
Suasana yang awalnya ramai dan menyenangkan kini berubah menjadi sunyi dan sepi. Reza masih setia menatap langit-langit kantornya, entah apa yang dipikir kan.
"Za... dengerin apa kata hatimu..." ucap Juna tiba-tiba.
"Jadi jun menurut lu gue harus gimana?" tanya Reza sambil menatap wajah Juna. "Gue sama-sama gak mau kehilangan mereka berdua, gue cinta sama Mirna tapi Gue juga gak mau kehilangan istri gue..." lanjut reza
"Za... Cinta dan obsesi itu beda tipis, jadi pikirkan siapa cintamu dan siapa obsesi mu, setelah itu datanglah ke bali untuk menemui Mirna." ucap Juna sambil menyadarkan punggung nya di sofa. Reza hanya diam memikirkan saran dari Juna.
"Za... apa gue boleh lihat foto istri lu..?" tanya Gilang tiba-tiba. Reza hanya diam sambil mengeluarkan ponsel nya dari saku celana nya.
"ini istri gue, namanya Viona..." ucap Reza
Gilang mengamati wajah wanita yang ada di ponsel Reza, dilihat nya dengan seksama wajah manis yang tidak asing bagi nya.
"Za..kayaknya gue pernah ketemu nih cewek tapi di mana ya??" ucap Gilang sambil memegang dagunya. Seketika mata nya melotot tak kala ia teringat siapa wanita yang ada di ponsel Reza.
"Kalau tidak salah dia pacarnya sepupu gue yang kemarin meninggal..." tebak Gilang dengan menatap penuh tanya pada Reza.
"Husein?apa namanya Husein?" tanya Reza
"iya za sepupu gue nama nya Husein, kemarin juga gue lihat nih cewek ada di rumah duka dan kata nyokap husein udah putus sama nih cewek sekitar 2 bulan yang lalu." jelas Gilang panjang lebar.
"Iya gue tau, maka dari itu gue merasa bersalah banget sama Viona... dia hanya korban keserakahan gue, saat ini kondisi nya di rumah sedang tidak bagus. Terpukul karena kehilangan pria yang di cintai nya dan melihat gue kencan sama mirna." ucap Reza dengan nada yang sendu.
"za... saran gue mending elu cepat ambil keputusan deh za...jangan mempermainkan pernikahan za!" seru Juna.
Lagi-lagi Reza hanya diam mendengar saran dari Juna, memang saat ini Reza harus memikirkan dengan benar siapa yang akan di pilihnya.
"Siapa sebenarnya yang ada di hatiku saat ini, siapa cintaku dan siapa yang hanya obsesi ku?" gumam Reza dalam hati sambil memijat keningnya.
Juna, Gilang dan Farhan segera berpamitan ketika melihat Teman nya diam termenung, mereka ingin memberikan ruang untuk Reza memikirkan semua masalahnya.
Setelah kepergian ketiga sahabatnya, Reza berdiri menatap ke bawah di balik jendela kantornya, melihat lalu lalang kendaraan yang ada di jalanan. Pikiran nya menerawang jauh mengingat Viona yang tengah menangis tadi pagi.
Hati nya begitu bergetar melihat viona yang begitu menyedihkan, Penyesalan tengah menghantuinya.
"harusnya aku tidak melukai nya, dia adalah korban keserakahan ku, memang aku bodoh pernah melontarkan kata perceraian di hadapan nya... ahhhhhhh semua gara-gara rasa cinta ku pada mirna. tapi apa benar aku mencintai Mirna selama ini? atau hanya perasaan nyaman saja??" gumam Reza dalam hati.
"Aku harus segera berangkat ke bali, ini tidak boleh berlarut terlalu lama, sepintar apapun menyembunyikan bangkai, akhirnya tercium juga. gue rasa peribahasa ini cocok untuk gue saat ini.." ucap Reza sambil mengusap wajahnya kasar.
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
❤️