
"Pak Andre yang melakukan ini mas!!!" ucap Viona dengan ketakutan.
"APAAA???" Reza terkejut mendengar ucapan Viona.
"Kurang Ajar!!! bagian mana lagi yang di sakiti pria itu Vi?" ucap Reza dengan nada tingginya.
"Tidak ada mas, hanya tanganku yang di cengkram pak Andre, aku takut mas Reza!" ucap Viona dengan tersedu. Reza yang melihat istrinya menangis ketakutan langsung saja mendekat dan memeluk Viona, ia mengusap punggung Viona dengan lembut.
"Tenang lah, tidak akan terjadi apa-apa denganmu." Reza menenangkan Viona.
"Sekarang ceritakan bagaimana kejadiannya." Reza mengurai pelukan Viona dan memandang wajah Viona dengan serius.
"Jangan takut, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi." ucap Reza dengan nada yang lembut untuk meyakinkan Viona.
Amarah Reza semakin naik ke ubun-ubun tak kala mendengar Viona menceritakan secara detail kejadian yang di alami nya tadi pagi. Reza sangat murka membayangkan pak Andre menyakiti istrinya.
"Sekarang ayo ikut aku menemui orang itu." ucap Reza ketika selesai mendengarkan cerita Viona.
"Untuk apa mas?aku tidak mau lagi ketemu sama dia mas!!" ucap Viona.
"Jangan takut, ikut lah denganku, aku akan menghukumnya di depanmu." sungut Reza
"Jangan mas, jangan kotori tanganmu dengan menyakiti orang lain." Viona menggenggam erat tangan Suaminya.
"Kalau begitu kamu tunggu disini, aku akan pergi sendiri." Reza langsung saja berdiri dan berjalan keluar meninggalkan ruangannya. Mau tidak mau Viona mengikuti langkah suaminya yang sangat cepat itu.
"Mas..."
"Mas Reza...mas jangan kesana mas."
"Mas Reza dengerin aku dulu mas.."
"Mas!!!" teriak Viona di belakang Reza, sedangkan yang di panggil seakan menutup telinganya hingga tak menghiraukan teriakan Viona. Semua orang yang melihat kilatan amarah terpancar di wajah bos nya memilih untuk pura-pura tidak melihat adegan itu tapi dalam hati mereka semua pasti ingin tahu dengan apa yang sedang terjadi.
Reza masuk mobilnya dan di ikuti oleh Viona, ia melajukan mobilnya dengan cepat agar segera sampai di kampus Viona. Selama di dalam mobil Viona terus saja membujuk Reza agar mengurungkan niatnya untuk menemui pak Andre. Viona takut Reza akan berbuat yang tidak-tidak karena Dirinya saat ini di penuhi dengan amarah yang menggebu.
Sesampainya di kampus Reza bertanya kepada satpam yang ada di depan gerbang dimana letak ruangan pak Andre, tapi sayangnya kata pak satpam pak Andre sudah pergi dari kampus sekitar 30 menit yang lalu. Tak kehabisan akal, Reza pun bertanya kepada pak satpam dimana alamat pak Andre, dan tanpa curiga satpam itu memberikan alamat rumah pak Andre.
"Udah ya mas kita pulang aja ya mas, pak Andre sudah pulang kan dari kampus." Rengek Viona ketika Reza sedang memasang seat belt nya.
"Kita akan ke rumahnya, kalau kamu tidak mau bertemu dengan dia kamu tunggu di mobil aja ya, biarkan aku yang mengurus semua ini sendiri." ucap Reza tanpa melihat Viona.
"Mas aku mohon, jangan merusak citra mu hanya karena ini." Viona memohon kepada Reza.
"Aku akan memberikan pelajaran kepada siapapun yang berani mengganggu istriku, apalagi sampai berani menyakitimu seperti ini." Ujar Reza yang semakin menginjak gas nya agar lebih cepat sampai di alamat rumah pak Andre.
Mobil yang di tumpangi Reza saat ini sudah berhenti di depan halaman rumah yang cukup besar, Reza turun dari mobilnya dan melangkahkan kakinya untuk sampai di teras rumah milik pak Andre, sementara itu Viona di dalam mobil bingung harus bagaimana, ia takut suaminya akan berbuat yang tidak benar, maka Viona nekat untuk turun menyusul suaminya yang masih berdiri di depan pintu pak Andre.
"Kalau kamu takut jangan ikut masuk." ucap Reza sambil mengguyar rambutnya ke belakang.
"Aku ikut mas, mas Reza jangan mengikuti emosi yang menggebu ini ya, kita selesaikan baik-baik ya mas dengan kepala dingin." ucap Viona sambil menggenggam tangan Reza.
"Tergantung." Reza menjawab singkat ucapan Viona. Setelah beberapa kali menekan Bel rumah akhirnya pintu terbuka, terlihat seorang wanita paru baya membuka kan pintu untuk Reza dan Viona.
"Maaf bapak mencari siapa ya?" tanya wanita yang ada di balik pintu.
"Saya mencari pak Andre, apa ada?" ucap Reza.
Reza dan Viona masuk kedalam rumah milik pak Andre, mereka berdua duduk di ruang tamu sambil menunggu pak Andre datang, ke lima jari mereka saking bertautan satu sama lain, Reza tidak melepaskan tangan Viona walau hanya sebentar saja.
Dari kejauhan Reza melihat sosok laki-laki yang berjalan menghampiri nya di ruang tamu, laki-laki itu tak lain adalah pak Andre, dengan santai nya ia duduk di hadapan pasangan suami istri ini.
"Maaf anda siapa?ada perlu apa datang kemari dengan Viona?" tanya pak Andre sambil menyilangkan kedua kakinya.
"Saya Suaminya Viona." Reza menatap wajah pak Andre.
"Ada perlu apa anda datang kemari?" tanya pak Andre.
"Kenapa anda menyakiti tangan istri saya?" Tanya Reza dengan menahan gejolak emosi di dadanya.
"Karena saya tidak percaya kalau Viona sudah menikah." pak Reza menjawab dengan entengnya.
"Viona memang sudah menikah, dan saya suaminya." ucap Reza dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan.
"Apa anda pikir saya akan percaya begitu saja. Semua orang di kampus juga tahu Viona belum menikah." pak Andre menyeringai
"Anda pasti orang yang di suruh Viona untuk berpura-pura menjadi suami nya kan agar saya tidak bisa mendekati nya lagi." lanjut pak Andre.
"Dia istri saya, kami sudah menikah 2 bulan yang lalu." Reza berbicara dengan suara yang sedikit naik.
"Saya tidak akan percaya dengan omong kosong ini. Sampai kapan pun saya akan memperjuangkan Viona, saya sangat mencintainya sejak dulu, saya akan memilikinya walau harus dengan sedikit paksaan." ucap Pak Andre yang sudah mulai terpancing emosinya.
"Kurang ajar!!!jangan pernah bermimpi memiliki Istri saya!!" Teriak Reza.
"ha..ha..ha.. aktingmu sungguh bagus bro!!" Ucap pak Andre sambil berdiri dan berjalan mendekati Viona. melihat pak Andre yang akan mendekati nya, Viona langsung saja berdiri dan bersembunyi dibalik tubuh tegap suaminya.
"Dia suami saya pak Andre, sudah saya katakan saya sudah menikah, saya sangat mencintai suami saya jadi tolong lupakan saja rasa cinta bapak." ucap Viona di balik tubuh suaminya.
"Saya tidak akan melepaskan kamu Viona, saya harus memilikimu apapun rintangannya akan saya hadapi!!." ucap pak Andre sambil mengulurkan tangannya untuk meraih Viona.
"BRENGSEKK!!!KURANG AJAR!!" teriak Reza sambil meraih tangan pak Andre dan memelintirnya dengan keras. Tanpa bisa di tahan lagi Reza mendorong pak Andre menjauh dari Viona, pak Reza tersungkur di depan Pintu, dengan kobaran api emosi yang menggebu Reza memukuli wajah pak Andre tanpa ampun.
Viona yang melihat suaminya membabi buta di depannya langsung berlari mendekat dan menarik tangan Reza.
"Mas sudah mas..mas Reza!!" teriak Viona sambil terus menarik tubuh Reza yang masih menggebu-gebu dan langsung memeluk tubuh suaminya itu agar lebih tenang.
Pak Andre bangkit dari lantai setelah ia beberapa kali tersungkur karena pukulan dari Reza, luka lebam banyak tercetak di wajah putihnya, Saat melihat Viona yang memeluk pria lain membuat emosi pak Andre naik seketika, ia berdiri dan langsung mengambil Vas bunga yang ada di dekat pintu, ia mengangkat dan akan memukulkan di kepala Reza, namun belum sampai Vas itu mengenai kepala Reza seseorang sudah menahan tangan Andre.
"ANDRE!!HENTIKAN!!!" teriak laki-laki paru baya yang baru saja datang.
_
_
Hay kak aku datang lagiπππjangan lupa vote,like dan komennya yaaπππ
_
_
π₯π₯π₯π₯π₯π₯