Wheel Of Love

Wheel Of Love
Persiapan...



Hari ini semua di sibukkan dengan persiapan tunangan besok pagi yang akan di selenggarakan di rumah pak Surya.nRuang tamu yang luas sudah di tata dengan dekorasi yang sangat indah, tempat Ijab qabul juga sudah di siapkan disana.


Viona sendiri masih tidur di kamar menikmati hari liburnya, dia enggan untuk membuka mata walaupun sinar mentari sudah menerebos masuk melalui jendela kamar nya.


Berkali kali bu Yuni mengetuk pintu Viona tapi tak di buka kan juga oleh Viona, akhirnya bu Yuni mencari kunci cadangan. Bu Yuni menghela nafas nya, melihat anak gadis kesayangannya masih begitu pulas menikmati mimpinya.


Bu Yuni membuka tirai yang ada di samping ranjang Viona kemudian membuka selimut yang menutupi tubuh Viona.


"Viona cepat bangun!!!" seru bu Yuni sambil menggerakkan lengan Viona.


" ini masih terlalu pagi ma, 15 menit lagi ya ma" jawab Viona dengan mata yang masih terpejam.


"Apa kata kamu Vio?pagi?lihat matahari sudah naik tinggi kamu bilang masih pagi?" bu Yuni mengomel.


"vio.... cepat bangun,kenapa susah sekali sih buat bangun." lanjut bu Yuni sambil menepuk pipi Viona.


" iya ma vio bangun, ada apa sih ma?" jawab Viona sambil mengerjapkan matanya.


"cepat kamu bersihin kamar kamu, setelah ini kamar kamu akan di hias seperti kamar pengantin pada umumnya." kata bu Yuni sambil melangkahkan kaki nya keluar dari kamar Viona.


"Dih... heboh bener kayak pengantin beneran aja, padahal belum tentu besok di pakai malam pertama... aish ogah banget" gerutu Viona sambil masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Viona sengaja berlama lama melakukan ritualnya, berendam di atas bathup dengan menghirup aromaterapy yang ada di pinggiran bathup. Tubuh Viona benar- benar merasakan kesegaran dari ritualnya ini.


Sambil duduk Viona menatap dirinya di kaca Riasnya. Menatap dirinya sendiri sambil tersenyum miring "oke fiks... kamu masuk kategori gadis yang malang di sepanjang tahun ini" gumam Viona dalam hati.


Viona di kagetkan dengan ketukan pintu yang ternyata dari pihak dekorasi.Ternyata kamarnya benar benar di hias seperti kamar pengantin sungguhan. Viona kemudian keluar menuju dapur untuk makan siang, dia melewatkan sarapan tadi pagi. Rumahnya begitu ramai dengan kedatangan saudara-saudara bu Yuni yang dari surabaya.


Reza sedang menemani mama nya mencari perlengkapan seserahan yang masih belum lengkap, bu Salma lupa membelikan Viona perlengkapan mandi dan daleman.


Memasuki sebuah toko yang khusus menjual Underware membuat bu Salma bingung mencari size yang pas untuk Viona. bu Salma tidak tahu berapa ukuran bra ataupun Celana dalam Viona.


"Za... tolong kamu telfon Viona sekarang". perintah bu Salma.


"emang ada apa ma?" tanya Reza tanpa menatap mamanya.


"tanyakan berapa size bra dan cd nya" ucap bu Salma sambil memilih Bra yang ada di tangan nya.


"nggak mau ma, aku malu kali ma tanya begitu sama Viona" jawab Reza.


"kenapa harus malu, bukannya setelah ini kalian akan tau satu sama lain" ucap bu Salma sambil masih memilih Bra.


"nih mama terlfon sendiri, Reza gak mau ma" Reza memberikan ponsel nya pada bu Salma.


Setelah Beberapa kali panggilan, Viona tak kunjung mengangkat telfonnya, bu Salma bingung mau pilih yang mana. Reza menunggu mama nya sambil duduk di kursi yang di sediakan.


Lama sekali bu Salma memilih barang yang cocok untuk menantunya namun tak kunjung dapat.


Reza yang sudah lama menunggu akhirnya memilihkan satu set daleman berwarna merah nyala dan segera membayar ke kasir.


"wanita memang ribet,tinggal pilih saja bingung,kalau gk muat nanti bisa beli lagi kan beres huuh" gerutunya dalam hati.


jangan lupa vote.like dan komennya ya kakk😉