Wheel Of Love

Wheel Of Love
Kami saling mencintai...



"Viona..."


Mendengar namanya di panggil Viona kemudian membalikkan tubuhnya.Di pandangnya wajah sang pemanggil yang tak lain adalah suaminya Reza Atdmaja.


Tatapan mereka bertemu, mereka berdua saling menatap satu sama lain. Entah apa yang di rasakan keduanya. Rasa bersalah, marah, sedih ataukah cinta.


"Jadi perempuan itu mas yang menjadi alasan kenapa kamu akan menceraikan aku satu tahun lagi?" tanya Viona langsung ke intinya.


Reza hanya diam mematung memandang Viona yang matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Sungguh aku pun tidak menginginkan pernikahan ini mas... aku hanya ingin membahagiakan orangtuamu dan orangtuaku." lanjut Viona dengan menundukkan kepalanya. Setetes air mata lolos dari pelupuk matanya.


"Viona... maafkan semua kesalahanku, aku tau yang aku lakukan adalah kesalahan besar, sungguh Vi, aku sedikitpun tidak ingin menyakitimu." jelas Reza sambil berjalan ke tempat Viona.


"Lalu yang di Resto kemarin apa?bahkan kamu terlihat begitu mencintainya mas, kamu terlihat begitu bahagia dengannya, bahkan kamu tidak pernah seperti itu saat bersamaku." cecar Viona sambil mengusap air mata yang turun di pipinya.


Reza menghela nafasnya yang berat, kemudian duduk bersimpuh di bawah Viona.


"sekali lagi aku minta maaf Vi... aku begitu sulit untuk melepaskannya, aku bingung saat itu, aku menginginkan dia tapi aku juga tidak bisa menolak permintaan mama." Reza menundukkan kepalanya.


"kamu begitu egois mas, kamu tidak bisa mas mendapatkan keduanya, kamu begitu serakah." ucap Viona sambil mengambil flashdisk yang ada di nakas sebelahnya.


"kamu sudah melihat apa isinya ini kan mas?" tanya Viona sambil menunjukkan flashdisk yang di genggamnya kepada Reza.


"Alasannya memilih pergi dariku Hanya karena ingin aku memiliki pernikahan yang sempurna tanpa adanya perpisahan tapi sekarang apa mas, aku belum berlayar di lautan rumah tangga tapi nahkodanya sudah ingin mengeluarkan aku dari kapalnya." lanjut Viona dengan sesegukan.


Seketika perasaan Reza menjadi tak karuan mendengar penjelasan Viona, mulutnya seperti terkunci tak bisa menjawab semua yang di katakan oleh Viona karena semua yang Viona katakan adalah benar.


"Mas... aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi, sebelum perasaanku hadir dalam satu tahun ke depan mari kita akhiri saja pernikahan ini secepatnya, ceraikan saja aku secepatnya mas." ucap Viona sambil meremas-remas jarinya.


Deg, jantung Reza seakan berhenti berdetak. Entah mengapa ucapan cerai dari Viona begitu menyesakkan dadanya.


"Vi... tenangkan dirimu dulu, kamu sedang tidak sehat saat ini...." ucap Reza.


"Tidak mas, akan lebih baik kita berpisah sebelum semuanya terasa berat. Kamu akan lebih tersiksa menjalani hidupmu mas jika terus bersamaku, biarkan aku pergi, kamu bisa menikah dengan perempuan itu" ucap Viona dengan tatapan sendu.


"Ceraikan aku mas, biarkan aku menjadi janda yang masih perawan di usia yang muda ini, kamu tahu kan bahkan aku sudah tidak bisa bersama orang yang sangat mencintaiku lagi, dia sudah pergi mas...pergi jauh meninggalkanku.... hiks..hiks..hikss..hiks..." ucap viona sambil menangis tersedu.


Melihat Viona yang menangis tiba-tiba Reza bangkit dan memeluk Viona dengan erat, tangis Viona pun pecah di pelukan sang suami..


"lepaskan mas.. lepaskan...." Viona meronta-ronta keluar dari pelukan Reza.


😭😭


🔥🔥🔥🔥