
Setelah kemarin mendengar kabar bahwa Viona sudah melahirkan, Bu Salma segera kembali ke jakarta untuk melihat cucu pertama nya. Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Khanza terus memanyunkan bibirnya karena ia kesal tidak jadi jalan-jalan mengelilingi kota Surabaya. Dulu rencana nya setelah olimpiade selesai Mereka berdua akan menghabiskan waktu untuk liburan di Surabaya.
"Khanza, kalau kamu terus manyun seperti itu bibirmu tidak akan bisa kembali loh!! kamu mau tidak cantik lagi karena bibir kamu terlihat monyong??" ucap Bu Salma karena sudah tidak tahan melihat putri nya hanya diam dan manyun.
"Biarin!!" Jawab Khanza singkat seraya menatap keluar jendela mobil. Saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat Viona melahirkan. Setelah sampai di bandara Soetta Bu Salma langsung di jemput oleh supir pribadi nya untuk menuju rumah sakit tanpa pulang terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian mobil Bu Salma sampai di rumah sakit Permata Bunda. Beliau langsung turun dan berjalan dengan cepat karena sudah tidak sabar ingin melihat langsung cucu pertamanya itu. Khanza berjalan di belakang sang mama sambil menatap ponsel yang ada di genggaman nya.
Setelah mengetuk pintu Bu Salma bersama Khanza langsung masuk ke ruangan Viona. Ternyata di dalam sedang ada teman-teman Reza yang menjenguk cucu nya.
"Assalamualaikum..." Ucap Bu Salma.
"Waalaikumsalam..." Jawab semua orang yang ada di dalam. Ada Juna, Reva, Mela, Gilang dan juga Farhan di dalam.
"Mama!!" Seru Viona dan Reza bebarengan.
"Kok sudah pulang Ma??" Tanya Reza.
"Iya mama sudah tidak sabar ingin melihat cucu Mama." Jawab Bu Salma yang sedang berjalan menuju tempat Viona.
"Duh cucu oma cantik sekali Sih!! Wah aunty Khanza kalah cantik nih!!" Kelakar Bu Salma sambil melirik Khanza yang duduk di sofa. Semua yang ada di dalam ruangan tergelak ketika mendengar Bu Salma yang berkelakar.
Bu Salma mengambil cucu nya dari pangkuan Viona, Beliau menggendong Sellin untuk di bawa ke dekat Khanza.
"Wahhh lucu banget sih keponakan aunty!!" Wajah Khanza menjadi berbinar ketika melihat Sellin dari dekat, tidak ada bibir manyun dan muka yang di tekuk lagi. Ia menoel pipi gembul sang keponakan yang sedang tidur.
Khanza dan Bu Salma asyik memandang Sellin yang sedang tertidur pulas. Bu Salma terlihat bahagia karena melihat cucu nya telah lahir dengan selamat dan tanpa kurang apapun.
"Kami pamit pulang dulu ya Za..." Ucap Juna sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Loh kenapa buru-buru sih?" Tanya Viona.
"Kita udah lama kalee disini, lagian Perut aku juga udah mulai gak enak rasanya Vi..." jawab Reva yang sedang mengusap perutnya yang sudah terlihat membuncit.
"Kita balik dulu ya Vi, gak papa kan?" Tanya Mela.
"Kenapa Lu balik sekarang?? Lagi Nyidam pengen makan lu Mel??" Tanya Viona kepada Mela yang sedang hamil muda. Ia meledek Mela yang banyak sekali nyidam nya sampai Gilang kuwalahan di buatnya.
"Dia pengen liat kuda nil katanya Vi!!" Seloroh Gilang yang berhasil membuat semua orang tertawa.
"Ya sudah kita balik dulu Bro!!" Ucap Farhan yang sejak tadi hanya terkekeh sambil menatap teman-teman nya.
"Oke oke, Makasih ya atas kunjungan kalian!!" ucap Reza yang sedang menjabat satu persatu tangan teman-teman nya.
Setelah kepergian Teman-teman anaknya, Bu Salma berdiri dari tempat duduk nya karena Sellin mulai menangis akibat ulah Khanza yang mengganggu tidurnya. Suara tangisan Sellin menggema di dalam ruangan.
"Duh!! kenceng banget nangisnya anak Mami..." ucap Viona sambil membuka kancing baju nya. Ia mengarahkan puncak dadanya ke bibir mungil Sellin dan setelah itu suara tangisan Sellin berhenti.
"Suara nya kenceng banget ya Nak kayak Aunty Khanza!!" Seloroh Reza sambil menatap putrinya.
"Enak aja!!! kayak kakak lah pasti itu!! kakak kan bapaknya masak iya dia kayak aku!!" Sergah Khanza yang duduk di sofa.
Viona memandang Sellin yang sedang terlelap dalam pangkuan nya setelah menikmati Asi yang di berikan oleh Viona. Ia tak menyangka akan menjadi seorang ibu di usia yang masih terbilang muda.
"Tunggu... tunggu!! Mama dari tadi kok belum tau ya siapa nama anak kamu Za?" Tanya Bu Salma tiba-tiba setelah ingat kalau beliau belum tahu nama cucu nya.
"Nama nya Shailine Zia ma, mama bisa memanggil nya Sellin." Jawab Reza yang sedang duduk di dekat Viona.
"Nama yang bagus!! Mama suka!!" Ucap Bu Salma sambil menyunggingkan bibirnya.
Tidak lama setelah itu Bu Yuni, Pak Surya beserta kedua kakak Viona datang untuk berkumpul bersama di dalam ruangan VVIP yang luas.
"Loh Jeng kapan pulangnya? katanya masih di Surabaya?" Tanya Bu Yuni ketika melihat ada Bu Salma di dalam kamar Viona.
"Baru saja saya sampai Jeng, disana gak bisa tenang kepikiran cucu terus." Ucap Bu Salma.
"Papa nya Reza kemana?" Tanya Pak Surya ketika tidak melihat besan nya ada di sana.
"Masih di perjalanan pulang dari kantor, mungkin sebentar lagi akan sampai." Jawab Bu Salma. Tidak lama setelah itu terdengar suara ketukan dari luar ruangan dan masuk lah Pak Danu yang masih memakai pakaian kerja nya.
"Assalamualaikum..." Ucap Pak Danu..
"Waalaikumsalam..." Jawab semua orang yang ada di ruangan.
"Wah ramai sekali disini!!" ucap Pak Danu yang kemudian duduk di samping Pak Surya.
Bu Yuni mengambil Sellin dari pangkuan Viona, Beliau membawa Sellin untuk duduk di dekat Bu Salma.
"Wah Hidungnya mirip aku ya ma!!" Celetuk Dika
"Bibirnya juga Mirip aku Dik!!" ucap Riki sambil menatap keponakan nya.
"Mana bisa begitu!!! aku yang punya bibit kenapa sellin harus mirip kalian!!" Sahut Reza yang tak terima karena putri nya di bilang mirip dengan Dika dan juga Riki. Semua tergelak ketika menatap wajah Reza yang terlihat kesal dengan kedua kakak iparnya.
Kebahagiaan tengah menyelimuti Keluarga besar Pak Danu dan Pak Surya. Kehadiran Sellin di tengah-tengah kedua keluarga ini berhasil membuat semua fokus memperhatikan bayi yang tengah mengeliatkan tubuhnya di atas pangkuan sang Nenek.
"Terima kasih Sayang sudah menemani aku berlayar di rumah tangga yang membahagiakan ini. Kamu selalu ada di sampingku walau banyak hal yang menyakitkan datang menusuk hatimu. Sekali lagi terima kasih sudah menemaniku selama satu tahun ini." Ucap Reza dengan lirih di samping Viona.
"Aku berterima kasih pada Tuhan yang membuat skenario hidup yang indah ini Mas!! walau di awal harus banyak air mata yang menetes namum seiring berjalan nya waktu hanya kebahagiaan yang akau rasakan bersamamu. Semoga cinta kita tidak akan pernah pudar walau Roda Cinta mengantar kita untuk berada di posisi bawah lagi." Jawab Viona dengan senyum yang mengembang di wajahnya. tidak ada yang mendengar pembicaraan pasangan suami istri ini karena semua sibuk dengan Sellin yang terlihat menggemaskan.
"Roda Cinta?? Sepertinya aku pernah mendengar dua kata itu sayang??" ucap Reza sambil menatap Viona penasaran.
"Roda cinta itu Wheel Of Love mas, Novel karya Tie_ tik yang biasa aku baca di aplikasi Noveltoon. Kisahnya sama seperti perjalanan cinta kita mas!!" Ucap Viona dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Setelah melewati lika liku perjalanan cinta dalam membina rumah tangga, Akhirnya Viona dan Reza menemukan kebahagiaan nya. Cinta mereka semakin bertambah kuat dengan hadirnya Sellin Sang buah hati yang di nantikan nya selama ini.
...βTAMATβ...
_
_
Jangan di Un Fav dulu ya kak, akan ada Extra part setelah iniπππ
Yang pengen kenalan dengan dedek Sellin boleh dong Follow akun Instagram nyaπ
Dan jangan lupa Follow instagram othor juga kak @Tie_tik ππ
_
_
_
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯