Wheel Of Love

Wheel Of Love
Roda cinta



🎵🎵Tak pernah terpikir olehku...


Tak sedikit pun kubayangkan...


Kau akan pergi tinggalkanku sendiri...


Begitu sulit kubayangkan...


Begitu sakit kurasakan...


Kau akan pergi tinggalkanku sendiri...


Di bawah batu nisan kini...


Kau telah sandarkan...


Kasih sayang kamu begitu dalam...


Sungguh 'ku tak sanggup ini terjadi...


Karena 'ku sangat cinta...


Inilah saat terakhirku melihat kamu...


Jatuh air mataku menangis pilu...


Hanya mampu ucapkan...


Selamat jalan, kasih.....


Matahari yang sedari tadi bersemangat memancarkan sinar nya tidak bisa menembus kamar seorang gadis cantik yang tengah tenggelam dalam lamunannya. Dengan di iringi sebuah lagu dari group band St12 yang berjudul Saat terakhir Viona sedang menyandarkan tubuhnya di atas ranjang empuk kesayangannya.


Menatap setiap kenangan bersama Husein yang ada di ponsel nya.


Air mata nya terus mengalir seperti tiada ujung nya. Serpihan kenangan indah terus berkeliaran di memori ingatannya, Semua nya terasa menyesakkan dada. Di tengah lamunan nya tiba-tiba terdengar suara ketuk kan pintu dari luar.


tok..tok..tok...tok.... ceklek...


"Permisi non... di luar ada tamu nama nya Dika ingin bertemu dengan nona..." ucap mbak Sri di depan pintu.


"Baik non..." jawab mbak Sri sambil berlalu meninggalkan kamar Viona. Ya, Sejak tadi pagi setelah sarapan Viona tidak lagi ada di kamar Reza melainkan sudah pindah ke kamar nya sendiri di lantai 1. Tak lama kemudian ada seseorang yang memanggilnya.


" Vi... viona..." panggil Dika di ambang pintu kamar viona. Mendengar suara orang yang di sayangi nya, Viona terperanjat dari ranjang nya dan berlari ke arah pintu.


"Kak dika... hiks...hiks..." tangis Viona sambil memeluk erat tubuh kakaknya.


"Menangis lah.." ucap Dika sambil membalas pelukan adiknya, diusapnya dengan lembut punggung viona yang bergetar. cukup lama Viona menumpahkan segala kerisauan hati nya sampai hoodie yang di pakai Dika basah oleh air mata Viona.


"Apa kita akan tetap berdiri seperti ini Vi..." tanya Dika sambil mengurai pelukan Viona.


"Mari kita duduk di sana kak..." ucap viona sambil menunjuk Ranjangnya. Dengan segera Dika berjalan menuju Ranjang adiknya.


"Ada apa kakak kesini?tumben?" tanya viona sambil mengusap sisa air mata yang ada di pipi nya.


"Aku tadi di telfon suami mu, katanya kamu sedang tidak enak badan... jadi katakan Vi,apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Dika sambil menatap Viona.


"Kemarin kak Husein meninggal kak..." ucap viona dengan wajah yang menunduk.


"Apa vi?meninggal?" tanya Dika dengan nada yang sedikit terkejut.


"Iya kak dia meninggal karena sakit kanker kelenjar getah bening..." jawab viona dengan mata yang berkaca- kaca lagi. kemudian Viona menjelaskan semua yang ada di dalam video terakhir husein. Dika mendengarkan dengan serius cerita Adiknya itu.


"huuuuuft... pasti dia sangat menderita menahan sakit yang begitu lama..." ucap Dika dengan nada sedikit pelan.


"Tapi vi... kamu tidak boleh terus seperti ini, kamu sudah punya suami, jaga perasaan suami mu vi..." ucap dika sambil membenarkan helaian rambut viona yang berantakan.


"Bagaimana caranya kak aku melupakan dia? setelah tahu semua kebenarannya, bahkan Rasa benci yang ada beberapa bulan ini hilang begitu saja kak.." ucap viona dengan wajah yang menunduk.


"Viona... seharusnya kamu menghargai Husein, bukan nya husein ingin kamu bahagia dengan pernikahan ini?biarkan Husein istirahat dengan tenang di surga, kamu harus belajar mencintai suami mu vi, hidup itu bagaikan roda yang berputar vi, kadang di atas kadang juga di bawah, begitupun dengan cinta, Roda cinta mu juga akan berputar vi, mengantarkanMu kepada sang pemilik cinta yang sesungguhnya..." ucap Dika dengan tatapan penuh kasih sayang ke adiknya.


"Jika saja kakak tahu apa yang dilakukan mas Reza di belakangku, aku tidak yakin kakak akan mengucapkan semua itu, yang ada pasti kakak akan membawaku pergi dari rumah ini...." ucap viona dalam hati.


**Hay kak jangan lupa Vote,like dan komennya yaa


♥️♥️♥️♥️♥️💕


🔥🔥🔥🔥**