika melihat Viona yang sudah siap saat ini.


Sungguh hati nya saat ini berdebar tak karuan ketika berjalan menuju tempat dimana ia melangsungkan akad nikah, dengan menggandeng tangan Viona Reza berjalan melewati koridor hotel.


Mereka berdua duduk bersanding di depan pak penghulu dan pak Surya. Semua anggota keluarga menyaksikan lagi akad Nikah yang di gelar di hotel milik pak Surya.


"Mas Reza apa sudah siap mengucapkan ijab kabulnya?" tanya pak penghulu.


"Siap pak." ucap Reza dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Sungguh rasanya tidak sebanding dengan akad nikah yang di lakukannya beberapa bulan yang lalu.


Dengan fasih Reza mengucapkan ijab kabulnya cukup satu kali saja tanpa kesalahan di dalamnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Viona maharani binti Surya handoko dengan mas kawin tersebut TUNAI"


"Bagaimana para Saksi apakah pernikahan antara kedua mempelai ini sah??" tanya pak penghulu yang kemudian dijawab oleh seluruh orang yang hadir dengan suara yang menggema di Ballroom hotel.


"SAAAAAAAAHHHHHH!!!"


Viona menitikkan air mata kebahagiaannya, ia menatap Reza dengan penuh cinta. Reza mengulurkan tangan nya dan di raih oleh Viona.


Reza mengecup kening Viona dengan perasaan yang tidak bisa di gambarkan, ia terlalu bahagia karena benar-benar sudah sah menjadi suami Viona.


"Ehemmm...ehemmm...ehemmm..." Suara deheman dari orang-orang yang hadir di situ ketika melihat Reza yang tak kunjung melepaskan bibirnya dari kening Viona.


"Bro...nanti lanjutin lagi di kamar bro...belum juga di doain sama pak penghulu." kelakar Gilang yang ikut hadir menjadi saksi ijab kabul Reza.


Viona dan Reza hanya tersenyum menahan malu, mereka berdua tak sadar dengan apa yang dilakukan, kedua nya terlarut dalam suasana yang tercipta di antara mereka.


Pak penghulu membacakan doa untuk kedua mempelai pengantin ini. Suasana menjadi hening. Mereka semua menengadahkan tangannya dengan bibir yang berucap kata amin...amin..amin.



Viona dan Reza sudah mengganti kebaya putihnya dengan gaun berwarna Gold yang terlihat sangat anggun di pakai oleh Viona.


Rangkaian acara telah di lakukan satu persatu, kini tibalah jam dimana tamu undangan di perbolehkan memasuki ballroom hotel yang sudah di dekorasi se indah mungkin.


Tamu undangan mulai naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada Viona dan Reza. terlihat Mirna hadir dalam resepsi pernikahan mereka. Reza sengaja mengundang Mirna agar wanita itu tidak mengganggu nya lagi. Wajah Mirna terlihat masam ketika menjabat tangan Viona dan Reza. ia sebenarnya tidak Rela melihat pabrik uangnya menikahi wanita lain namun ia begitu takut dengan sosok wanita yang ada di sebelah Reza yang tak lain adalah mama Salma.


Sementara itu di meja pojok terlihat seorang wanita tengah menatap Viona dengan tatapan tidak sukanya. ia membenci wanita yang sudah merebut pria idamannya itu.


"Yola, Kamu tidak naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada pak Reza?" Tanya Adit yang ada di belakang Yola.


"Ah iya pak Adit, sebentar lagi saya pasti kesana." jawab Yola dengan ragu.


"Apa kamu tidak punya keberanian untuk menghadap bu Viona?" Adit menatap sinis Yola, ia tahu kalau Yola saat ini tidak senang dengan pernikahan bos nya itu.


"Tidak pak Adit!!Saya sangat bahagia melihat pak Reza akhirnya menikah dengan wanita yang di cintai nya." ucap Yola yang sedang berbohong. Adit melengos mendengar apa yang di ucapkan oleh rekan kerjanya itu. Tanpa berkata apapun Adit berjalan menuju pelaminan dan meninggalkan Yola yang masih enggan beranjak dari tempat duduknya.


Bunda Wina dan pak Salim hadir di resepsi pernikahan Viona. Mereka berdua naik ke pelaminan untuk menemui Viona dan keluarganya.


"Bunda..." ucap Viona sambil memeluk bunda Wina ketika sudah sampai di hadapan Viona.


"Kamu cantik sekali nak..." puji bunda Wina dengan mata yang sudah berembun. Melihat Viona diatas pelaminan Membuat bunda Wina teringat Husein yang sudah tenang di alam nya.


"Terima kasih bund.." Viona mengembangkan senyum nya.


"Selamat ya nak akhirnya kamu menemukan sosok pengganti Husein, nak Reza pasti sangat mencintaimu." ucap Bunda Wina sambil memandang Reza yang ada di samping Viona.


"Terima kasih ya bunda sudah mau hadir di resepsi Viona." ucap Viona dengan tatapan sendunya.


"Bund ayo bund, di belakang banyak yang antri." ucap pak Salim yang ada di belakang bunda Wina.


Setelah menyalami orangtua Viona dan Reza, mereka berdua turun dari atas pelaminan.


Banyaknya tamu yang hadir membuat suasana menjadi ramai, mereka satu persatu naik pelaminan untuk mengucapkan selamat atas pernikahan Reza dan Viona.


💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠💠



Nih aku kasih bonus foto Viona yang lagi pamer buku nikah.


😄


😄


😄


😄


Ada yang mau hadir gak di pernikahan Viona?Othor nebeng dong!!😄😄😄


_


_


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥