
Malam yang dingin tengah menemani jiwa yang terbakar, Luapan emosi yang benar-benar memuncak membuat Reza kalap menikmati satu bungkus Rokok nya hanya dalam waktu kurang lebih satu jam di ruang smoking area yang ada di hotel tempat nya menginap.
"Perempuan sialan!!!bagaimana dia bisa berhubungan dengan laki-laki lain!!" gerutu nya sambil menyesap Sebatang rokok terakhirnya.
"Cih, ternyata aku sudah tertipu!!"
"aarrrgghh!!!! bodoh...bodoh!!!" umpat Reza dengan menjambak rambutnya sendiri.
Setelah menghabiskan Rokok terakhirnya, Reza kembali ke kamarnya. Merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa mengganti sepatu dan bajunya. Tatapan nya menerawang jauh entah apa yang di pikirkan.
"Mama...terima kasih telah menyelamatkan aku dari perempuan sialan itu, maafin aku ma, aku salah besar pernah menganggap mama tidak adil padaku. Ternyata benar memang orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya" ucap Reza dalam hati sambil menatap langit-langit kamar nya.
**
Di sebuah Restoran hotel,Reza sedang menikmati sarapannya dengan Adit, menikmati makanan masing-masing tanpa suara, hanya suara sendok dan garpu yang saling bersahutan.
"Dit, apa sudah kamu lakukan apa yang suruh tadi malam?" ucap Reza setelah menyelesaikan sarapan nya.
"Sudah pak, semua Fasilitas atas nama Ibu Mirna sudah di blokir pak" ucap Adit dengan menatap ke arah Reza.
"Jangan panggil wanita itu dengan sebutan itu dit, dia bukan siapa-siapa lagi" ucap Reza dengan meremas gelas yang ada di tangan nya. Adit menyadari bahwa atasan nya saat ini benar-benar menahan emosi yang begitu membara.
"Ayo kita selesaikan masalah di kantor cabang." Reza segera beranjak dari tempat duduknya yang di susul oleh Adit.
***
Matahari sudah mulai naik menampakkan cahaya nya, menerobos masuk lewat jendela kamar gadis manis yang masih berkelana di alam mimpi nya. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 WiB, alarm yang sedari tadi berbunyi berhasil membangunkan Viona, dengan mengerjapkan matanya pelan, Viona meraih ponsel yang sedari tadi mengganggu tidurnya.
"Masih pagi loh ini, kenapa kamu berisik sekali sih!!" Viona berbicara pada ponsel nya seakan ponsel itu bisa mendengar nya bicara.
Viona masih enggan untuk bangun dari tempat tidurnya, dia berguling ke kanan dan ke kiri sambil mengirim chat ke group chat yang ada di ponselnya.
Viona : Gengs, temenin gue ke makamnya kak Husein dong😀
Reva : Ngapain neng?masih pagi juga🙄
Viona : Gue pengen kesana Re😢
Mela : baru bangun guys😆
Reva : Dih, gadis pemalas😰
Viona : jadi gak ada yang mau nganter nih?
Mela : tunggu di rumah loh gue otw 2 jam lagi😎
Reva : jemput gue dong Mela sayang, kan mobil si Vio ada di elu✌️
Viona : gue tunggu di rumah!!😘
"Bu Min, kak Dika tadi malam pulang jam berapa?" tanya Viona kepada bu Mina setelah keluar dari kamar nya dengan pakaian yang rapi dan make up tipisnya
"Sekitar pukul 11 non, setelah non Viona masuk ke kamar." jawab bu Mina yang menyiapkan sarapan untuk Viona.
Viona menikmati sarapan nya yang agak telat dengan suasana rumah yang sepi dan sunyi,
"Hueh...Sepi juga gak ada mas Reza disini." ucap nya sambil menikmati nasi goreng kesukaan nya
Dengan segera Viona menyelesaikan sarapan nya, karena baru saja Reva menelfon kalau saat ini dirinya sudah dekat dengan Rumahnya. Dan benar saja 10 menit kemudian Reva dan Mela sudah sampai di Halaman rumahnya yang luas.
Tanpa menunggu lama ketiga gadis cantik ini segera berangkat menuju tempat Husein bersemayam. Di dalam mobil Mereka bertiga bersenda gurau dengan saling mengejek satu sama lain.
"Eh Vi, Gimana kabar loe sama kak Reza?" tanya Reva tiba-tiba.
"Gue gak tau gimana Re, kemarin aku minta cerai sama dia, tapi dia minta waktu untuk memikirkan nya dulu." Viona menjawab dengan tatapan yang terlihat sedih.
"terus perasaan elu ke dia gimana?" sahut Mela.
"Gue belum bisa menyimpulkan perasaan gue ke dia, entah kadang gue bingung dengan apa yang gue rasain, melihat dia bersama wanita lain seperti waktu itu membuat gue sedih dan juga marah, tapi saat di tinggal seperti ini gue rasanya kangen banget sama dia... huuuuhhh...." Viona menghela nafasnya.
"Emang suami lu kemana Vi?" tanya Mela.
"Ke bali, katanya ada urusan pekerjaan tapi entah lah gue mikir nya kok dia liburan bareng wanita itu." ucap Viona dengan mengerucutkan bibirnya.
"Eh Mel, sejak kapan elu tahu kak Husein sakit parah?" tanya Viona tiba-tiba yang membuat Mela gelagapan.
"eh, gue gak tau lah Vi..." ucap Mela ragu.
"gak usah bohong, gue tau kali!!" Viona menatap Mela dengan tatapan yang tak biasa.
"oke...oke gue jujur" ucap Mela.
"Waktu itu gue ke rumah sakit nemenin nyokap, pas gue nungguin nyokap di loby gue lihat Kak Husein di dorong di kursi roda oleh ayahnya, karena gue penasaran akhirnya gue buntuti tuh kak Husein dan ayah nya dan ternyata mereka masuk ke ruangan Dokter spesialis kanker, gue nungguin kak Husein sampai selesai, dia terkeju melihat gue ada di depan pintu menatapnya dengan penuh tanda tanya." jelas Mela panjang lebar.
"Terus Mel, terus gimana?" Reva antusias mendengar Mela bercerita.
"ya terus dia cerita semua tentang penyakitnya, dia menyuruh gue untuk merahasiakan semua ini dari elu Vi. Dia hanya mau kamu bahagia walaupun tanpa dia." ucap Mela sambil menggenggam tangan Viona.
Viona hanya diam termanggu mendengar penjelasan Mela, dia masih tidak menyangka Husein berkorban begitu besarnya dengan tidak mementingkan Ego nya. Satu tetes air matanya lolos turun begitu saja melewati pipi mulus Viona.
Mereka bertiga akhirnya sampai di tempat pemakaman umum dimana jasad Husein berada.
"Kak Husein, aku datang kak." ucap Viona dengan menaruh bunga di pusara Husein.
**Maaf kak baru bisa Up🙏🙏🙏
🔥🔥🔥🤤**