Wheel Of Love

Wheel Of Love
Extra part 5. Dika di sidang



Genap satu tahun usia Sellin saat ini, setelah kemarin lusa merayakan ulangtahun pertamanya kini Sellin di ajak kedua orangtua nya untuk menghadiri pesta pernikahan Farhan dengan kekasih pramugari nya. Mereka datang memakai baju senada berwarna abu-abu.


Reza datang sedikit terlambat karena tadi ia harus membujuk Sellin yang terus menangis karena mainannya rusak di injak oleh Reza.


"Sel, tuh lihat ada dedek Chika dan dedek Arka." Ucap Reza kepada Sellin yang ada di gendongan nya. Chika adalah putri pertama Reva dan Juna sedangkan Arka adalah putra pertama Mela dan Gilang.


Viona dan Reza berjalan menuju tempat kedua sahabatnya. Mereka saling menyapa dan menjabat tangan satu persatu sahabatnya yang semua membawa anaknya.


Cukup lama mereka ngobrol sembari menikmati makanan yang mereka ambil dari tempat hidangan di sajikan. Suasana dalam ballroom hotel mendadak menjadi ramai karena Farhan dan istrinya naik ke atas panggung untuk berduet menyanyikan lagu romantis kesukaan mereka.


Semua mata tertuju pada dua insan yang baru saja menyandang status suami istri itu. Farhan dan istrinya menyanyikan lagu kamulah takdirku dengan penuh penghayatan dan rasa cinta yang membuncah di antara keduanya.


"Mi... Mi... Mi... na... na... na..." ucap Sellin sambil menunjuk ke arah panggung.


"No No No!!! Kita mam mam dulu ya Sel..." Ucap Viona sambil menatap Sellin yang ada dalam pangkuan nya.


"Pi... pi... Cel Na... na... na..." Ucap Sellin sambil beralih menatap Sang Papi. Reza mengangkat tubuh Sellin untuk di pangku nya.


"Sellin minta apa sih Vi?" tanya Reva yang bingung dengan bahasa yang di ucapkan oleh Sellin.


"Oh Sellin minta ke depan panggung sana loh Re, Na itu artinya kesana kalau Cel itu cara dia menyebut nama nya sendiri." Viona menjelaskan maksud ucapan Sellin kepada Reva.


"Wah bahasa anak balita lucu juga ya Vi." Sahut Mela.


"Iya Mel, kadang gue juga gak ngerti bahasa nya Sellin. Pernah dia sampai nangis hanya karena minta roti tapi aku yang gak ngerti maksudnya." Ucap Viona yang terkekeh ketika mengingat kejadian saat itu.


"Emang dia gimana kalau nyebut kata Roti?" Tanya Mela dengan penasaran.


"Lolo.." jawab Viona singkat. Semua yang mendengar langsung tertawa karena bahasa Sellin yang benar-benar jauh dari kata aslinya.


"Bayangin aja dia nangis sambil bilang Cel lolo... Cel lolo... Cel lolo...!! Duh puyeng gue, semua barang yang ada di ruang keluarga gue tunjuk satu persatu tapi gak ada yang bener." Ucap Viona sambil menatap Sellin yang duduk anteng di pangkuan Reza sambil memegang biskuit yang di bawakan oleh Viona dari rumah.


"Terus Vi terus gimana akhirnya?" Tanya Reva dengan antusias.


"Akhirnya dia memaksa turun dari gendong gue, dan minta berjalan menuju meja yang ada beberapa makanan termasuk roti yang dia maksud." Ucap Viona dengan senyum yang mengembang di wajahnya karena teringat Sellin yang semakin lucu saja.


"Pi... pi... pi.... Cel na... na... na...." ucap Sellin lagi setelah menghabiskan satu biskuit di tangan nya. Ia merengek di pangkuan Reza sambil terus menunjuk panggung yang ada di dekat pelaminan.


"Ya sudah ayo kita kesana, sekalian menemui Farhan terus setelah itu kita pulang saja." Ucap Juna sambil berdiri dari tempat nya.


"Oke Sel, kita kesana sekarang ya, Sellin gak boleh nangis, oke??" Ucap Reza kepada putri nya yang sudah menekuk wajahnya yang chuby itu.


Semua beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan ke pelaminan untuk menemui Farhan yang sudah duduk kembali ke tempat nya. Satu persatu dari mereka bergantian naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada Farhan. Kini giliran Viona dan Reza yang naik ke atas pelaminan.


"Bro, selamat bro akhirnya nikah juga..." Ucap Reza sembari menjabat tangan Farhan.


"Jangan lupa buka kado dari gue, cocok banget buat elu bro..." lanjut Reza.


"Ini mencurigakan!! pasti ada yang gak beres ini!!" Ucap Farhan sambil menebak apa yang di berikan Reza kepada nya.


Reza hanya terkekeh melihat ekspresi Farhan yang terlihat penasaran. Tak lupa Viona juga mengucapkan selamat kepada kedua mempelai yang terlihat bahagia ini.


Setelah turun dari pelaminan Reza langsung mengajak Viona untuk keluar dari tempat Resepsi pernikahan Farhan karena ia harus berkunjung ke rumah Pak Surya.


Beberapa puluh menit setelah menempuh perjalanan yang sedikit jauh, akhirnya mobil Reza sampai di halaman luas milik Pak Surya. Mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah pak Surya.


"Assalamualaikum..." Ucap Viona dan Reza.


"Waalaikumsalam..." jawab semua orang yang terdengar dari ruang keluarga.


"Ayo masuk Nak." Bu Yuni menyambut kedatangan anaknya.


"Kak Dika kemana ma?" Tanya Viona setelah menyadari Dika tidak ada di rumah.


"Dika keluar dari pagi tadi Vi." jawab Bu Yuni sembari mengambil Sellin yang terlelap dari pangkuan Viona.


Keluarga Pak Surya berkumpul di ruang tengah sambil menikmati kue bikinan Bu Yuni yang tertata rapi di meja. Mereka semua ngobrol dalam suasana rumah yang menyenangkan. Beberapa saat kemudian mereka semua diam karena mendengar seseorang sedang berlari masuk dari ruang tamu yang tak lain adalah Dika.


Semua orang yang duduk di ruang keluarga memandang Dika dengan ekspresi wajah penasaran dengan apa yang terjadi pada Dika. Semua menunggu Dika yang masih mengatur nafasnya setelah duduk di samping Bu Yuni.


"Ma gawat Ma!!" Ucap Dika dengan nafas yang masih tersengal.


"Apanya yang gawat?" Bu Yuni menatap Dika dengan penuh tanda tanya.


"Ada apa Dik?? Apa yang terjadi?" Tanya Pak Surya yang terlihat khawatir.


"Besok Dika di suruh menikah dengan anak gadisnya seorang Habib Ma..." Ucap Dika yang berhasil membuat semua orang terkejut mendengarnya.


"APAAA?? menikah??" Bu Yuni tersentak karena mendengar ucapan Dika. Hal itu berhasil membangunkan Sellin yang ada di pangkuan Bu Yuni. Sellin menangis karena terkejut mendengar suara keras Bu Yuni.


Viona mengambil Sellin dari pangkuan Bu Yuni. Ia membuka kancing baju nya dan mengarahkan puncak dada nya ke mulut Sellin agar tertidur lagi.


"Apa kamu menghamili gadis itu Dik?" Tanya Pak Surya tanpa basa basi.


"Enggak Pa, Dika belum ngapa-ngapain dia!!" Dika menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa bisa begitu Dika???" Bu Yuni mulai emosi melihat putranya itu.


"Tadi Dika jemput dia di kampusnya Ma, kan tadi ada acara di sana. Terus Dika ngajak dia makan kan ke restoran, nah disana ketemu Abi dan Umi nya Ma." Dika menjelaskan apa yang terjadi beberapa jam yang lalu.


"terus?" Bu Yuni masih penasaran dengan penjelasan Dika.


"Terus kami di suruh pulang ke rumah saat itu juga, nah di rumahnya Dika di sidang tuh sama orangtuanya. Ktp Dika di tahan di sana ma, Dika di suruh nikahin dia besok ma..." Ucap Dika dengan wajah yang terlihat lecek karena sejak tadi terus di usap dengan kedua telapak tangannya.


"Tunggu... Tunggu... Apa orangtuanya tidak tahu kalau putri nya pacaran dengan kamu?" Tanya Pak Surya sambil menatap Dika.


"Ya enggak tahu lah Pa... aku sama dia pacaran nya sembunyi-sembunyi, dia kan dilarang keras berpacaran sama orangtua nya." Ucap Dika dengan entengnya yang berhasil membuat Bu Yuni terlihat marah terhadap kelakuan Dika. Beliau memukul lengan dika berkali-kali karena kesal dengan putra keduanya itu.


"Aduh ma, sakit ma... Ampun ma!!!" Ucap Dika yang kesakitan karena ulah tangan Bu Yuni.


"Dika Cinta Ma sama Dia, jadi Dika pacaran nya backstreat sama kayak Viona dulu ma..." Ucap Dika yang tanpa sadar membocorkan rahasia adiknya.


"Eits kenapa namaku di bawa-bawa?? Kak Dika jangan ngaco ya!!" Ucap Viona sambil melebarkan matanya ke arah Dika.


"Awas kamu kak!!! lihat saja nanti pasti hajar kau!!" Gerutu Viona dalam hati sambil melirik Reza yang terlihat duduk santai sambil menatap Dika yang masih menjelaskan kejadian yang menimpanya.


_


_


_


Ada yang pernah kayak Dika gak nih??😂😂😂


_


_


🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥